
Tengah malam tidur Amber di kamar rawatnya terganggu oleh suara-suara, ia membuka matanya dan melihat dari dinding sebuah bayangan sedang berjongkok di bawah kaki ranjang rawatnya. Sial! Siapa lagi coba?! Bisa gak sih hidup gue tenang sebentar aja!
"Keluar gak! Berdiri! Tunjukkin wajahmu!"
Tiba-tiba suara berisik itu terhenti, bayangan tubuh orang itu perlahan berdiri. Itu ternyata seorang pria dengan tangan kanan yang di gips, "Hehe, maaf Nona. Aku sedang bersembunyi, tapi melihat banyak makanan enak di meja tanpa ijin aku memakannya. Nanti aku ganti, hehe.."
Pria tinggi dengan wajah yang terus cengengesan itu menatap Amber dengan mata bersihnya.
"Siapa kamu? Kenapa bersembunyi? Ini rumah sakit, apa kamu bersembunyi dari para medis?"
"Kamu tidak mengenalku?"
"Apa aku mengenalmu?"
Ada keterkejutan dalam mata pria asing itu, tapi itu hanya sebentar. Pria itu tersenyum bodoh, "Sepertinya kamu tidak ingin mengenalku, ah... tadi aku sedang dikejar 2 pria hitam berbadan besar."
"Mereka yang melakukan itu pada tanganmu?" tanya Amber.
Pria itu mengangguk, "Mereka menakutkan, kadang-kadang aku ditarik paksa, kadang mereka mengurungku. Aku tadi kabur dari kamar rawatku, tak sengaja masuk kamar ini."
__ADS_1
"Kau kelaparan, apa orang-orang yang mengurungmu tak memberimu makan?"
Pria itu mengangguk kembali, "Sangat lapar, orang yang berada di atas mereka selalu menghukumku. Aku bahkan pernah tak makan selama 2 hari saat dikurung."
"Duduklah dengan tenang, kau boleh menghabiskan makanan di meja, tadi saudaraku yang membawanya."
Saudara? Pikir si pria asing itu aneh. "Kemana saudaramu? Kenapa sendiri?" tanyanya.
"Mengambil keperluanku, mungkin pagi akan datang. Kamu bisa makan dengan tenang, siapa namamu?"
"Pierre Alexandre, namamu?"
"Terima kasih, Katlin. Aku akan duduk di sana dan bersembunyi sebentar lagi lalu pergi."
"Santai saja, makan lah kalau kamu lapar."
Pria bernama Pierre itu mengangguk seraya tersenyum. Ia berbalik berjalan ke sofa dan duduk disana, menikmati kembali makanan Amber tanpa ada rasa segan sedikit pun.
"Hihi..." tawa Amber lolos saat melihat mulut Pierre belepotan dengan remehan kue-kue di sekitar mulut pria itu.
__ADS_1
Pierre tak marah ditertawakan, ia menggaruk kepalanya dan tersenyum bodoh. "Ini enak, di Negaraku tidak ada kue ini."
"Makanlah, maaf menertawakanmu. Tapi kau seperti anak kecil yang sudah menemukan kue kesukaannya."
"Hehe, aku memang sudah menemukan kue kesukaanku bahkan terlalu lama menemukan nya..." ucapan nya mengandung arti yang dalam.
Amber membiarkan Pierre makan dengan tenang, ia mengambil ponselnya mengirim pesan, "Kak, saat datang bawakan kue yang kak Steve bawa kemarin. Aku juga ingin pulang besok, tolong urus administrasi kepulanganku. Kamu datang pagi, kan?"
"Ya, kakak pagi-pagi sekali datang. Kakak baru selesai bicara setelah memperlihatkan video mu pada orang tuamu. Awalnya Mama Papamu tak percaya, tapi saat melihat kalung dan juga rekaman videomu yang menceritakan semua kejadian sejak kecil, orang tuamu akhirnya percaya. Kamu akan bisa segera pulang dan memeluk orang tuamu kembali, Amber."
Amber membaca balasan dari kakak sepupunya dengan hati bahagia, akhirnya dia bisa kembali ke rumah keluarganya meskipun dengan identitas berbeda. Ia mengetik kembali pesan, "Makasih, aku sayang kak Steve."
"Aku juga menyanyangimu."
Setelah mengirim pesan balasan, Amber berbalik menengok ke arah Pierre di sofa ternyata pria itu malah tertidur disana.
Amber turun dengan perlahan dari ranjang, ia mengambil selimut tambahan dari lemari. Ia mendekati pria yang masih tetap tersenyum meskipun dalam tidurnya seolah pria itu tidak takut pada dunia, lalu ia menyelimuti tubuh Pierre, "Aneh, kenapa seolah aku sudah merasa mengenalnya sejak lama, bahkan jantungku berdesir aneh saat melihatnya. Tapi, aku tidak pernah mengenalnya?" gumam Amber bingung.
Saat wanita itu berbalik membelakanginya, seketika mata Pierre terbuka. Ia menatap dengan penuh kerinduan di dalam matanya. Katlin, apa kamu benar-benar telah melupakanku? Dulu, maafkan aku tak bisa melawan Ayahku, membuat kita harus berpisah. Selama bertahun-tahun ini aku mencarimu, kini akhirnya aku menemukanmu meskipun kamu sudah menjadi milik pria lain tapi aku ingin sebentar saja melepaskan rindu ini padamu dengan berada dekat denganmu.
__ADS_1