
Matahari keluar dari persembunyiannya dengan sangat cerah sehingga cahayanya masuk menembus kain gorden sehingga mengusik dua anak manusia yang sedang tertidur nyenyak dengan posisi sang lelaki duduk sambil bersandar didinding dan sang wanita yang tertidur atas sajadah dengan berbantalan paha sang lelaki.
farel membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatannya, kemudian lelaki itu menoleh ke bawah dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah Naya yang tertidur nyenyak di pangkuannya, padahal posisi Naya saat ini sangat tidak mengenakkan tetapi gadis itu nampak sangat nyaman, senyuman manis terukir dibibir farel bayang bayang semalam mampu membuatnya tersenyum dengan cerah, Naya istrinya telah menjadi milik farel seutuhnya ia telah memberikan nafkah lahir dan batin untuk sang istri sangat senang rasanya, ia tiada henti memanjatkan rasa syukur kepada Allah swt karena telah mengirimkan bidadari untuknya.
larut dengan fikirannya farel tidak sadar bahwa sang istri telah terbangun dan menatap kearahnya dengan tatapan aneh.
"mas, sehat?" Tanya Naya ketika mendapati farel yang sedang senyum senyum sendiri.
"emangnya mas kenapa?" farel balik menatap Naya dengan alis yang berkerut.
"daritadi nay perhatiin senyum senyum mulu, bayangin apasih?" Naya semakin penasaran di buatnya, ada apa dengan suaminya ini? mengapa tiba tiba menjadi sangat aneh.
"bayangin betapa nikmatnya istriku, nanti malam lagi ya nay?" Naya lantas menampar pelan bibir farel membuat sang empu meringis, *agar dikasihani aja*
"enak aja lagi, sakit tau"
"eleh sakit, padahal semalem kamu yang paling semangat" goda farel dengan senyuman menyebalkan miliknya.
" dih ga ngaca" sewot Naya lalu hendak bangkit dari duduknya namun dengan cepat farel menarik pergelangan naya lalu mendudukkan Naya dipangkuannya, dengan gerakan cepat farel menarik tengkuk naya sehingga bibir keduanya menyatu. Dilumatnya dengan lembut mengabsen seluruh gigi putih milik Naya, sungguh farel melakukannya dengan sangat lembut sehingga mampu membuat sang empu terlena.
"morning kiss for my wife" ujar farel setelah melepaskan lumatannya.
"modus mulu ni om om" ujar Naya, farel hanya terkekeh ringan.
" udah sana cepet mandi, udah telat nih gausah masak ntar beli bubur aja makan dimobil" ucap farel lalu beranjak keluar kamar.
"idih dia yang bikin telat dia juga yang ngomel" gumam Naya, lalu ia pun berdiri sambil melipat sajadahnya kemudian melangkah ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
***
"udah siap?" tanya farel ketika naya duduk dikursi di sampingnya sambil memakai sepatu.
"udah, yuk berangkat udah telat nih" farel hanya mengangguk mereka kemudian masuk kedalam mobil dan menuju kerumah sakit, diperjalanan farel berhenti sebentar untuk membelikan bubur untuk Naya dan dirinya.
"nih buburnya, makan dulu jangan langsung kerja aku siang udah selesai kelas nanti mampir kesini bawain kamu makan siang" ujar farel saat mereka sudah sampai dirumah sakit tempat naya bekerja.
__ADS_1
"iya mas, Naya masuk dulu kamu hati hati di jalan, semangat ngajarnya, Assalamualaikum" Naya mengecup punggung dan telapak tangan farel.
"iyaa, kamu juga semangat, waalaikumsalam" farel mengecup kening naya, setelah memastikan Naya masuk kedalam rumah sakit ia segera melajukan mobilnya menuju kampus.
***
"selamat pagi pak farel" farel menoleh ketika mendengar seseorang memanggilnya, ia mendapati empat orang mahasiswa dan seorang mahasiswi sedang berdiri dibelakangnya.
"pagi, ada perlu apa?" Tanya farel dengan nada dinginnya yang selalu di tunjukkan kepada orang lain, sangat berbanding terbalik dengan suaranya ketika berbicara dengan Naya.
" maaf menganggu waktunya pak, kami mau minta tolong sama pak farel untuk jadi dosen pembimbing kami, apakah pak farel bisa?" tanya salah satu dari mereka.
"ehm bisa, tapi tidak dikampus dirumah saya bagaimana?"
"ah tidak apa apa pak, kami mau kok terimakasih banyak pak"
"iya sama sama, nanti saya kirim alamatnya"
"baik pak, kita permisi sekali lagi terimakasih banyak" farel mengangguk lalu pergi darisana menuju ruang pribadi miliknya.
"maaf pak, buk kalian dilarang masuk" salah satu suster disana berucap ketika mereka sampai diruang IGD lalu menutup pintu ruangan tersebut yang menyisakan dua orang paruh baya diluar ruangan dengan raut wajah khawatir.
