Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 33. pertengkaran


__ADS_3

Assalamualaikum man teman terimakasih buat yang udah mampir jangan lupa ninggalin jejak dengan cara VOMEN yaa dan follow juga profil aku.


#typo bertebaran


happy reading πŸ’—πŸ’


"nay, jalan jalan yuk" ajak farel, hari sudah berganti menjadi malam kedua suami istri itu baru saja selesai melakukan makan malam berdua dengan sangat hangat. Tidak ada perdebatan diantara keduanya padahal seharusnya malam ini adalah malam panjang yang akan dipenuhi dengan perdebatan dan isak tangis dari Anaya, namun semuanya tidak terjadi karena naya lah si pemilik hati sehalus sutra yang tidak ingin memulai perdebatan dengan sang suami, semuanya yang ia ketahui tadi dan beberapa waktu belakangan biarlah farel yang menjelaskan atau Allah sendiri yang akan menunjukkan apa yang terjadi, jadi tugas Naya hanyalah memendam dan menunggu saat itu tiba, ia berjanji jika fakta yang akan terbongkar menyakiti dirinya maka ia tak akan berdiam lagi, Anaya akan pergi.


farel melihat sang istri yang tak kunjung menjawab pertanyaannya dan malah menatap kosong kebawah mengernyit heran, ada apa dengan istri kecilnya ini


"Nay, ayo" ujarnya sembari mengelus pipi Naya lembut.


"hah? kemana mas?"


"jalan jalan"


"ih diluar mendung, paling bentar lagi hujan"


"kan kita pake mobil, jadi gak bakal kehujanan dong. Ayo ihh anak abba pasti mau jalan jalan sama abba dan umma nya, iya kan sayang" farel mengelus perut buncit Naya dan menempelkan telinganya diperut sang istri.


"ihh dia nendang, tuh kan bener cantiknya abba mau jalan jalan" pekik farel riang, sebab ia merasakan ada sebuah tendangan dari dalam perut Anaya.


"yaudah ayo, bentar aku ganti baju dulu" saat hendak melangkah lengan Naya ditarik oleh sang suami dan farel menuntun Naya untuk duduk di pangkuannya.


"gausah ganti baju, gini aja udah cantik nanti kalau kamu ganti baju plus dandan kecantikan kamu makin bertambah dan mas engga Ridha kecantikan istri mas di pandangan oleh orang lain, termasuk laki laki" bisik farel ditelinga Naya, hal itu mampu membuat jantung Naya berdetak dua kali bahkan lima kali lebih cepat dan rona merah kini muncul di pipi chubby nya.


"yaudah engga, ayo" Naya hendak bangkit dari pangkuan farel namun tidak bisa karena farel menahan pinggangnya, wajah farel mendekat kearah wajah Naya yang merah padam deru nafas keduanya mulai bisa dirasakan satu sama lain, dengan pelan farel menarik tengkuk perempuannya dan menempelkan bibir tebalnya pada bibir tipis sang istri.


awalnya bibir mereka hanya menempel namun beberapa detik kemudian farel mulai membuka bibirnya dan memaksa Naya untuk membuka mulutnya juga, dan ******* pelan namun panas terjadi, sepuluh menit sudah berlalu Naya merasakan nafasnya yang kian menipis ia memukul bahu farel pelan, paham dengan maksud sang istri farel pun melepaskan pautan keduanya dan tersenyum manis.


"manis, kamu sangat bisa membuat mas melayang, mulai dari ini, ini, ini dan ini semuanya adalah candu bagi mas" farel berucap sembari menunjuk pipi, bibir, dada, dan seluruh tubuh Naya.


"masss" Naya menunduk malu, ah pipi dan telinganya sangat panas seperti terbakar, "dalem sayang".


"kamu kok gemesinnn banget sihhhh, padahal mau jadi umma loh tapi kaya masih abg lima belas tahun" farel mencubit hidung mancung Naya dengan gemas.


"ihh udah, ngegombal mulu ayo jalan jalan" Naya berdiri dari duduknya dan menarik tangan farel dengan kuat.


****


Naya dan farel kini berada di cafe, setelah puas mengelilingi kota Jakarta keduanya pun mulai merasa lapar lagi dan memutuskan untuk pergi ke cafe untuk mengisi perut. setelah duduk disalah satu meja yang berada di rooftop cafe tersebut keduanya memesan makan dan bercengkrama sembari menunggu pesanannya datang.


