Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 26. siapa dia?


__ADS_3

Assalamualaikum man teman, terimakasih buat yang udah mampir jangan lupa tinggalin jejaknya dengan cara vote dan komen yaaa, terimakasih.


Happy reading 💞


sedari tadi hening menyapa kedua insan tersebut, Anaya ingin menanyakan perihal soal semalam kenapa suaminya membohongi dirinya, namun ia takut dan tidak siap untuk mendengar jawaban dari sang suami jadilah ia hanya bisa berdiam diri. Menunggu sang suami yang bercerita dengan sendirinya.


"nay, babynya sehat kan? kamu kapan check up? aku gasabar pengen liat hasil kecebong aku" farel tak tahan dengan keheningan yang terjadi, jadilah ia yang membuka topik agar perjalanan mereka tidak terasa hambar.


"enak aja kecebong, alhamdulillah babynya sehat sehat, kalau buat check up seminggu lagi katanya biar genap satu bulan dulu" farel hanya mengangguk, sebelah tangannya ia arahkan pada perut sang istri, dielusnya dengan sangat lembut sesekali juga ia mengelus pipi Anaya.


"kamu kok tambah cantik sih sayang, mas kan jadi gabisa fokus kepikiran kamu terus"


"makasih aku emang udah cantik dari lahir, soal kamu yang engga fokus sih derita kamu bukan aku"


"astagfirullah, berdosanya istriku inii" farel mengelus pucuk kepala sang istri dengan gemas, kenapa kegemasan sang istri bertambah berkali kali lipat ketika sedang hamil? padahal dia hanya berbicara tapi kenapa rasanya gemas sekali, Masya Allah.


farel kini menyetir menggunakan satu tangan, karena tangan satunya ia letakkan pada perut sang istri, ia mulai menghafalkan surah Al-maryam sembari terus mengelus perut sang istri, suara farel sangat merdu sehingga membuat Anaya merasakan kantuk yang teramat, ia mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas.


sudah hampir dua puluh menit mobil yang mereka gunakan terparkir rapi diparkiran rumah sakit tempat Anaya bekerja, farel sengaja tidak membangunkan sang istri karena ia tertidur sangat pulas. "yaallah terimakasih karena sudah mengirimkan istri yang sesempurna ini untuk hamba yang hanya seorang manusia biasa yang penuh dengan dosa, hamba mohon lindungilah istri hamba dari segala marabahaya yang menimpa, izinkanlah kita berdua untuk menjaga malaikat kecil yang engkau titipkan kepada kami dengan baik dan penuh kasih sayang, rabbana atiinafitdunya Hasanah wafil akhirati hasanah wakina azabannar, amin yarabbal alamiin"


farel terus memandangi wajah cantik sang istri, tidak ada yang cacat semuanya nyaris sempurna bahkan bukan hanya wajah saja yang sempurna tetapi sifat sang istri yang mampu membuat dirinya terkagum kagum, berjuta kali farel mengucapkan syukur kepada yang maha kuasa karena telah mengizinkan dirinya untuk menjadi imam dari wanita yang kini sedang tertidur pulas ini, menurut farel, Anaya adalah anugrah terindah yang dititipka Allah kepadanya maka dari itu ia tidak akan menyakiti hati wanitanya bahkan sedikit pun, tidak akan pernah.


"aistayqizi ya zawjati alhabiba" bisik farel ditelinga anaya, perlahan Naya membuka matanya, lalu menoleh kearah samping yang mana terdapat sang suami yang senantiasa mengelus pucuk kepalanya.


"udah nyampe,mas?"


"dari dua puluh lima menit yang lalu"


"HAH, eh astagfirullah, yang bener" Naya terkejut lalu dengan segera ia mengambil ponselnya untuk melihat jam. Dan ternyata benar sekarang sudah menunjukkan pukul delapan lewat dua puluh lima menit yang artinya ia telat masuk kerja.


"Ya Allah mas, aku telat gimana ini" lirih naya, jantungnya berdetak kencang ia takut dimarahi oleh sang profesor pemilik rumah sakit, bisa bisa dirinya terancam dipecat karena hal sepele seperti ini, mengingat bahwa sang profesor sangatlah tegas dan tak segan segan untuk memecat para dokter bahkan perawat.


"udah gausah takut, mas udah ngomong sama atasan kamu kalau kamu ketiduran karena bawaan hamil"


"terus beliau jawab apa mas?"

