Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 17. ada yang mengganjal


__ADS_3

Assalamualaikum man teman, makasih buat yang udah mampir jangan lupa vote and komen yaa..


H


A


P


P


Y


R


E


A


D


I


N


G


*****


farel berjalan masuk kedalam rumah, ia akan istirahat terlebih dahulu sambil menunggu para mahasiswa nya datang untuk melakukan bimbingan, farel duduk ditepi kasur, tangannya bergerak mengambil ponsel yang berada disaku celananya, menggeser layar ponsel itu, farel melihat ada nomor baru yang mengirimnya pesan dengan segera farel membukanya.


📩 0852xx


Halo farell


Iya siapa?


📩0852xx


Ih masa engga tau sih


maaf, saya beneran


Engga tau, anda siapa ya?


📩0852xx


Inii citraaa


Oalah kamu ternyata cit


📩 citra


Hehe save nomor aku


yaaa

__ADS_1


iya, sudah.


📩citra


Okeii makasih farel


gantenggg, sayang deh


iya sama sama.


Farel meletakkan ponselnya diatas nakas dan bergerak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tak lama setelah itu ia keluar dari kamar mandi dengan baju santai yang sudah melekat ditubuhnya, lelaki itu kembali berbaring dikasur.


Dirinya merasa tak nyaman seperti ada yang mengganjal di hatinya, sungguh farel merasa sangat gelisah sekarang.


"ya allah perasaan aku udah benar benar hilang kan? sekarang aku hanya mencintai Naya yang kini sudah menjadi istriku, tidak akan ada nama wanita lain didalam hatiku, tapi kenapa setiap mendengar nama dia aku jadi merasa sedikit penasaran?, Ya Allah jauhkanlah hal hal buruk yang bisa merusak rumah tangga yang sudah hamba bangun dengan susah payah, jangan biarkan satu orang pun masuk di kehidupan kami berdua" batin farel, dirinya bersungguh sungguh tidak akan ada seseorang yang dapat menganggu rumah tangganya dengan sang istri, menjaga Keluarga kecilnya dengan sepenuh hati.


saat sedang asik merenung dengan fikiran yang sudah berkelana entah kemana suara bel yang berasal dari pintu depan mengalihkan fokus farel, ia beranjak keluar dari kamar untuk melihat siapa yang berkunjung kerumahnya.


"assalamualaikum" farel membukakan pintu lalu menjawab salam dari para mahasiswa yang ternyata sudah datang ke rumahnya.


"waalaikumsalam, mari masuk" mereka mengangguk kemudian masuk dan duduk disofa ruang tamu rumah minimalis tersebut, farel berjalan kedapur untuk membuatkan minuman kepada para tamunya.


Tak berselang lama dirinya kembali ke ruang tamu dan mendapati para mahasiswanya yang sudah duduk rapi disana dengan laptopnya masing masing.


"ini diminum ya" ujar farel meletakkan minuman yang dia bawa keatas meja, lalu duduk disofa kosong yang tersisa, mahasiswa yang berkunjung ada sekitar lima orang tiga laki laki dan dua lainnya perempuan.


"baik, bisa kita mulai sekarang?" mereka mengangguk, farel kemudian menjelaskan beberapa materi yang diperlukan.


***


"nay, nayyy sibuk ga?" Naya menoleh ke asal suara disana terdapat sahabatnya dari saat masih kuliah dulu, Nina.


"engga sibuk, kenapa emang nin?" Tanya Naya sembari menatap wajah kegirangan dari sang sahabat.


"temenin gue yuk, liat dress" Nina menarik narik lengan Naya yang berbalut jas putih.


"hah? dress apaan, untuk apa?" tanya Naya kaget. Tumben sekali Nina mau membeli dress biasanya gadis itu hanya akan memakai gamis biasa untuk suatu acara acara tertentu.


"dress simple gitu, buat acara lamaran gue lah masa buat pergi melayat" sahut nina sebal, sementara Naya hanya menyengir. Namun sedetik kemudian wanita itu melototkan matanya kaget akan ucapan yang keluar dari mulut sahabat sohibnya.


"seriusan, kamu lamaran??" Tanya Naya antusias.


"serius nayaku sayanggg" Nina mencubit kedua pipi Naya dengan gemas.


