Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Bonchap - 1


__ADS_3

Tap! Tap! Tap!


Suara dari sepatu bot militer terdengar nyaring di lorong sebuah rumah sakit, seorang pria gagah mantan ketua squadron juga mantan agen mata-mata itu berlari menyusuri lorong dengan seragam Jendral-nya. Saat ia berlari setiap mata para wanita terkagum-kagum melihat Jendral muda yang baru beberapa bulan lalu dilantik secara besar-besaran ditayangkan di setiap saluran daring dan televisi swasta.


Setelah berlari berkeliling mencari ruangan bersalin istrinya saat sampai tubuhnya masih prima tak terlihat terengah-engah karena kehabisan nafas.


Tapi seketika jantungnya mencelos, bukan karena efek berlari tapi ia melihat kedua mertuanya sedang menangis di depan ruang bersalin.


"Hwuuuuuuu..." Mama Amber menangis begitu kasihan.


Ada apa ini?! Amber!


Eric baru saja kembali dari tempat rahasia, kali ini dia memimpin rapat misi rahasia untuk membekuk jaringan penjahat di Itali. Kini Robbin sudah menjadi penggantinya menjadi ketua para agen, Agnes dan Harris masih bergabung menjadi agen rahasia ditambah beberapa anggota baru yang telah direkrut Eric sendiri.


Di dalam ruangan saat memberikan tugas resmi pada para agen khusus, setiap orang yang masuk ke ruangan rahasia akan mematikan ponselnya tak terkecuali Eric. Saat dia selesai memberikan intruksi dan meresmikan pemberangkatan para Agen itu, ia terkejut saat melihat panggilan telepon dari Amber yang mengatakan perutnya sudah kontraksi dan akan melahirkan.


Tapi apa ini?! Kenapa Papa dan Mama mertuanya menangis? Tidak! Amber! Bayi kami!


Dengan langkah gontai Eric menyeret kakinya yang tiba-tiba melemah, tangannya gemetar.


"Mah, Pah. Apa yang terjadi pada Amber, anak kami?"

__ADS_1


Bukannya mendapat jawaban, tangisan orang tua Amber malah semakin kencang.


Brakkkkkkkk!


"Amber! Sayang!" Eric dengan kepanikan dan tubuh gemetarnya mendorong pintu ruangan dengan keras.


"Tuan! Anda harus men-stelrilkan tubuh Anda dulu!" teriak salah satu paramedis.


"Dimana istriku! Anakkku! Jika terjadi apa-apa pada mereka berdua kalian semua akan aku bunuh!"


"Eric, ucapan mengancam seperti itu tidak pantas untuk seorang Jenderal militer. Aku disini... aku dan putrimu baik-baik saja."


Lelaki yang sedang mengamuk itu seketika bernafas lega, dengan tubuh yang masih gemetar ia menyibak gorden penghalang.


"Eric, putri kita lahir dengan selamat. Selamat, sayang. Kamu sudah menjadi seorang Daddy."


Tak ada kata yang bisa diungkapkan lagi oleh sang Jenderal, ia menggerakkan tubuhnya mendekati ranjang. Semangatnya melonjak saat sepasang mata mungil dengan manik berwarna cyan biru kehijau-hijauan menatapnya. "Matanya sangat indah..." lirihnya.


"Biasanya bayi lahir belum bisa membuka matanya, tapi lihatlah putri kita sudah tak sabar ingin melihat dunia."


"Tunggu! Lalu kenapa Mama dan Papa menangis diluar?!"

__ADS_1


Amber menghembuskan nafas tak berdaya, " Mama dan Papa shock saat melihat wajah putri kita tidak mirip Amber. Maksudku tidak mirip wajahku dulu, mereka sepertinya terlalu berharap ada sedikit kemiripan. Apa Mama masih menangis?"


"Bukan menangis lagi tapi histeris! Saat aku datang dan melihat keadaan menyedihkan mereka jantungku berasa akan jatuh. Astaga!"


Amber tersenyum lembut, "Kamu ingin menggendong putri kita?"


"Tidak! Aku tidak berani sayang, nanti saja ya." Pria itu maju mendekat memeluk istrinya mencium keningnya lembut. "Terima kasih sudah berjuang melahirkan putri kita, maaf aku tak ada bersamamu dan menemanimu."


"Tidak apa-apa, sayang. Ah, kita sudah sepakat dengan nama anak kita jika lahir perempuan, bukan?"


"Ya, jadi kamu tetap ingin memberinya nama itu."


"Umm, aku suka nama itu. Danielle yang berarti mengadili dengan adil, putri kita akan menjadi perempuan yang bijaksana."


"Aku juga suka nama itu. Amber, aku sangat mencintaimu."


"Aku juga, Eric."


Dengan penuh kebahagiaan Eric dan Amber mendekap putri mereka salah satu Anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada mereka.


...*******...

__ADS_1


Hayo loohhhh... Ada yang kangen kah sama Amber dan Eric? Wkwkwk.... Sambil nunggu S2-nya, aku kasih bonchap dulu, ya!


__ADS_2