Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Penangkapan Di Dalam Istana.


__ADS_3

Eric keluar dari ruangan, dia masuk ke ruangan berikutnya.


Penjaga di pintu memberi hormat saat melihatnya, lalu penjaga itu membuka pintu.


Eric masuk, dia melihat kembaran Erren palsu sedang mencoret-coret di dinding sel.


"Kau datang, Capt?"


"Hm, apa yang kau tulis di dinding?"


"Ucapan-ucapan penyesalanku untuk saudariku, jika saja dulu aku tidak menjadikan nya penjahat. Apa sekarang dia sudah menikah dan mempunyai anak?"


Eric menghela nafas, dalam hatinya juga ada sedikit penyesalan untuk Erren, Andai saja dia lebih cepat mengetahui penyamaran wanita itu, mungkin saja Erren masih hidup meskipun berada dalam penjara.


"Kau tau Eric? Saudari kembarku sangat memujamu. Jadi saat kau berhasil menangkapku, aku bahkan tak ingin melawanmu karena mengingat ucapan nya. Jika aku membunuhmu, pengorbanan Bryana akan sia-sia. Dia mati karena melindungimu..."


"Aku tau, aku juga sangat meng-apresiasi kejujuran mu tentang identitas sebenarnya tangan kanan Big Wolf. Kami sudah berhasil menangkapnya juga mengamankan buku besar."


Saudara kembar Erren hanya mengangguk, "Saat semua terungkap, aku hanya meminta satu hal."

__ADS_1


"Apa itu?"


"Mintalah pada setiap Negara, agar keluarga dari abdi-abdi Negara yang telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk Negara diberikan kehidupan yang layak. Jangan ada lagi orang-orang seperti kami, yang tidak diperhatikan oleh Negara. Kami dipaksa untuk membenci Negara, kami dipaksa untuk menjadi musuh Negara. Padahal kami hanya membutuhkan satu uluran tangan saja dari Negara, andai saja..."


"Aku berjanji, saat misi ini berhasil dan aku selamat. Aku akan mengatakan permintaanmu pada Negara-Negara perserikatan. Tidak! Aku bukan hanya akan mengatakan permintaan mu tapi aku juga akan memperjuangkan hak-hak yang harus diterima keluarga Abdi Negara."


Kembaran Erren, Barnes berbalik menatap Eric. Bibirnya tersenyum, " Bryana pasti akan tersenyum di atas sana, pria yang dicintainya sampai dia mati akan memperjuangkan hak orang-orang seperti kami."


"Hm. Barnes, kamu memang sudah bersedia menjadi saksi dalam persidangan, tapi aku juga tak bisa membebaskan mu. Kau tau itu, bukan?"


"Aku tau, aku adalah seorang penjahat. Aku memang harus dihukum, meskipun kau telah mematahkan jari-jari tangan kiriku. Aku tau siksaan ini terlalu ringan untukku, kau bahkan berkata akan membakar tubuhku," Barnes mengangkat bahunya tak perduli.


Eric keluar dari ruangan penjara, dia menatap sekali lagi ke arah Barnes lalu berjalan pergi dari sana.


Eric mengumpulkan semua tim, termasuk tim bantuan dari berbagai Negara. "Kita akan menangkap Kepala Sekretariat dan Pangeran ke -2. Kita sudah mengantongi kejahatan-kejahatan mereka. Surat resmi sudah lama dikirim ke dalam Istana secara rahasia agar sampai ke tangan Yang Mulia. Kita akan menunggu keputusan Yang Mulia Albert, tetap bersiaga. Kalian mengerti!"


"Yes, Capt!"


"Oke, bubar. Robbin kemarilah."

__ADS_1


Eric menyuruh Robbin memeriksa keadaan Amber di kapal, saat melihat rekaman Pierre tadi sore yang memeluk Amber Kapten militer yang cemburu itu menendang meja dengan keras.


"Capt, ini juga yang dirasakan Nona Amber saat melihat Anda bermesraan saat bersandiwara. Jadi, Anda harus tenang," Robbin mencoba meredakan kekesalan sang Kapten.


"Huh!" Eric hanya mendengus kasar.


"Kapten!!!" seseorang berlari padanya.


"Ada apa?"


"Balasan dari Yang Mulia datang, ini."


Eric mengambil surat balasan dari Yang Mulia Albert, di atas amplop surat terdapat segel kerajaan. Dia membuka surat itu, di dalam nya berisi persetujuan untuk penangkapan.


"Semua!!! Kita bersiap malam ini!"


"Ya!!!" jawab mereka serentak.


Dengan pergerakan hati-hati dan dengan rencana yang matang, Eric memimpin dengan memakai seragam agen khusus berompi hitam menyerbu ke Istana tempat tinggal Pangeran ke -2 dan juga menyerbu tempat tinggal Sekertariat Istana. Dengan perlawanan yang bisa dikalahkan oleh Eric dan pasukan nya, para penjahat itu berhasil diringkus. Tapi karena yang ditangkap adalah seorang Pangeran dan Abdi Istana, penangkapan itu dilakukan secara tertutup.

__ADS_1


Saat Amber dan Pierre kembali sore itu ke Istana, suasana Istana sangat sepi tidak seperti biasanya membuat Amber seketika bersiaga untuk melindungi diri.


__ADS_2