"mas, aku takut. aku gamau zira kenapa napa" wanita paruh baya itu terus terisak didalam dekapan sang suami.
"zira ga akan kenapa napa udah tenang ya" wanita itu hanya mengangguk lesu. sebenarnya pikiran dirinya juga sekarang sedang kalang kabut mengingat sang anak yang tiba tiba mengeluh sakit di dadanya dan pingsan, namun ia tetap harus terlihat kuat di depan sang istri yang juga sama takutnya.
"suster kita harus cek ekg (elektrokardiogram) untuk memastikan lebih lanjut" ujar Naya, suster tersubut mengangguk.
setelah beberapa menit pemeriksaan Naya akhirnya keluar dari ruangan tersebut dan menemui dua orang paruh baya yang diketahui adalah orang tua gadis tersebut.
"orang tua pasien?" kedua orang itu menoleh kearah Naya dan langsung berdiri didepannya.
"dokter anak saya gapapa kan?" tanya sang istri dengan derai air mata yang masih mengalir di pipi tirusnya.
"bapak ibuk bisa ikut keruangan saya?" orang tua itu hanya mengangguk lalu mengikuti Naya menuju ruangannya, setalah sampai disana naya mempersilahkan keduanya duduk lalu menyerahkan selembar kertas kepada pasangan didepannya.
__ADS_1
"seperti hasil tes tadi yang tertera dikertas tersebut putri bapak dan ibuk terkena penyakit jantung koroner yaitu Kerusakan atau penyakit pada pembuluh darah utama jantung. dan penyakit ini sangat berbahaya" ujar Naya jujur hati Naya sangat sakit saat mengucapkan kalimat tersebut, seorang gadis yang masih duduk dikelas 11 harus menderita penyakit mematikan ini, gadis yang seharusnya bermain bersama teman temannya tetapi ia harus berjuang untuk hidup disaat hari libur anak anak lain pergi ke mall untuk berbelanja tetapi gadis ini harus kerumah sakit untuk berobat.
"apakah anak saya bisa disembuhkan dokter?" Naya menampilkan seulas senyum tipis lalu menatap dua orang dihadapannya.
"sangat kecil kemungkinan untuk sembuh bahkan tidak ada, tetapi saya dan dokter lainnya akan berusaha semaksimal mungkin, yang terpenting ibu dan bapak harus selalu memanjatkan doa kepada yang maha kuasa, karena ialah yang berhak menentukan hidup dan mati seseorang" ujar Naya.
"terimakasih dokter, kita permisi dulu" Naya hanya mengangguk, dua paruh baya tersebut pergi meninggalkan ruangan Naya.
"ya Allah begitu berat ujian yang kau berikan kepada gadis cantik itu, semoga engkau mengangkat segala penyakitnya dan membuatnya bahagia bersama orang orang tercintanya, dan berilah ketabahan untuk kedua orang tuanya. Engkau lah yang maha pengasih lagi maha penyayang" lirih naya, matanya kini mulai berkaca kaca, baru kali ini ia mendapati pasien berusia sangat muda yang mengidap penyakit mematikan itu.
****
"Assalamualaikum my wife" salam farel ketika memasuki ruangan Naya, dapat ia lihat wajah istrinya sangat murung.
"Waalaikumsalam,kamu kok tau ruangan aku?" tanya Naya ketika farel sudah duduk disofa ruangannya.
"ya taulah, apasih yang engga aku tau"
"terserah kamu deh" Naya ikut duduk disamping sang suami.
" kenapa sih, kok murung gitu?" tanya farel sembari mengelus pipi Naya dengan lembut.
"tadi aku tanganin pasien, tapi pasien yang ini beda dari yang lain dimana para pengidap penyakit jantung lain kebanyakan orang yang sudah berumur tetapi tadi ada pasien yang usianya masih sangat muda dia mengidap penyakit jantung koroner, sakit banget ngeliatnya apalagi pas liat orang tuanya yang terus terusan nangis" mendengar penjelasan istrinya farel ikut merasakan apa yang Naya rasakan, ia kemudian memeluk Naya dan mengelus punggung Naya dengan lembut.
"dia gadis hebat yang dipercayai Allah, dia pasti kuat ngehadapi ujian ini kita doain supaya Allah mengangkat segala penyakitnya" Naya hanya mengangguk.
"udah, sini makan dulu kamu pasti laper udah sholat zhuhur kan?" Naya kembali mengangguk, mereka kini menikmati makanan yang farel bawakan tadi dengan sesekali farel menyuapi Naya begitupun sebaliknya.
***
bersambung...
(Fyi jadi Naya itu dokter spesialis jan
tung yaa, tapi Naya bisa mengobati orang orang yang kecelakaan dan segala penanganan darurat lain)
__ADS_1