"mas"


"hmm"


"mass"


"iyaa"


"MASS IHH"


"kenapa ya habibati" blus, Naya kembali salting dengan ucapan yang keluar dari mulut sang suami, padahal hanya tiga kata sederhana namun mampu membuat Naya melayang tiada tara.


"kenapa, tadi manggil sekarang kok malah diem"


"g-gapapa, lagian kamu asik sama ponsel akunya didiemin"

__ADS_1


"Loh bukannya kamu dari tadi cerita ya, sampai sampai mas engga dapat cela buat ngomong, sekarang kok malah nyalahin mas"


"kamu nya asik sama ponsel" farel meletakkan ponselnya diatas meja, matanya menatap Anaya dengan tatapan penuh kasih sayang sebelah tangannya bergerak mengelus pucuk kepala sang istri dengan senyuman manisnya yang mampu memabukkan seorang Anaya shaquella.


"maaf ya, sayang"


"iya, aku maafin"


makanan pun tiba, dengan semangat Naya memakan makanan favoritnya yaitu nasi goreng dengan telur ceplok setengah matang diatasnya, dipadukan dengan teh hijau dingin, sungguh sesederhana itu makanan favorit Anaya, padahal bisa dibilang Naya terlahir dari keluarga yang bisa dibilang lebih dari mampu, farel tiada henti terkagum dengan sifat sang istri yang serba sederhana.


"pelan pelan makannya, itu lelehan kuning telurnya pada belepotan gini" farel mengomel sambil membersihkan sudut bibir Naya dengan tisu.


"yaa biarin, wlee"


"nakal ya kalau dibilangin" keduanya kembali makan dengan tenang sehingga bunyi getaran yang berasal dari ponsel farel yang berada diatas meja mengalihkan atensi keduanya.


"ada pesan masuk tuh mas"


"udah biarin aja"


"ihh diliat dulu, siapa tau penting" Naya mengambil ponsel milik farel, disana tertera nama citra yang berada layar utama pertanda pesan itu dikirim oleh citra, dengan sekali hentakan Naya menjulurkan ponsel yang berada di genggamannya kepada farel, farel yang membaca nama yang tertera disana pun langsung melotot kaget.


"tuh dibaca, sahabat kamu kan? siapa tau penting" Naya kembali berucap membuat farel tersadar dari keterkagetannya.


"i-iya" farel membuka roomchat nya dan membaca pesan yang dikirim oleh gadis bernama citra itu.


πŸ“© Citra


rel, dimana?


tolong aku


TOLONG RELL


AKU TAKUT


kamu dimana?


πŸ“© Citra


apartemen


dia ngikutin aku sampe ke apart


dan dari tadi ngetuk pintu kamar aku


aku takut rel


oke, tenang ya


Aku bakalan kesana sekarang


πŸ“©Citra


Makasih banyak rel


Farel menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celana, ia memandang Naya dengan pandangan panik dan khawatir "kenapa mas?" Naya yang peka dengan tatapan farel memutuskan untuk bertanya, padahal hatinya sedang dilanda cemburu sekarang.

__ADS_1


"nay, mas harus tolongin citra dia dalam bahaya, kamu pulang naik taksi ya? mas pesenin"


"emang harus kamu yang nolongin dia? kenapa engga teman temannya yang lain, kenapa harus kamu?"


"nay pliss, ngertiin kondisi sekarang citra dalam bahaya, aku harus tolongin dia sekarang, kamu pulang sendiri ya?" farel menatap Naya dengan pandangan memohon.


"terus kalau aku pulang sendiri bisa dipastikan bakal engga ada bahaya? kamu lebih mentingin perempuan itu dibanding aku yang notabenya istri kamu dan anak yang ada didalam kandungan aku?"


"nay jangan mulai, aku lagi engga mau berantem"


"AKU JUGA ENGGA MAU BERANTEM, TAPI KAMU DULUAN YANG MANCING"


Brakk


farel menggebrak meja dengan sangat kuat sehingga beberapa orang yang berada disana melirik ke arah suami istri itu, namun farel tak peduli lelaki itu menatap wanita didepannya dengan sangat tajam.


