Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 27. ngidam


__ADS_3

Assalamualaikum man teman terimakasih buat yang udah mampir dicerita ini jangan lupa tinggalin jejak dengan cara vote dan komen yaaa


cmiww


#aku peringatkan sekali lagi yaa ini karya murni hasil dari pemikiran aku sendiri


#maaf apabila ada kesamaan nama, tempat dan lain lain


#dilarang keras menjiplak karya yang sudah susah payah aku ciptakan


Happy reading 💐💓


dengan langkah santai anaya berjalan menuju ruangan yang telah diberitahu oleh suster yang memanggilnya tadi, sesampainya Naya didepan ruangan itu ia segera membuka knop pintu secara perlahan "assalamualaikum" salamnya membuat seseorang yang berada disana menoleh kemudian menjawab salamnya.


"kamu pasiennya dokter Anita?" Naya bertanya sembari memakai stetoskopnya dan mulai memeriksa detak jantung sang pasien.


"detak jantungnya sudah mulai normal, lain kali hati hati dalam mengonsumsi obat obatan karena itu bisa berdampak terjadinya penyempitan jantung dan berakibat fatal. jangan beli obat di apotek sembarangan yaa" jelas naya, gadis itu menatap Naya dengan seksama bahkan ia tak melepaskan tatapannya barang sedetikpun dari wajah Anaya yang mana mampu membuat sang empu merasa risih.


"maaf, ada yang ingin ditanyakan sebelum saya keluar?"


"nama kamu siapa?"Naya mengernyit bingung mengapa pasien yang satu ini malah bertanya namanya bukan keadaannya, aneh ditambah pasiennya ini adalah seorang perempuan.


"nama saya Anaya shaquella, kamu bisa lihat di penanda yang ada jas saya"


"sudah bersuami? udah punya anak?" Naya kaget mendengarnya.


"maaf itu privasi saya, tidak ada yang ingin ditanyakan lagi kan? Saya izin keluar" ujarnya terlampau kesal.


"ah iya sorry, silahkan" ujar perempuan itu naya pun langsung melenggang pergi dari sana dan berjalan menuju ruangan lain untuk memeriksa pasien berikutnya.


*


*


*


disisi lain farel baru saja selesai mengajar mata kuliah hari ini, sungguh melelahkan. ia harus mengejar waktu dikarenakan terlambat datang ke kampus sebab menemani sang istri yang tertidur didalam mobil. farel melangkahkan kakinya menuju parkiran dan hendak pergi ke cafe yang dibangunnya untuk melihat perkembangan pembangunan nya sudah bisa dikatakan berapa persen.


"pak farel sebentar" belum sempat ia masuk kedalam mobil suara seseorang membuatnya berbalik badan dan berhadapan dengan orang tersebut yang ternyata adalah mahasiswanya.


"maaf pak, hari ini bapak sibuk tidak, kita mau melakukan bimbingan dimata kuliah manajemen pak"


"kebetulan saya tidak sibuk hanya ingin berkunjung ke cafe saja dan menjemput istri saya, kalian bisa datang nanti jam empat sore"


"baik pak, terimakasih banyak saya permisi dulu" setelah mahasiswa tadi berjalan meninggalkannya farel langsung masuk kedalam mobil dan pergi menuju cafe.


hampir satu jam ia berada ditempat pembangunan farel melirik jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan pukul 15.00 sudah waktunya Anaya pulang bekerja ia pun bergegas menuju mobilnya dan mengendarainya menuju rumah sakit.


sesampainya dirumah sakit farel sudah menghubungi sang istri dan mengatakan bahwa ia telah sampai dirumah sakit, namun karena Anaya masih menangani pasien jadilah dirinya disuruh menunggu di ruangan perempuan itu. Namun farel tak langsung menuju ke ruangan sang istri dia berniat ingin mengunjungi sang sahabat yang katanya sedang sakit dan diperlukan rawat inap.


"assalamualaikum" sesampainya di ruangan bernomor 098 farel membuka knop pintu dengan perlahan lalu ia masuk kedalam dan menutup kembali pintunya.


"waalaikumsalam" farel berjalan mendekat ke arah brangkar, ia mengira bahwa perempuan yang berada didalam ruangan ini sedang tertidur namun nyatanya salah, perempuan itu masih terbangun. "gimana keadaannya udah sehat?" tanya farel lembut, perempuan itu kemudian membalikkan badannya yang sedari tadi menghadap kearah jendela kini menghadap kearah farel.