"ihh selamat sayangkuu, ayoo kita liat dress buat acara kamu" Nina mengangguk, kemudian mereka berdua berjalan menuju area parkiran dan masuk kedalam mobil milik nina melajukan perjalanan ke butik yang ditujukan oleh Naya, butik dimana Naya membeli baju pengantin saat acaranya dengan sang suami.


Namun sebelum itu Naya lebih dahalu menghubungi sang suami untuk meminta izin dan agar farel tidak perlu repot repot menjemputnya di rumah sakit.


Saat sampai dibutik yang dituju Naya dan Nina berjalan masuk dan disambut dengan ramah oleh para pegawai disana, mereka berdua dituju ke ruangan sang pemilik butik yang tidak lain adalah tante dari farel.


"assalamualaikum tantee" salam naya lalu mencium punggung tangan wanita tersebut di ikuti Nina.


"waalaikumsalam Naya, tumben kesini ada perlu apa?" tanya Tante fara ramah.


"ini loh tan, sahabat nay mau lamaran jadi kita berdua mau lihat dress buat acaranya" jawab Naya, diangguki Nina.

__ADS_1


"wahh selamat loh, oh ya bajunya warnanya udah ada atau belum?"


"Udah tan, warna coklat calon udah pilihin warna coklat, trus nanti pake rok batik gitu warna hitam" jelas Nina.


"Oke deh, sebentar Tante suruh cari dulu ya" Nina mengangguk.


"btw calonnya kerja apa? kamu dokter kan kaya Naya?"


"iya saya dokter Tan, Alhamdulillah calon saya seorang abdi negara Tante hehe"


"Abdi negara loh tan, Briptu farid ya gak nin?" goda Naya, Naya tertawa melihat wajah Nina yang sudah merah padam entah karena malu digoda Naya atau karena salting"


"ini buk bajunya" keberadaan seorang pegawai yang berbicara dengan Tante fara mengalihkan atensi mereka.


"oh iya, terimakasih ya" pegawai tersebut mengangguk lalu melenggang pergi.


"ini Nina dicoba dulu" Nina mengangguk kemudian berdiri dan menuju keruang ganti, tak berselang lama Nina keluar dengan dress mewah yang terlihat sangat elegan berwarna coklat muda dengan rok batik span berwarna hitam.


"masyaallah nin cantik banget, pasti si Farid nyesel cuma tunangan doang engga langsung nikah, kan engga bisa Mandang lama lama" ujar Naya.


"gimana Nina nyaman bajunya?"


"nyaman banget Tante, Nina ambil ini aja deh"


"oke" Nina kembali berjalan kearah ruang ganti dan mengganti dress itu dengan baju gamis yang ia kenakan tadi.


"yaudah Tan, kita permisi ya assalamualaikum" pamit keduanya ketika sudah membayar dress tadi.


"iya sama sama, waalaikumsalam" jawab Tante fara, Naya dan Nina berjalan menuju mobilnya dan mengendarai mobilnya menuju rumah Naya.


"Mampir makan bakso dulu mau gak nay?" tanya Nina kepada Naya yang duduk disampingnya.


"bolehh yuk" Nina mengangguk dan mulai membelokkan mobilnya menuju sebuah gerai penjual bakso langganan nya.


Keduanya telah sampai di gerai bakso tujuannya dan segera duduk disalah satu meja yang kosong.


"pak kaya biasa dua ya, minumnya es teh manis" ujar Nina pada bapak bapak pemilik gerai tersebut.


"oh ya baik neng, tunggu sebentar ya" keduanya mengangguk, kemudian bapak bapak tersebut segera melangkah pergi untuk membuat pesanan pelanggan setianya.


"Nay, nikah enak ga sih?" Tanya Nina memulai topik pembicaraan mereka.


"tergantung gimana kita jalaninnya aja sih, terus juga bimbingan dari suami yang paling penting"


"kalau begituan enak ga?"


"nikah dulu baru rasain enak engganya"


"yeuu songong mentang mentang udah nikah" Nina mendelik sebal, sedangkan naya hanya tertawa mendengar jawaban dari Nina.


Tak lama pesanan keduanya datang, mereka berdua langsung melahap bakso pesanannya dan segera kembali ke rumah masing masing.


****


Segitu dulu yaaa manteman makasihh assalamualaikum

__ADS_1


__ADS_2