"UDAH YA GAUSAH MANJA, KAMU DULUAN YANG MANCING EMOSI, SEKARANG TERSERAH KAMU MAU PULANG ATAU ENGGA PAKE TAKSI YANG AKU PESANIN TADI, AKU PERGI" dengan terburu buru farel melangkah pergi meninggalkan Naya yang masih dalam keterkejutannya, air matanya tak bisa dibendung lagi. Sakit sangat sakit ketika ia mengetahui bahwa suaminya baru saja membentaknya hanya karena perempuan itu.


tak tahan dengan beberapa pasang mata yang menatapnya dengan berbagai macam tatapan, ia sungguh risih dengan semua tatapan yang dilayangkan orang orang kepadanya, dengan tergesa naya pun menaruh uang untuk pesanan mereka tadi dan pergi dari sana dengan air mata yang terus mengalir.


kini Naya duduk dikursi taman yang berada disebelah cafe tadi, ia mencancel taksi yang dipesankan oleh farel kepadanya, dirinya sekarang butuh ketenangan dan tidak ingin pulang ke rumah.


"hiks ya Allah sakit, ini sangat sakit. Kenapa ujiannya datang disaat kita akan menyambut putri pertama kita, hamba takut mas farel kelewatan batas, hamba tidak ingin putri hamba terlahir tanpa adanya seorang ayah, sungguh hamba tidak sanggup membayangkan nasib putri kecil hamba ya Allah" isakan Naya mulai tak beraturan, deru nafasnya memburu, beberapa kali wanita itu memukul dadanya dengan sangat keras.


sudah satu jam Naya berada di taman dengan tangisan yang menghiasi malamnya yang gelap, ia mendongak ke atas saat beberapa tetes air mulai jatuh ke permukaan bumi, tetesan itu mulai deras, Naya yang kini sudah mulai basah kuyup karena hujan yang terus turun membasahi bumi, tubuh mungilnya mulai menggigil, wanita itu memberanikan diri untuk berdiri dipinggir jalan guna menunggu taksi yang lewat, keadaan sedang berpihak kepadanya sebuah taksi perlahan berhenti tepat didepan Anaya berdiri, dengan segera Naya memasuki taksi tersebut dan pulang ke rumah.


***


dilain tempat farel baru saja tiba diparkiran apartemen tempat citra tinggal, setelah memarkirkan mobilnya lelaki itu mulai berlari dan menuju ke lantai sepuluh tempat kamar milik citra berada, sesampainya didepan kamar farel mengernyit ketika mendapati tidak ada seorang pun disana, farel menekan bel yang berada di pintu kamar tersebut dan tak menunggu waktu lama citra membukakan pintu.


"man__" ucapan farel terhenti karena dengan sangat tiba tiba citra menarik lengannya hingga masuk kedalam kamar milik gadis itu.


"takut, kamu temenin aku malam ini ya?" citra memeluk tubuh farel dengan sangat erat, tangan farel bergerak untuk mengelus surai hitam milik citra.


"stt, iya aku bakal nemenin kamu jangan takut" ujar farel, citra nampak tersenyum tipis dibalik pelukannya.


"t-tadi dia ngikutin aku waktu aku lagi di supermarket, dan dari tadi juga dia gedor gedor pintu kamar aku tapi kayanya sekarang udah diusir sama satpam"


"syukurlah kalau begitu, sekarang mending kamu tidur ya" citra mengangguk, farel membaringkan gadis itu diatas kasur dan menyelimuti tubuh mungil citra, kemudian farel duduk disebelah citra dan mengelus kepala citra dengan lembut, perlahan kantuk mulai menyerang citra, hingga akhirnya gadis itu masuk ke alam mimpi.


ah farel kenapa kamu bodoh sekali, jelas jelas istrimu lebih membutuhkan mu sekarang


***


haii gengg sampai sini dulu ya, ada yang mau disampaikan ke aku? Farel? Naya? Atau citra? Sampaikan dikolom komentar yaaaa


Oh ya, disini aku mau minta tolong sama kalian siapa tau ada yang berkenan buat promosi cerita aku dimedia sosial kalian, kan kalau ramai pembaca mood aku jadi makin semagat buat namatin ceritanya hihii


tag akun


ig @firaacaramella


@pudingstrobery


tiktok @hiiismefira


paypay

__ADS_1


Wassalamu'alaikum


__ADS_2