Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 36. terbongkarnya rahasia


__ADS_3

Assalamualaikum man teman, terimakasih buat yang udah mampir dicerita aku jangan lupa ninggalin jejak dengan cara VOMEN yaaa.


#typo bertebaran


#maaf apabila ada kata kata yang salah/kasar


#cerita ini murni karya aku sendiri


Happy reading 💐💗


Dua Minggu telah berlalu, selama dua Minggu itu farel sangat sangat posesif kepada sang istri karena usia kehamilannya yang sudah masuk usia tujuh bulan, apalagi waktu itu Naya demam tinggi dan hal itu mampu membuat farel panik bukan main ditambah Naya sering mengigau dan menggigil kedinginan hampir setiap malam, namun farel terus merawatnya dengan sepenuh hati.


hari ini diadakan acara syukuran tujuh bulanan kehamilan Anaya, acara ini hanya dihadiri oleh keluarga Anaya dan farel,teman teman dari keduanya serta lima puluh anak yatim/piatu dan kaum duafa. Acara berjalan dengan sangat lancar tidak ada kendala apapun senyuman terus terbit dibibir sepasang suami istri yang sudah tak sabar menunggu kelahiran sang buah hati, malaikat kecil yang akan mereka jaga dengan sepenuh hati.


Dirumah kini hanya tersisa farel dan Naya serta kedua orang tua farel yang akan menginap sedangkan kedua orang tua Naya sudah pulang sore tadi.


"Nay, kalau nanti waktu dia lahir kamu mau namakan siapa?" Tanya farel, keduanya berada didalam kamar dengan Naya yang duduk sembari bersandar di dashboard kasur dan farel yang tiduran dengan ber bantalan baha Anaya.


"kalau nama bisa kita pikirin nanti, yang terpenting anak kita lahir dengan selamat dan kelak akan menjadi wanita Sholehah"


"pasti dong, anak kita akan menjadi wanita Sholehah dan sukses seperti ummanya" ujar farel, "tapi serius kamu udah ada atau belum nama buat anak kita?"


"sebenarnya udah sih mas, tapi gatau bagus atau engga"


"bilang aja, pasti bagus kalau ummanya yang namain"


"Alesha relna abimayu, Alesha memiliki arti beruntung, selalu dilindungi Allah. Relna singkatan dari nama kita berdua farel dan Naya sedangkan abimayu nama belakang kamu" jelas naya, hatinya terasa sangat senang ketika memberitahukan nama yang sudah ia simpan sejak awal kehamilan untuk putrinya.


Farel menatap wajah Naya yang terlihat sangat berseri ketika menjelaskan arti dari nama yang diberikannya untuk putri sulung mereka, dirinya juga ikut merasakan kebahagiaan yang Naya rasakan, "bagusss, namanya cantik, pasti nanti waktu dia lahir dan tumbuh dewasa selalu dalam lindungan Allah, dan dia sangat beruntung karena mempunyai umma sehebat kamu"


"dia juga beruntung memiliki abba sebaik dan sesholeh kamu" ujar Naya, farel merasakan sesak di dadanya pandangannya berubah menjadi sendu "aku engga sebaik dan sesholeh yang kamu kira nay, aku jahat, aku brengsek, aku hina nay" batin farel.


"mas?" Naya menepuk nepuk pipi farel, karena pria itu melamun dengan pandangan sendu, farel yang merasa ditarik dari lamunannya refleks bangkit dari tidurnya.


"eh iya, kenapa?" tanya farel kebingungan, Naya mengernyit ada apa dengan suaminya ini.


"kamu yang kenapa, dari tadi ngelamun"


"engga kok gapapa, mending sekarang kamu bobo sini, biar aku elusin perutnya" Naya menurut ia berbaring dikasur dengan perlahan, mengingat sekarang susahnya ia beraktivitas karena perutnya yang sudah membesar. Farel ikut berbaring disamping sang istri dan tangannya mengelus lembut perut sang istri.


saat sedang asyik mengelus perut Anaya, farel merasakan ada tendang yang berasal dari dalam sana "ihh nay dia nendang, tuh nendang lagi" pekik farel heboh.


"keras ga nendangnya?"


"lumayan, ini kamu sakit gak kalau dia nendang gitu?"


"engga kok cuma ngilu" farel mengangguk, dirinya sekarang asyik memerhatikan tendangan tendangan kecil yang dilakukan oleh sang buah hati.

