
---21+... Ada adegan bikin ngiler pagi-pagi! Gak suka skip, wkkwk.
...*******...
Tok... Tok... Tok...
"Room service!"
Kening Pierre mengerut, ia merasa tak memesan pelayanan kamar. Ia membuka pintu, menatap seorang pria memakai pakaian staff kapal pesiar. Dia atas meja dorong makanan, ia melihat 1 botol wine, juga cemilan seperti salad buah dan cake, "Aku tidak memesan semua ini."
"Aku yang memesan nya, Pierre. Aku yang telepon lewat ponselku," ujar Amber keluar bathroom dengan gaun tidur panjang ditutup jubah, ia menggoyangkan ponsel di tangan nya.
"Kamu tau nomer service di kapal ini?" tanya Pierre.
"Tentu saja, itu ada di buku tamu. Aku tadi sudah save nomernya."
"Ahhhhh, oke." Pierre menoleh pada staff kapal, "Bawa masuk."
Eric yang sudah menyamar mendorong masuk troli makanan ke dalam kamar, ia menoleh ke amber mengedipkan sebelah matanya.
Amber menahan senyum nya, tak ingin memancing kecurigaan Pierre.
Eric menaruh makanan dari atas troli ke atas meja di kamar satu persatu, lalu dia menunduk undur diri keluar kamar. Setelah diluar ia memperingati Amber, "Sayang, jangan meminum wine-nya. Aku sudah memasukkan obat tidur ke dalam nya."
Amber mendengarnya, ia lalu duduk dan memakan salad buah. "Pierre kemarilah, ayo minum dan makan cemilan ini sebelum kamu mandi."
Pria itu berjalan ke tempat duduk, ia duduk lalu mengambil salad buah dan memakan nya.
__ADS_1
Amber menuangkan wine ke gelas, ia juga menuangkan ke gelas miliknya. " Ayo bersulang, tadi kamu terlalu sibuk berdansa sampai lupa minum denganku."
Pierre tersenyum, dia mengambil gelas yang disodorkan Katlin lalu meminum nya. Ia menghabiskan setengah gelas.
Amber berpura-pura meminum nya tapi saat di bibir ia menahan bibirnya agar wine tak mengalir masuk. "Hahhhh, aku sangat menikmati hari ini. Terima kasih Pierre, dimana lagi aku akan dapatkan pria sepertimu." Ia melihat ke arah pria itu melihat mata Pierre sudah mulai berkabut.
Pierre tersenyum senang mendengar penuturuan Katlin, ia memajukan wajahnya mendekatkan bibir ingin mencium wanita itu.
Blugh! tiba-tiba kepala pria itu terkulai ke belakang.
Amber segera memeriksanya. "Pierre? Pierre?" ia mengibas-ngibas melebarkan telapak tangan nya di wajah pria itu, ternyata berhasil Pierre sudah tertidur.
"Berhasil, dia sudah tumbang," ujar Amber pada Eric.
"Buka pintu, aku masuk," balas Eric.
Eric langsung mengangkat tubuh tinggi langsing Amber, "Sekarang mari tuntaskan misi khusus kita berdua yang belum selesai, hukuman untukmu tak bisa menunggu lagi."
"Eric, jangan terlalu kejam padaku," Amber memonyongkan bibirnya.
Eric tak menjawab, ia membawa tubuh Amber dan menjatuhkan nya di atas ranjang. "Waktunya memberi hukuman."
"Apa Pierre tidak akan bangun? Kamu yakin? Cctv diluar juga aman, kan?"
"Percayalah padaku."
Eric menarik gaun tidur Amber dan membuka seluruh pakaian nya sendiri hingga mereka berdua telanjang, mulutnya mulai bermain di leher Amber turun ke dada menghisap nya, jari tangan Eric mengusap bibir kenyal wanita itu.
__ADS_1
Wanita itu menjilat jari-jari tangan Eric, menghisapnya. "Eric..."
Eric mengangkat kepalanya dari benda kenyal yang sedang di nikmatinya, melihat mata Amber sudah berkabut, "Katakan sayang... kau ingin?"
"Aku ingin..."
Tapi Eric masih ingin menghukum wanita itu, ia tak memberikan keinginan Amber, tangan nya menangkup sebelah dada Amber memainkan ujung dada mengelusnya.
"Ahhh~" tubuh Amber terangkat, dia sudah tak bisa menahan nya lagi. "Eric..."
Jari tengah Eric mulai masuk ke dalam milik Amber, menekan dan mengusap kli toris wanita itu memainkan nya. Tubuh Amber mengge linjang dengan hebat.
"Ahhh~ Eric... hahhh... aku mohon jangan siksa aku..."
"Kau ingin jariku, pistolku... atau lidahku... emm..." kepala Eric dengan perlahan turun ke bagian bawah tubuh Amber, lidahnya mulai bermain di kli toris seukuran kacang polong milik Amber, bibirnya menghisap benda kecil itu terus merangsang saraf sek sual wanita yang sedang mengge linjang hebat itu.
"K-kau ing...in... membunuhku.. ahh... Eric..." kedua tangan Amber berada di atas kepala pria militer itu entah menarik atau mendorong agar Eric terus melanjutkan kegiatan nya.
"Wangi tubuhmu juga membunuhku, sayang..." lama kepala Eric dibawah sana, akhirnya dia bangun lalu mulai memasukkan revolver besar miliknya ke goa milik Amber yang sangat basah dan sudap siap dengan sekali dorongan keras.
"Ahhhhhh...." Amber tak bisa menahan teriakan nya.
Eric membungkam teriakan dari bibir wanita itu dengan ciuman dan mulai menggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah terus mendorong benda kerasnya. Tubuh Amber di bawah kukungan nya membalas gerakan nya tubuhnya bergetar wanita itu terus bergerak liar membuat Eric mengigit leher Amber menahan jeritan nikmatnya.
Dessahan dan errangan keduanya sangat mengotori telinga Pierre yang sedang menikmati tidurnya.
***
__ADS_1
NOTE : BESOK GAK UPDATE YA, SIBUK DENGAN KELUARGA. QUALITY TIME ALL ♡♡♡