
Assalamualaikum man teman terimakasih buat yang udah mampir jangan lupa tinggalin jejak dengan cara vote dan komen yaaa.
Happy reading ๐๐
Lima bulan berlalu, setelah kejadian yang menimpa Anaya sewaktu itu mampu membuatnya mengalami trauma hebat tapi beruntungnya farel dengan sigap dan senantiasa membantu sang istri untuk sembuh dari traumanya itu. Perlahan Naya dapat berdamai dengan dirinya sendiri dan selalu mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.
hari ini tepat enam bulan usia kehamilan Anaya,selama itu juga farel semakin memperketat penjagaan terhadapnya, Anaya tidak mempermasalahkan itu justru ia sangat senang dengan sikap suaminya yang bisa terbilang sangat posesif.
Saat ini Naya dan farel sedang berada dirumah sakit untuk melakukan USG rutin setiap bulannya, mereka berdua duduk dikursi tunggu dengan Anaya yang menyenderkan kepalanya pada dada bidang sang suami
"ibuk Anaya, silahkan masuk" ucap seorang suster yang berdiri didepan pintu ruangan tersebut.
farel dan Naya langsung bangkit dan berjalan masuk kedalam ruangan tersebut "terimakasih sus" suster itu hanya tersenyum.
"assalamualaikum dokter Rika"
"waalaikumsalam, Anaya. gimana keadaannya?" tanya dokter Rika yang merupakan dokter spesialis kandungan, dokter rika dan anaya saling kenal mereka sering bertegur sapa saat sedang bertugas.
"baik kok dok, aman aman aja mual mualnya juga udah engga lagi sekarang"
"Alhamdulillah kalau begitu, yasudah silahkan berbaring" Naya berbaring di ranjang yang telah tersedia kan di ruangan tersebut dengan dibantu oleh farel.
"saya izin membuka sedikit bajunya ya"
"iya dokter silahkan" sahut farel, dokter Rika kemudian membuka sedikit baju yang dikenakan anaya hingga atas perut, lalu dia mulai mengoleskan gell dan meletakkan alat berupa transducer dipermukaan kulit perut naya.
mereka bertiga memusatkan perhatiannya pada monitor yang menampilkan janin yang berada didalam perut Anaya. "kelaminnya perempuan, Alhamdulillah janinnya sehat, detak jantungnya juga normal"
"Alhamdulillah" dokter Rika tersenyum lalu menyimpan transducer diatas meja, kemudian menutup kembali baju yang dikenakan anaya.
"assalamualaikum bidadari kecil abba, sehat sehat ya diperut umma" bisik farel pada perut naya, membuat naya dan dokter Rika tersenyum hangat.
"iyaa abba, dede bakal sehat selalu" farel bangkit sembari terkekeh, ia lalu mencium kening sang istri dengan sangat lembut "terimakasih banyak ya Humaira" bisiknya ditelinga anaya.
"kembali kasih, habibii".
Anaya kemudian turun dari ranjang dan duduk dikursi begitupun dengan farel, mereka kini sedang mendengarkan arahan yang diucapkan oleh dokter Rika. "besar Alhamdulillah saya katakan karena janinnya dokter Naya dalam keadaan baik baik saja bahkan sangat baik, jadi dokter Naya tidak perlu khawatir namun dokter juga harus perbanyak makan makanan bergizi, jangan banyak pikiran, jangan kecapean, dan rajin minum susu ibu hamil sama vitaminnya ya"
"baik dokter, terimakasih untuk hari ini semoga bisa bertemu bulan depan assalamualaikum"
"waalaikumsalam" mereka berdua pun keluar dari ruangan dokter Rika.
"mau langsung pulang atau mampir dulu" tanya farel ketika keduanya sudah berada didalam mobil.
"pulang aja deh mas, soalnya tadi lagi umi telfon mau ke rumah katanya"
"oke, kita ke toko kue dulu ya. beli kue buat umi sama yang lain" Naya hanya mengangguk.
Sesampainya di toko kue Naya dan farel segera turun dan memilih beberapa kue yang akan dibeli. "eh farel" saat asyik memilih tiba tiba seseorang memanggil nama farel, keduanya menoleh dan mendapati seorang perempuan berambut sebahu sedang tersenyum manis dan berdiri disamping farel.