__ADS_1


***


Sementara diruang tamu Gunawan dan Sinta orang tua dari farel sedang sibuk dengan kegiatannya masing masing, rencananya mereka akan pulang ke Aceh besok jadi malam ini mereka berencana untuk berjalan jalan mengelilingi kota Jakarta bersama dengan anak dan menantu cantiknya.


Tok tok tok


Sinta bangkit untuk membukakan pintu dan melihat siapa tamu yang datang ke rumah anaknya malam malam seperti ini.


"eh assalamualaikum tanteeee" salam orang tersebut dan mencium tangan Sinta.


"waalaikumsalam, citra ya? temennya farel" gadis itu mengangguk dengan semangat "iyaa aku citraa, Tante sama om apa kabar".


"Alhamdulillah kita sehat, yuk masuk" ajak Sinta yang diangguki dengan semangat oleh citra, lalu keduanya masuk kedalam rumah menghampiri Gunawan diruang tamu.


"kamu duduk dulu disini, Tante buatin minum dulu"


"eh gausah gapapa Tante"


"udah gapapa, tunggu sebentar ya" Sinta berlalu menuju dapur meninggalkan citra dan Gunawan.


Keadaan sekarang sangat canggung sebab Gunawan sama sekali tidak peduli dengan kehadiran gadis berambut sebahu ini "apa kabar om?" Tanya citra berusaha memecahkan keheningan.


"baik" Gunawan melirik ke arah citra sekilas lalu kembali fokus pada koran yang sedang dibaca.


Tak lama Sinta datang dengan membawakan nampan berisi minuman dengan perlahan Sinta meletakkan nampan itu di meja dan ikut duduk disebelah citra, "ada perlu apa cit malam malam kesini?".


"ngomongin soal apa? penting kah?" citra mengangguk "penting, sangat penting Tante".


"yasudah sebentar Tante panggil farel sama Naya dulu" Sinta bangkit dan berjalan ke lantai dua menuju kamar anaknya, sesampainya didepan kamar farel dan Naya Sinta segera mengetuk pintu kamar ber cat putih tersebut.


"kenapa bunda?" tak lama pintu terbuka menampilkan farel serta Naya yang keluar dari dalam kamar.


"itu ada citra dibawah, katanya mau ngomong penting" farel mengernyit "ngomongin apa nda?" Tanyanya, Sinta menggeleng lalu segera menarik lengan Naya dengan lembut dan menuntunnya untuk turun kebawah.


"gatau, kamu turun aja cepet" ujar Sinta.


Sesampainya di ruang tamu ketiganya langsung duduk di sofa dan memandang heran ke arah citra "mau ngomong apa?" Tanya Naya.


"sebelumnya aku mau minta maaf sama kalian berempat karena bertamu malam malam seperti ini" citra memberi jeda, tangannya merogoh isi tas mencari suatu barang penting, setelah ketemu citra meletakkan barang itu di atas meja, mereka yang ada disana sangat terkejut ketika melihat barang itu.


"saya hamil, dan itu anak dari farel. Waktu itu farel mabuk dan melakukannya dengan saya, sebenarnya saya sudah mencoba melakukan aborsi namun gagal. Kalau kalian tidak percaya itu ada beberapa bukti yang saya berikan berupa tespack, foto hasil usg, serta surat dari rumah sakit." Jelas citra.


"tidak, mana mungkin anak saya melakukan itu. Kamu jangan mengarang" balas Sinta cepat.


"saya sama sekali tidak mengarang, dokter Naya sendiri memiliki bukti lain yang berupa foto saya dan farel didalam sebuah kamar dengan keadaan tak berbusana, mungkin dia tidak menceritakannya pada kalian, dan dokter Naya juga yang mengetahui bahwa saya kerap mengonsumsi obat berdosis tinggi dengan tujuan aborsi, benar dokter Naya?" Semua pandangan beralih pada Naya yang kini hanya diam membisu dengan pandangan tak terbaca.


"nay, engga jangan percaya dia bohong sayang, aku ga mungkin ngelakuin itu" farel menggenggam tangan Naya yang bergetar.

__ADS_1


"BOHONG KATAMU? BAJINGAN BAHKAN KAMU SENDIRI YANG NYURUH SAYA BUAT TUTUP MULUT SOAL KEJADIAN DIMANA KAMU MEMPERKOSA SAYA"


"SAYA TIDAK MEMPERKOSA KAMU, KAMU SENDIRI YANG MENJEBAK SAYA MALAM ITU, lagian mana mungkin jika kita pernah melakukan itu hanya sekali kamu langsung hamil?"


