
Assalamualaikum man teman ketemu lagii sama kisah Naya dan farel aku harap kalian engga bosan yaa sama kisah cinta mereka berdua..
selamat membaca
Happy reading 💐💗
**
Drrtt drrttt
Naya mengambil ponselnya yang bergetar dikarenakan ada seseorang yang menelfonnya yang ternyata itu panggilan dari uminya, dengan segera Naya mengangkat panggilan itu.
: Assalamualaikum umi, ada apa?
📞: Waalaikumsalam nak, ini umi cuma mau kasih tau kalau kakak kamu mau melahirkan.
: sekarang kak sya ada dimana umi?
📞: dirumah sakit tempat abangmu bekerja.
: baik umi nay akan segera kesana, assalamualaikum
📞 : Hati hati sayang, waalaikumsalam.
Tut
sambungan terputus Naya bangkit dari duduknya kemudian menarik farel agar ikut bangkit dan berjalan meninggalkan area danau menuju tempat dimana mobil mereka terparkir.
"kenapa nay, buru buru gitu" tanya farel melihat Naya yang berjalan dengan sangat tergesa gesa.
"kak sya mau melahirkan mas, nay senengg banget akhirnya punya ponakan" Naya berujar dengan nadanya yang ceria, ia sangat menanti hari ini, hari dimana keponakan pertamanya akan lahir ke dunia.
"Ayo cepet kerumah sakit" sambung naya ketika mereka sudah berada didalam mobil.
farel mengangguk kemudian melajukan mobilnya menuju kerumah sakit tempat dimana Gilang kakak laki laki naya bekerja dan tempat syavira akan melahirkan.
Sesampainya dirumah sakit mereka berdua menuju keruangan bersalin didepan sana sudah terlihat Abi dan uminya yang sedang duduk sambil memeluk satu sama lain.
"assalamualaikum umi, Abi" salam farel lalu mencium punggung tangan keduanya disusul Naya, kemudian mereka duduk dikursi sebelah uminya.
"waalaikumsalam sayang" jawab keduanya.
"umi Abang dimana?" Tanya Naya celingukan sebab tidak mendapati abangnya ada disana.
"abangmu sudah didalam nemenin istrinya" jawab abi, Naya hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"rumah tangga kalian baik baik sajakan nak?" Tanya Khansa sang umi.
"Alhamdulillah umi, rumah tangga Naya sama mas farel baik baik saja"
"kamu bahagia sayang?"
Naya tersenyum lalu memeluk lengan kekar suaminya yang juga ikut tersenyum, farel mengusap pucuk kepala Naya dengan lembut.
"Naya bahagia Abi, sangat bahagia mas farel memperlakukan Naya layaknya seorang ratu, mas juga tidak pernah menyakiti Naya sedikitpun. Terimakasih Abi sudah menjodohkan Naya dengan mas farel, Naya bahagia" semuanya tersenyum mendengar penuturan Naya.
"Alhamdulilah kalau kamu bahagia, nak farel jangan pernah sakiti Naya ya?" Ujar Khansa memperingati.
"Iya umi, farel berjanji tidak akan menyakiti Anaya karena farel sangat mencintai putri Abi dan umi" Naya semakin mengeratkan pelukannya dilengan sang suami sangat senang mendengar janji farel kepada Abi dan uminya.
"Anaya, soal Gibran suamimu sudah mengetahuinya?" tanya umi, Naya menoleh kearah uminya lalu tersenyum tipis.
"Naya sudah memberi tahu mas farel tentang itu, ini kami berdua tadi pagi berkunjung ke makamnya bang Gibran, umi" umi hanya mengangguk.
tak lama setelah itu terdengar suara tangisan bayi didalam sana, mereka mengucap syukur karena persalinan syavira berjalan lancar, namun selang sepuluh menit terdengar suara tangisan bayi lagi dan suaranya lebih besar daripada yang pertama tadi.
Gilang berjalan keluar dengan senyuman manis yang terpancar wajah menawannya, ia menghampiri uminya lalu berjongkok dihadapan uminya menggenggam tangan sang umi dengan sangat erat, menangis dengan kepala yang barada dipangkuan sang umi.
