
Assalamualaikum man temannn
thank you buat yang udah mampir ke lapak aku, jangan lupa tinggalin jejak dengan cara vote dan komen yaaa
Happy reading 💞
Di lorong rumah sakit yang senantiasa ramai diisi oleh orang orang, Naya berjalan dengan santai menuju mushola yang terdapat dirumah sakit tempat ia bekerja guna melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam. sesampainya ia di mushola Naya langsung mengambil wudhu dan masuk ke area dalam, sambil memakai mukenanya Naya mengamati sekeliling mushola itu, lumayan sepi hanya ada sekitar tiga orang saja yang berada disana termasuk dirinya, pandangan Naya berhenti pada seorang remaja laki laki yang sedang menangis di depan sana, Naya mengetahuinya karena melihat laki laki itu yang menunduk dengan bahu bergetar, tak mau ambil pusing dengan remaja didepannya ia pun langsung melaksanakan sholatnya yang sempat tertunda tadi.
Selesai sholat dan hendak melangkah pergi, namun ia urungkan karena remaja yang dilihatnya tadi tak kunjung pergi dan masih senantiasa dengan tangisan dalam diamnya, merasa tak tega Naya melangkah menghampiri remaja tersebut.
"assalamualaikum" salam naya kemudian duduk tepat didepan remaja tersebut.
"waalaikumsalam" lirihnya, Naya dapat mendengar suara yang keluar dari remaja dihadapannya sangat kecil dan parau.
"kamu sudah sholat?" tanya Naya mencoba membuka obrolan karena beberapa menit setelah remaja tadi menjawab salamnya hanya ada keheningan dan kecanggungan diantara keduanya.
remaja itu hanya menganggukkan kepalanya lesu.
"kenalin saya anaya, kebetulan saya seorang dokter disini" ujar Naya memperkenalkan diri, remaja itu mengangkat kepalanya menatap Naya dengan tatapan yang berbinar yang terpampang jelas dimata tajamnya yang memerah.
"kakak dokter spesialis" tanyanya, Anaya menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"iya, kakak dokter spesialis jantung." Jawab Anaya, ia merasa sedikit penasaran pada remaja tampan ini.
"nama kamu siapa?" Sambungnya.
"Rian nama saya rian, kakak beneran dokter spesialis jantung?" tanyanya semangat, pandangan remaja bernama Rian itu tak luput menatap naya penuh binar.
"iya kakak dokter, nih kalau kamu engga percaya liat aja" Naya menunjukkan kartu tanda pengenal yang berada di jas putihnya kepada Rian.
"kakak bisa sembuhkan pacar Rian kan?" Naya mengernyitkan keningnya bingung akan ucapan Rian.
__ADS_1
"maksudnya?"
"pacar rian terkena penyakit jantung koroner, bodoh banget ya aku baru tau penyakitnya disaat keadaan pacar aku yang sedang kritis" Rian terkekeh miris. Ia sadar, dulu waktu gadisnya mengeluh sakit dan memintanya untuk ditemani ke rumah sakit dengan kasar dirinya menolak dengan alasan sahabatnya yang juga sedang sakit.
"tunggu, pacar kamu azira bukan?karena pasien kakak yang terkena penyakit itu dan seumuran kamu hanya azira" jelas Naya, Rian menganggukkan kepalanya patah patah, tatapannya nampak sayu.
"iya, dia pacar Rian yang cantik, baik, lucu, Rian cintaaa banget sama dia. dokter bisa sembuhkan zira kan? Rian mau minta maaf sama zira karna udah nyia nyiain dia selama ini, Rian banyak banget salah sama zira, seharusnya zira marah, zira pukul Rian, zira putusin Rian, tapi yang zira lakuin cuma tersenyum seolah olah Rian engga ngelakuin apa apa sama dia" lirih Rian, kepalanya tertunduk dalam, air mata kembali mengalir di pipinya. Naya tertegun mendengarnya, apa maksud remaja di depannya ini? cinta tapi menyia nyiakan?.