Plakk


"KAMU MENUDUH SAYA MELAKUKAN ITU DENGAN BANYAK PRIA HAH? SAYA TIDAK SEMURAH ITU BRENGSEK" tamparan keras mendarat di pipi sebelah kiri farel, pelakunya adalah citra.


"STOPPP, HENTIKAN" Naya berteriak dengan sangat keras, dadanya bergemuruh, sakit satu fakta yang baru saja menghampirinya mampu membuat gadis itu hancur sehancur hancurnya.


"aku gak nyangka kalau gini akhirnya, aku kira foto yang dikirim dari nomor engga dikenal itu editan, mungkin ada orang yang iri dan berniat menghancurkan rumah tangga aku sama mas farel. Ternyata semua itu sama sekali bukan editan dan malah sudah membuahkan hasil, ini foto yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal itu. sungguh aku bener bener gak nyangka sama kelakuan busuk kalian berdua" Naya meletakkan ponselnya yang menampakkan foto farel beserta citra yang tertidur dengan selimut yang membalut tubuh tanpa busana keduanya.


farel menggenggam tangan Naya dengan erat, lelaki itu terduduk dan memeluk lutut sang istri "nay, maaf maafin mas. Semua ini diluar kendali, mas dijebak sehingga hal keji itu terjadi, maaf sayang ampuni mas" lirih farel, lelaki itu menangis.


"Semua sudah terjadi, mau bagaimana pun farel harus bertanggung jawab, farel harus menikahi perempuan yang sudah dia hamilin. Dan hukuman agama juga harus farel terima, lusa kamu dan perempuan ini harus dicambuk sebanyak seratus kali di depan semua orang" Gunawan yang sedari tadi diam menyimak kini mulai bersuara, pria paruh baya itu sangat kecewa kepada putra semata wayangnya yang telah mengkhianati menantu kesayangannya.


"engga yah, farel engga salah. Itu bukan anak farel, Naya kamu percaya kan sama mas?" Farel memohon pada Naya agar istrinya mempercayai ucapannya namun respon Naya kembali membuat lelaki itu menghela nafas kasar.


"tidak usah mengelak semua bukti sudah menunjukkan semua kelakuan keji kamu, kamu telah berzina dengan perempuan yang bukan mahram kamu" tegas Gunawan "dan untuk Naya kamu harus siap dipoligami" sambungnya menatap ke arah Naya yang berlinang air mata.


"Naya maaf" Naya menggeleng kuat, "demi Allah Naya engga Ridha dimadu mas, Naya engga mau diduakan TALAK AKU MAS, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu perbuat"


"aku pergi, aku engga sanggup untuk hadapin semua ini, aku muak lihat wajah menjijikkan kalian berdua" Naya mendorong farel yang masih memeluk lututnya sehingga lelaki itu tersungkur dilantai, lalu dengan tergesa Naya menuju kamar untuk mengambil dompet.


"engga, nay jangan pergi mas mohon. Ini sudah malam mas gamau kamu kenapa napa" farel berusaha meraih lengan Naya namun selalu ditepis dengan kasar oleh perempuan itu.


Naya tidak memperdulikan farel yang berusaha mengejarnya, "ayah, bunda Naya izin pergi ya assalamualaikum" Naya mengecup punggung tangan kedua paruh baya itu dan pergi meninggalkan pekarangan rumah.


"NAYAA, JANGAN PERGI NAY" farel hendak keluar untuk mengejar Naya namun Gunawan dengan cepat menarik lengan lelaki itu.


"LEPAS YAH, FAREL MAU KEJAR ISTRI FAREL" farel berusaha memberontak.


"DIAM, biarkan Naya menenangkan dirinya, kamu disini. Kita harus membicarakan soal pernikahan kalian" Gunawan mendudukkan farel dengan kasar diatas sofa. Farel, lelaki itu hanya bisa pasrah namun hatinya bergerak gelisah.


****


Haii sampai segini dulu bab kali iniiii, ada yang mau disampaikan buat aku? Farel? Naya? Citra? Sampaikan dikolom komentar yaaaa..


Follow


Ig @firaacaramella


@pudingstrobery


** @hiiismefira


Baybay vrend

__ADS_1


wassalamu'alaikum....


__ADS_2