"umi maafin gilang kalau gilang punya salah sama umi, terimakasih sudah mau merawat gilang sampai sekarang gilang sudah menjadi seorang ayah, Gilang sayang banget sama umi" umi tersenyum sambil mengusap rambut putra sulungnya yang kini sudah resmi menjadi seorang ayah.
"iya sayang, umi maafin kesalahan gilang, selamat putra umi kini sudah resmi menjadi seorang ayah, umi juga sayang bangett sama Gilang" Gilang berdiri kemudian memeluk sang umi dengan sangat erat.
"terimakasih Abi, maafin gilang kalau gilang ada salah sama Abi" Abi hanya mengangguk.
" Oh ya, anak gilang kembar keduanya laki laki" semuanya terkejut mendengarnya, ini sungguh sebuah kejutan karena selama mereka check up kandungan dokter tidak mengatakan bahwa anak mereka kembar.
"Alhamdulillah" ujar mereka yang berada disana.
"Abang Naya boleh jenguk kak sya sama babynya?"
" nanti setelah mereka bertiga dipindahkan keruang inap" Naya mengangguk.
Selang beberapa menit keluar dua orang suster yang mendorong brankar kecil yang berisikan kedua bayi kembar Gilang, kemudian disusul dengan seorang suster yang mendorong brankar syavira, kelimanya mengikuti suster tersebut.
***
Didalam ruangan serba putih kini terdapat sebuah keluarga yang sedang berbahagia didalamnya, senyuman tidak pernah luntur diwajah setiap orang yang ada disana.
"ihh baby kembarnya gemoii bangettt, jadi mau" ujar naya girang, sambil terus memandang kedua bayi yang sedang tertidur lelap.
"nanti malam kita buat ya sayang" nah kan, keluar lagi deh sifat jail suaminya ini. Naya yang malu ketika mendengar ucapan sang suami refleks mencubit pinggang farel.
__ADS_1
"ngomong itu difilter dikit dong" kesal Naya.
"yaelah nay apanya yang mau difilter orang semua yang ada disini pada ngerasain" Naya memutar kedua bola matanya malas sekali berdebat dengan farel jika jiwa keusilannya sudah keluar kembali, sedangkan yang lain tertawa melihat tingkah laku pasutri itu.
"kak syaa nama babynya siapaaa??"
"yang pertama namanya Rafael Al-hafif
Yang kedua namanya dafael Al-hafif"
"Rafa sama dafaa ganteng banget pasti nanti waktu gede tambah ganteng" ujar Naya.
"pasti dongg, siapa dulu papanya" bangga dilan.
"dih gantengan gue kemana mana" sahut farel.
"narsis banget Lo"
Naya tidak memperdulikan perdebatan sengit diantara suami dan abangnya itu, ia berjalan kearah brankar syavira dan duduk ditepi kasur.
"kak, lahiran itu sakit gak sih?"
tanya Naya.
"sakit sih sakit banget dek, tapi sakitnya itu bakal ilang waktu kita denger suara bayinya, yakin deh"
"jadi mauuu, pasti lucu nanti kalau Naya punya anak cewek trus nanti bakal dikawal terus sama sikembar" ujar Naya, jujur Naya sangat ingin dikarunia seorang anak perempuan.
"amiinin aja dulu dek dan yang pasti terus usaha, semoga kamu punya anak cewek deh ya, biar nanti jadi ratunya sikembar" sahut syavira mengelus tangan Naya.
"Amiiinn"
"amiiinn, nanti malam buat ya nay biar baby girlnya cepet jadi" farel berucap dengan tampang tak berdosa nya padahal dia sudah melihat wajah Naya kini sudah merah padam, antara malu dan kesal dengan dirinya tapi farel tak peduli.
"dih, buat aja sama guling tuh" kesal Naya
"mana bisa nay, kaga enak ga bisa agresif kaya kamu"
"MASSSSSS"
Naya sontak menjewer telinga farel dengan keras membuat sang empu meringis kesakitan.
****
Sampai sini duluuuuu..
__ADS_1
Wassalamu'alaikum