"Haii cit" sapa farel, gadis itu menolehkan pandangannya kearah seorang perempuan yang berada disamping farel, "loh, dokter Naya kan?" tanyanya, Naya hanya mengangguk sembari melemparkan senyum tipis.
__ADS_1
"ini istri kamu, rel?"
"iya, ini istri saya" ujar farel sembari memeluk pinggang sang istri.
"cantik, Sholeha pantesan farel bisa langsung berpaling, tapi Lo ga boleh pantang semangat cit" batin citra.
"Masya Allah cantik ya" pujinya,
"terimakasih, kamu juga cantik" citra tersenyum.
"yaudah kalau gitu, aku pergi dulu bye"
setelah kepergian gadis itu keduanya segera mengambil kue yang akan dibeli dan membayarnya, lalu segera menuju mobil. Selama perjalanan Naya hanya diam farel sesekali memperhatikan sang istri yang nampaknya sedang tidak mood, ia memaklumi itu biasalah bawaan bayi pikirnya.
"ciri ciri perempuan tadi sama banget kaya yang Nina ceritain waktu itu, apa iya itu perempuan yang mas farel tolongin waktu itu sampai sampai diaย gamau makan kue buatan aku dan langsung pergi gitu aja, mereka berdua juga keliatannya kaya udah kenal lama".
Sesampainya mereka berdua dirumah ternyata sudah terdapat mobil Gilang yang sudah terparkir rapi di garasi, Naya dan farel segera masuk kedalam.
"Assalamualaikum" salam mereka berdua ketika sudah sampai diruang tamu yang sekarang terdapat Abi, umi, Gilang, syavira, dan kedua anak kembar mereka.
"waalaikumsalam" Naya dan farel langsung saja menyalami tangan mereka satu persatu, lalu mereka berdua duduk di sofa yang kosong.
"gimana hasil USG nya sayang?" tanya Khansa
"Alhamdulillah, bayinya sehat umi"
"udah kelihatan jenis kelaminnya?"
"udah, jenis kelaminnya perempuan"
"cie bakal jadi buk ibuk" ejek Gilang sembari mencolek pipi gembul sang adik.
"dih bapak bapak diem deh" Gilang terkekeh dan langsung menarik sang adik kedalam dekapannya.
"haha bocil nya abang udah besar sekarang, baik baik ya sebentar lagi kamu akan menjadi guru utama bagi anak anak kamu. Jaga kesehatan, jangan kecapean apalagi profesi kamu itu berat, kurang kurangin keras kepalanya, kalau ada apa apa langsung cari Abang ya, Abang bakal selalu jadi garda terdepan buat kamu" bisik Gilang, Naya mengeratkan pelukannya pada sang kakak.
"iya, Naya janji bakal selalu jaga kesehatan dan bakal cari abang apapun keadaannya"
"pinterr" mereka melepaskan pelukannya, Naya menyadari bahwa mata sang kakak berkaca kaca dan siap untuk menumpahkan air yang sudah mengapung disana.
"terimakasih abang" Gilang mengangguk sembari mengelus pipi sang adik dengan lembut.
mereka yang menyaksikan adegan kakak beradik itu merasa terharu, walaupun umur mereka yang bisa dibilang sudah tidak remaja lagi dan sudah memiliki pasangan hidup masing masing namun mereka masih peduli satu sama lain, terutama Gilang yang masih menganggap sang adik kecilnya sama seperti dulu.
"oh iya, ini tadi Naya sama mas farel ada beli kue sebentar ya nay pindahin ke piring dulu" Naya bangkit lalu berjalan menuju dapur.
"farel, Abi tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan kamu agar tidak pernah menyakiti hati istrimu dan tidak akan menduakannya, kalau kamu tidak sanggup lagi menjaga Anaya maka pulangkan dia kepada abi, biar Abi yang akan menjaga dan merawat putri abi dengan sepenuh Abi, sungguh Abi tidak Ridha setetes air mata jatuh dari mata putri Abi kecuali air mata kebahagiaan"
"farel, tidak akan menyakiti putri Abi dan tidak akan menduakannya, dan untuk menjaganya, farel tidak bisa berjanji untuk itu tapi farel akan berusaha sekuat tenaga yang farel punya, dan farel tidak akan membuat putri Abi menangis selain menangis karena bahagia" Ardi menepuk bahu farel pelan, ia kagum dengan perkataan lelaki didepannya ini tetapi di lubuk hatinya yang paling dalam merasakan ada sesuatu yang mengganjal, entah apa itu.