"kata dokternya tadi udah baik baik aja, paling bentar lagi udah boleh pulang" farel hanya menganggukkan kepalanya menanggapi, "bagus deh, lain kali hati hati kalau pilih obat jangan asal beli" ujarnya menasehati, bukannya bermaksud lain tetapi farel memang menganggap citra sebagai adiknya jadi otomatis farel akan mengomeli perempuan itu apabila ia berbuat kesalahan.


"iya iya bawel banget"

__ADS_1


"bawel gini demi kebaikan kamu ya"


citra hanya tertawa menanggapi ucapan lelaki yang duduk disampingnya ini.


farel melirik jam tangan miliknya tak terasa sudah hampir tiga puluh menit ia duduk disini "cit, aku pulang dulu ya. Maaf gabisa nganterin kamu pulang"


"iya gapapa, hati hati pulangnya" farel berjalan keluar setelah memberikan salam, namun belum sempat menjauh dari ruangan itu ia bertemu dengan seorang wanita ber jas putih khas seorang dokter yang sedang berjalan kearahnya.


"loh mas, kok disini bukannya aku nyuruhnya tunggu di ruangan aku aja?" tanya wanita itu setelah ia berdiri tepat didepan farel.


"oh itu tadi aku mau jenguk teman dulu sayang" tangan lelaki itu terangkat untuk mengelus kepala wanitanya.


"oh yaudah deh, aku mau periksa satu pasien lagi karena dia udah boleh pulang hari ini. Tunggu sebentar lagi gapapa kan mas?" farel mengangguk lalu mencium kening sang istri.


"iya gapapa, mas tunggu disini aja ya?" setelah mendapatkan anggukan dari sang istri ia melangkah ke arah kursi yang tersedia disana dan mendudukkan dirinya, sementara Anaya segera masuk kedalam ruangan pasiennya.


"Assalamualaikum" Naya melangkah masuk kedalam ruangan itu dan berjalan mendekat kearah seorang gadis yang sedang duduk diatas brankar rumah sakit. Kemudian ia memeriksa keadaan gadis itu dan melepaskan selang infus yang terpasang ditangan mulus itu dengan hati hati agar sang empu tidak merasa sakit.


" keadaan kamu udah membaik, sebelum pulang kamu ambil vitamin yang ada di apotek dibawah ya"


"iya, terimakasih"


"sama sama, yaudah kalau gitu saya permisi. Ingat pesan saya tadi ya jangan mengkonsumsi obat sembarangan lagi" ujarnya kemudian ia melangkah keluar dari ruangan itu dan menghampiri sang suami yang sedang menunggunya.


"udah selesai nay?"


"iya udah ayo pulang" farel bangkit kemudian mengelus perut sang istri dengan lembut kemudian berbisik disana "sayang umma mu hebat banget ya, hari ini udah nyelamatin banyak orang yang sedang kesakitan" Naya terkekeh mendengar bisikan yang dilontarkan sang suami kepada buah hati mereka yang masih berada didalam perut sang ibu.


"abba nya juga hebat, udah memberi banyak ilmu buat banyak orang"


"haha gemes banget sih istri aku" ujar farel sembari mencubit pipi sang istri yang sekarang sudah agak nampak seperti bakpau "ihh pipi kamu mau jadi kaya bakpau makin gemes dehhh".


"nay tau ga sih, aku dapetin kamu itu kaya surah Al Fatihah" Naya menoleh kearah sang suami yang tengah fokus menyetir sembari mengernyitkan keningnya.


"oh ya?"


"mau tau kenapa?" Farel melirik sang istri sekilas "kenapa emangnya?"


"karena aku baru baca bismillah aja udah Alhamdulillah"


"hah, maksudnya?"


"Gini, aku baru baca bismillah semoga kamu bisa jadi istri aku eh tau taunya langsung baca Alhamdulillah karena ternyata beneran kenyataan dong kamu jadi istri akuu" ujarnya, lalu mengulurkan tangan kirinya untuk mengelus pipi istrinya lembut.


"mas, tau gak persamaan kamu sama pembuluh darah?" tanya Naya, seketika membuat farel menoleh kearahnya lalu mengernyit.