__ADS_1


"iya gapapa, saya maklumi"


"ya allah, Alhamdulillah kalau gitu, kirain bakal terancam dipecat tadi, Syukron Habibi" Naya memeluk tubuh farel dengan sangat erat, dia sangat berterimakasih kepada suami pengertiannya ini.


farel membalas pelukan sang istri tak kalah erat, lalu menciumi seluruh wajah cantik Anaya tak ada satupun yang terlewatkan oleh ciumannya.


"kamu mana mungkin dipecat, kan istri aku pinterr, perfect " puji farel


"Engga ada manusia yang sempurna mas, semuanya punya kekurangan dan kelebihan masing masing"


"iya deh iyaa, semangat kerjanya habibati, dokter cantik, humairaku, istriku, cintaku, buah hatiku"


"lebay ah, aku masuk dulu assalamualaikum suami" Naya menyalimi punggung tangan sang suami, lalu mengecup bibir farel secepat kilat dan berlari meninggalkan sang suami yang menatapnya tajam.


"suka banget mancing heran, awas aja ya" lirih farel, kemudian ia kembali menajalankan mobilnya menuju kampus.


*


*


*


"kebiasaan deh, berapa kali harus aku ingetin ninaaaaaaaaa" kesal naya sambil menjewer telinga sang sahabat.


"aw aws sakit nay, ampun iya iya maaf deh galagi" Naya melepaskan jawerannya, membuat nina spontan mengelus telinganya yang putih kini berubah menjadi merah padam.


"oh ya kamu panggil aku apa tadi?"


"Anaya bukut"


"bukut?" Naya menautkan alisnya penasaran apa arti dari perkataan sahabat gaulnya ini.


"bucin akut hehe"


"haha lucu" Naya tertawa namun eksepresi yang ditunjukkan adalah ekspresi datar, membuat nina mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"ketawa kek" lirih Nina namun tak dihiraukan oleh manusia didepannya ini.


"oh ya, aku mau nagih janji kamu semalam"


"janji apa?"


"tentang foto yang kamu kirim itu, Uda ah ayo" Naya menarik tangan nina dan menbawanya menuju ke ruangannya, sesampainya disana Naya langsung menutup pintu ruangan tersebut dan mendudukkan Nina disofa yang ada.


"ayo cerita"


"iya iya sabar elah" Nina membenarkan posisi duduknya lalu menatap Naya yang juga sedang menatap dirinya dengan serius. "jadi semalem aku baru pulang dari rumah sakit buat ambil barang yang ketinggalan, nah trus pas ngelawatin jalanan itu aku ga sengaja liat suami kamu lagi pelukan sama cewek, tapi kayanya bukan pelukan deh tapi sicewek yang meluk suami kamu dan suami kamu juga udah berusaha buat lepasin pelukannya, trus mereka kayak ngomong gitu gatau ngomongin apa karena posisinya juga agak jauh, nah galama setelah itu mereka berdua masuk kedalam mobil, karena aku penasaran ya aku ikutin lah mereka dan ternyata mobilnya masuk kedalam apartemen. Aku coba buat nungguin tuh tapi hampir sejam aku nunggu tapi suami kamu ga keluar keluar jadi ya aku mutusin buat langsung pulang karena malam juga udah mulai larut, gitu" jelas Nina panjang lebar.


Naya terdiam beberapa saat, fikirannya kini sudah terbang sangat jauh, apa yang dilakukan suaminya didalam apartemen itu? siapa perempuan itu? kenapa mereka kelihatan akrab banget? masih banyak pertanyaan pertanyaan negatif lain yang memenuhi kepalanya.


"kamu lihat wajah perempuan itu?" pertanyaan itu sontak keluar dengan sendirinya dari mulut Anaya.


"lihat, waktu mereka mau masuk mobil, wajahnya itu cantik tapi masih cantikan kamu, matanya sipit kaya orang cina, trus bibirnya tipis punya lengsung pipi tapi cuma sebelah dan letaknya disebelah kanan, hidungnya agak pesek dan rambutnya sebahu" Naya mengangguk, ia mencoba menghilangkan segala fikiran buruk yang menghantuinya, mungkin itu teman suaminya atau sepupu mungkin.


"permisi,dokter naya ada pasien dikamar 098 ya" Naya menoleh ketika seorang suster masuk kedalam ruangannya.


"ah iya, terimakasih banyak sus saya segera kesana" suster tersebut mengangguk lalu pamit pergi dari sana, Naya bangkit dan memakai jasnya.


"nin aku pergi dulu ya".


***


halo segitu dulu buat part ini, ada yang ingin disampaikan buat aku? Naya? Farel? Nina?citra? silahkan curahkan dikolom komentar yaaa.


follow


Ig @firaacaramella


** @hiiismefira


Baybayy

__ADS_1


Wassalamu'alaikum..


__ADS_2