"gue pegang omongan lo, kalau Lo menyakiti hati adek gue jangan salahkan gue kalau muka Lo babak belur"
__ADS_1
"iya bang, gue siap buat dipukulin kalau suatu saat gue menyakiti hati Anaya" Gilang mengangguk, tak lama Anaya muncul dengan membawa nampan berisi minuman dan kue yang ia beli tadi.
"eh, dafa udah bangun" pandangan Naya teralih pada seorang anak kecil yang sedang duduk dipangkuan syavira, sedangkan anak satunya masih terlelap di sofa disamping uminya.
"sini sayang sama tante" Naya mendudukkan anak kecil itu diatas pangkuannya, tangannya bergerak mengelus pipi gembul anak kecil itu.
" dafa, mau punya adik ga?" tanya Naya, anak kecil bernama dafa itu menganggukkan kepalanya semangat.
"nih, didalam perut onty ada dedek bayinya sama nanti diperut bunda juga bakal ada dedek bayi, jadi Dafa harus jagain dedek bayinya yaa" lagi lagi Dafa menganggukkan kepalanya semangat dengan mata yang berbinar binar.
"pinterr" Naya mencubit pipi anak kecil di pangkuannya dengan sedikit keras " eh jangan dicubit pipinya, nanti dia gamau makan" cegah syavira, Naya hanya menyengir lugu.
"hehe maap kak"
***
kini hari sudah berganti malam, Abi, umi, Gilang, syavira dan si kembar Rafa dafa sudah pulang ketika setelah makan malam tadi.
sepasang calon orang tua itu kini sedang duduk bersantai di taman belakang rumahnya dengan segelas teh chamomile dan permen mint yang menjadi cemilan mereka.
"nay, kamu kenapa suka banget minum teh chamomile sama makan permen mint?" Naya mengalihkan pandangannya kepada sang suami, tangannya bergerak untuk mengelus kepala sang suami.
"teh chamomile memiliki banyak manfaat contohnya seperti mencegah kanker, dan manfaat dari permen mint juga banyak seperti melegakan pernafasan, menimbulkan efek relaksasi tersendiri, sehingga membuat pikiran lebih tenang, konsentrasi meningkat, dan aktifitas pun bisa dijalani lebih baik"
"wahh ibuk dokterr keren deh" Naya terkekeh "tapi mengonsumsi teh chamomile dan permen mint berlebihan juga memiliki efek samping yang membahayakan kesehatan" farel merubah posisinya menjadi tiduran dikursi panjang dengan ber bantalan paha sang istri.
"hebat, bangga bangett deh punya istri sesempurna kamu"
"di dunia ini gaada yang sempurna mas, mungkin suatu saat kamu bakal ketemu sama perempuan yang lebih diatas aku dan mungkin kamu tertarik sama perempuan itu"
"engga, aku ga tertarik sama siapapun karena udah ada magnet yang narik aku dengan kuat, yaitu kamu bagi aku gaada yang lebih sempurna dibanding kamu" Naya menghela nafas pelan, lalu mengalihkan pandangannya dari wajah sang suami.
"mas, kalau suatu saat nanti ada kejadian yang mengharuskan kamu untuk menduakan aku, aku izin pergi ya mas, aku engga mau diduakan, aku paling benci dipoligami"
"hey, kenapa ngomong gitu, mas gaakan pernah menduakan kamu sayang, dan mas tidak ada sedikit pun niat untuk berpoligami"
"kita gaakan tau kedepannya bakal bagaimana, bahkan sedetik kemudian aja kita gaakan tau apa yang bakalan terjadi"
"udah ya, gausah bahas itu lagi, mas ga suka sama bahasan kita kali ini sekarang kita masuk ya bobo, udah agak larut, angin malam ga baik untuk bumil cantik" farel bangkit lalu menggandeng tangan Anaya menuju kamar.
***
Haii segitu dulu buat part ini ada yang mau disampaikan buat aku? Naya? Farel? Sampaikan di kolom komentar yaa.
Follow
Instagram @firaacaramella & @pudingstrauberry
tik tik
@hiiismefira
__ADS_1
Bay bay
wassalamu'alaikum....