"ehm kakak engga bisa menjamin, kita berdoa sama Allah ya, semoga zira bisa sembuh dari penyakitnya dan kalian bisa bersama lagi" tenang Naya, jujur dirinya juga merasa sedih melihat remaja ini menangis dalam diam, tidak ada isakan yang keluar hanya air mata yang mengalir deras membasahi pipinya, lelaki itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
"yasudah kakak permisi dulu, ingat jangan putus asa, dan selalu berdoa sama Allah ya, kakak pamit Assalamualaikum" Naya berlalu pergi dari sana meninggalkan remaja tadi yang masih senantiasa duduk di dalam musholla.
"ya allah sembuhkanlah azira, dia gadis baik banyak orang yang menyayanginya dan tidak ingin dia pergi" batin naya
***
"Assalamualaikum, loh mas udah dari tadi?" Naya masuk ke dalam ruangannya dan menempati seorang lelaki dengan kemeja berwarna navi sedang duduk di ruangannya sambil melihat berkas berkas yang berserakan.
"waalaikumsalam, engga kok baru aja nyampe" Naya mengangguk lalu duduk disamping suaminya.
"sholat zhuhur di mushola" farel tersenyum sembari mengelus pucuk kepala sang istri.
"nih makan dulu, belum makan kan?" Naya mengangguk, kemudian membuka bungkusan yang farel bawa. Menyuapi makanan yang diberikan oleh sang suami ke mulutnya, mereka berdua makan dengan tenang, sesekali Naya menyuapi farel yang merengek seperti anak kecil.
setelah makan naya keluar untuk membuang bungkusan bekas mereka tadi, matanya tak sengaja melirik kearah ke seorang remaja yang nampak berjalan dengan santai melewati koridor dengan membawa sebotol air mineral, setelah punggung remaja tadi hilang dibalik tembok Naya segera melangkah masuk kembali kedalam ruangannya dan duduk disamping sang suami.
"cape hm?" tanya farel ketika naya menyenderkan kepalanya didada bidang miliknya.
"iya cape tau" farel mengelus punggung Naya dengan lembut dan sesekali mencium pucuk kepala Naya.
"eh mas tau gak sih, tadi di mushola aku ketemu sama anak laki laki namanya Rian dan katanya dia pacarnya azira pasien yang waktu itu pernah aku ceritain sama mas" ujar naya, tangan mungilnya sibuk memainkan kancing kemeja sang suami.
__ADS_1
"oh ya? terus gimana, kamu ada ngomong banyak sama dia?"
"engga banyak sih mas, tadi waktu ketemu dia lagi nangis di mushola dari pertama aku masuk sampai aku selesai sholat terus karna ga tega aku samperin terus dia cerita kalau dia pacarnya azira dan dia kaya seneng banget pas tau kalau aku dokter jantung, dia mohon mohon sama aku supaya sembuhkan zira dan juga katanya dia cinta banget sama pacarnya tapi sayang dia menyia nyiakan azira" ujar Naya panjang lebar.
"maksud menyia nyiakan itu gimana?"
Tanya farel mulai penasaran, biasalah dia mah orangnya suka kepo.
"gatau, mungkin selingkuhi zira dan dia juga baru dikasih tau kalau zira sakit maka dari itu dia nyesel banget"
"anak muda bisa aja ya, masih kecil udah pinter selingkuh nanti pas gede poligami lagi ckck"
"kamu sendiri ada niatan mau poligami?"
"engga lah ngapain poligami toh aku udah dapat istri yang super masyaallah paket lengkap gini, emang nya kamu mau aku poligami?"
"aku bedah jantung kamu" ancam Naya sambil menjewer telinga farel dengan gemas.
"ngerii banget sih istri aku" farel memeluk anaya, menciumi seluruh wajah sang istri Naya tersenyum dan membalas pelukan sang suami.
"semoga omongan kamu bisa dipercaya mas" batin naya.
***
Segitu dulu vrend hehe..
Follow Instagram aku @firaacaramella
twitter@arifasafi1
tiktok@hiiismefira
__ADS_1
Byee
Wassalamu'alaikum wr.wb