Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Pangeran Ke-3 Monako.


__ADS_3

Steve membuka pintu kamar rawat Amber dengan perlahan, takut jika sepupunya itu sedang tertidur ia akan membangunkan nya.


Benar saja, adik sepupunya itu sedang tertidur tapi saat melihat seseorang yang sedang tertidur di sofa ia langsung waspada.


Steve berjalan mendekat, memeriksa wajah orang itu. "Pangeran Pierre?!" teriaknya terkejut.


Seketika dua pasang mata terbuka, Pierre juga Amber.


"Kak Steve, kamu sudah datang." Amber mengucek matanya memanggil nama sepupunya.


Tapi Steve tak berbalik, ia masih menatap wajah Pangeran yang juga baru terbangun. "P-pangeran, kenapa Anda bisa disini?" sekali lagi ia memanggil Pierre dengan gelar pangeran nya.


"Pangeran? Dia?!"


Pierre menghela nafas, tak disangka jauh-jauh dari negerinya malah bertemu orang yang dikenal dan mengenalnya. "Uhuk.. hai, Tuan Steve. Lama tak jumpa, kapan kamu akan ke negaraku lagi?"


Pierre lalu berbalik pada Katlin, "Katlin, apa Tuan Steve yang kamu bilang adalah saudaramu?"

__ADS_1


"I-iya, sebenarnya dia saudara temanku tapi kami sudah seperti saudara juga. Tunggu, kamu benar adalah seorang Pangeran?"


"Ya, aku sedang berwisata tak disangka aku kesasar dan malah ditipu para preman membuatku jadi bergini."


"Tapi kamu bilang orang-orang yang memukulmu adalah orang yang sering menyakiti dan mengurungmu?!"


Pierre mendesah, tadinya ia tak ingin membongkar identitas aslinya. "Hehe... mereka adalah para body guard-ku yang dikirim Ayahku untuk menjagaku juga untuk mendisiplikanku."


"Haahhh?" Amber bahkan tak bisa berkata-kata mendengarnya, padahal ia sudah merasa iba pada pria itu.


"Katlin, Tuan Steve. Biarkan aku bersembunyi dari para penjagaku sebentar saja, 1 bulan. Tidak! Itu terlalu lama. Satu minggu... Pliiss?"


Mata Steve terbelakak, apa setelah Amber berganti tubuh otaknya juga ikut tak waras? Harusnya dia tau nama Pierre itu nama Prancis dan sudah pasti Pangeran akan mengerti apa yang diucapkan karena bahasa sehari-hari sang Pangeran di negaranya adalah bahasa Perancis! Pikir Steve.


"Hahahahaha... hahahaha... " Pierre memegang perutnya seraya tertawa terbahak-bahak, "Astaga! Aku tak menyangka ada orang yang berani mengatai seorang Pangeran bodoh! Hahaha..."


Amber terkejut seketika menunduk malu, mulut sialan! Kenapa sekarang aku sering menjadi bodoh! Amber... namanya saja sudah Pierre, kau memang bodoh! Rutuknya dalam hati baru menyadari nya.

__ADS_1


"Désolé..." Amber meminta maaf, ia benar-benar merasa malu.


"Tidak apa-apa, jadi bisakah permintaanku tadi kalian penuhi? Sembunyikan aku sebentar saja, aku ingin menikmati negara Austria-mu ini dengan damai..." Pierre berwajah menggemaskan, ia menatap Amber dengan mengedip-ngedipkan kedua matanya.


Steve yang menjawab, "Tentu saja Pangeran, kita sudah beberapa kali bertemu dalam beberapa acara resmi. Jangan sungkan padaku, kebetulan aku juga sedang disini sebelum kembali ke Perancis. Jadi, setelah Anda puas berjalan-jalan apakah Anda akan segera kembali ke Negara Monako?"


"Ya, tentu saja." Jawab Pangeran meyakinkan.


Steve lalu menoleh pada Amber, "Katlin, aku perkenalkan secara resmi Pangeran Pierre Alexandre, beliau adalah Pangeran ke-3 adik dari Pangeran Monako yang saat ini sedang memegang tahta. Setelah Ayah beliau sakit, kursi kepangeranan diduduki oleh kakak pertama Pangeran Pierre."


Amber mengangguk, seketika dia memberi hormat. "Salam untuk Pangeran, maaf aku tidak mengenali Anda."


"Tidak! Tidak! Aku tidak menerima kehormatan ini, aku ingin kamu bicara seperti pertama kali tadi dengan bebas, Katlin. Juga panggil saja aku dengan namaku, Pierre."


"Hah?" Amber menatap kakak sepupunya, Kak Steve mengangguk padanya.


"Oke, Pierre."

__ADS_1


Pangeran Pierre tersenyum senang, tapi tetap saja pikiran nya terganggu, kenapa setelah mengetahui identitasnya Katlin masih tetap saja tak mengenalinya?


__ADS_2