"hah? emang aku sama pembuluh darah sama?"


"sama tau, kamu mau tau?" farel lantas menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"persamaan kamu dengan pembuluh darah itu, kalau pembuluh darah berhenti bekerja ditubuh manusia maka manusia itu otomatis akan meninggal dunia, sama seperti aku kalau kamu berhenti mencintai aku maka otomatis aku juga akan sama seperti manusia yang berhentinya pembuluh darah" jelas naya, farel mendadak menetepikan mobilnya lalu menatap mata sang istri dengan dalam.


"hus gaboleh ngomong gitu, mas akan terus mencintai kamu gaada istilahnya mas berhenti mencintai kamu karena kamu adalah belahan jiwa mas nay, mas sangat sangat mencintai kamu. Ana uhibbuki Fillah habibati" farel langsung menarik Naya kedalam dekapan hangatnya memberikan kenyaman yang sangat teramat kepada sang istri, dibalas dengan pelukan tak kalah hangat dari Anaya.


"ana uhibbuka fillah habibi" bisik bisik Naya ditelinga farel, lalu sepasang suami istri itu saling memeluk satu sama lain dengan pelukan yang sangat erat, memberikan kenyaman yang teramat bagi keduanya.


"udah ya, jangan ngomong gitu lagi mas gasuka" Naya menganggukkan kepalanya, lalu ia menatap farel dengan mata penuh binar, farel yang menyadari bahwa sedang ditatap oleh sang istri pun kembali menoleh kearah Anaya. "ada apa nay?" tanyanya lembut.

__ADS_1


"massss mau makan es krimmm boleh gaaa? boleh ya yaaa" mohonnya, dan jangan lupa wajah imutnya yang sekarang bertambah berkali kalii lipat yang mampu membuat farel tak tahan untuk tidak mencubit pipi perempuannya.


"iya iya boleh, apa sih yang engga buat bidadariku yang satu ini. ayoo let' Goo kitaa makan es krim"


"yeayyy, terimakasih suamiiii" farel terkekeh, lalu ia mengendarai mobilnya kembali dan meleset menuju gerai penjual es krim.


sesampainya cafe khusus menjual es krim dan berbagi jenis makanan penutup lainnya mereka berdua memutuskan untuk duduk dimeja paling pojok agar tidak terlalu bising dan suasananya sangat nyaman.


"kamu mau pesan apa?" tanya farel


"mau es krim strawberry satu topingnya yang banyak ya kak, sama dessert red velvetnya satu, kamu mas?"


"samain aja" waiters tersebut mencatat pesanan mereka lalu berlalu pergi dari sana untuk menyiapkan pesanannya.


"ini kamu yang lagi pengen es krim atau ngidam? biasanya kamu engga terlalu suka es krim apalagi makanan manis"


"gatau tiba tiba pengen banget yang manis maniss"


"wahh ngidam berarti yaa, jadii ini ngidam pertama kamuu??? harus diabadikan inii" riang farel, kemudian ia meraih ponsel yang berada disaku celananya kemudian membuka fitur camera dan memotret sang istri yang sedang menikmati es krimnya yang sudah datang saat mereka sedang berbincang tadi.


"nahh cantik banget Masya Allah, aura ibu hamilnya keluar"


"ih mas malu ah"


"haha kamu kok cantik banget sih nay"


"udah deh jangan gombal mulu, makan itu es krimnya udah meleleh tau"


"iya siap ibu dokter" ujar farel terkekeh, ia kemudian memakan dua makanan manis didepannya ini dengan nikmat.


"wuu cowo makannya kok belepotan" ejek naya sembari mengelap sudut bibir sang suami dengan ibu jarinya


"dih biarin"


"dih dihhh"


setelah puas dengan es es krim dan dessertnya mereka berdua pun memutuskan untuk segera pulang karena sebentar lagi farel ada jadwal bimbingan dirumahnya.


*


*


*


*


aww halloo sampe sini dulu yaaa


Ada yang mau disampaikan buat aku? Naya? Farel? sampaikan dikolom komentar yaaa


follow


ig pribadi aku @firaacaramella


ig khusus cerita ini @pudingstrawberry


tiktok @hiiismefira

__ADS_1


bay bayyy


Wassalamu'alaikum


__ADS_2