
Preview.
Queena menatap wajah lelaki yang disukainya di layar ponselnya, Rick Anderson teman sekelasnya. Rick adalah pemain basket paling jago di sekolahnya, incaran para gadis di sekolah. Usia Rick sama dengan dia, sebentar lagi akan genap 17 tahun. Meskipun semua gadis berebut mengincar Rick, tapi lelaki itu mengatakan pada Queena bahwa Rick hanya menyukai dia. Senyum di bibir Queena semakin lebar.
"Nona, Tuan Vard pulang."
__ADS_1
"Daddy!" gadis polos itu berteriak semangat, sudah seminggu Daddy-nya tak pulang. Dia turun dari rebahan nya di ranjang, berlari keluar kamar.
Vard melihat Queena meloncat-loncat kegirangan turun dari atas tangga, gadis kesayangan nya. "Daddy pulang, sayang!" ia merentangkan kedua tangannya lebar.
Gadis ceria dengan tinggi 163cm dan bobot badan 52 kg itu melompat ke dalam pelukan sang Daddy. Ia mencium kedua pipi sang Daddy. "Miss u Dad..."
"Nggak! Berikan dulu hadiahku, Dad!" manjanya.
__ADS_1
"Baiklah, ayo buka hadiahnya di kamar. Daddy capeek..."
Queena mengangguk.
Vard tidak menurunkan tubuh gadis kesayangan-nya itu dari gendongan, ia berjalan ke atas menuju kamarnya masih dengan memangkunya dalam pelukan. Saat di dalam kamar, Vard menurunkan barang yang ia bawa di tangannya di atas meja, "Sekarang turun, lihat hadiahmu."
Tapi Queena yang merindukan Daddy-nya tak menurut, ia terus mencapit pinggang sang Daddy.
__ADS_1
"Queena..." lirih Vard, dia sedang menahan hasratnya. Sejak Queena bertumbuh menjadi gadis remaja, setiap mereka berpelukan seketika hasratnya akan bereaksi, gairahnya bergejolak. Sudah sering ia sengaja menghapus perasaan yang tumbuh dalam hatinya, dia selalu pergi dari rumah untuk alasan bekerja. Tapi ia tak tahan harus terus berjauhan, hatinya sakit karena merindukan gadis itu.