Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Selamat Tinggal, Aku Mencintaimu.


__ADS_3

Wanita itu tengah berbaring tidur di ranjang besar miliknya sebelum meninggal, menikmati kembali apa yang menjadi miliknya dulu. "Emm... ahhh..." erangnya dengan mata masih tertutup.


Tadi Eric memanjat dinding, juga memanjat jendela kamar Amber yang tingginya 10 meter dari tanah. Ia hanya ingin melihat wajah wanita itu untuk terakhir kalinya sebelum berangkat mempertaruhkan nyawanya. Tapi ternyata melihat saja tidak cukup baginya, kini ia sedang mencumbu seluruh tubuh wanita itu setelah menarik gaun tidur Amber.


"Ahhhhh..." tubuh Amber menggeliat, nafasnya seketika memburu ia membuka matanya. "Ughhhtt..." ia ingin membuka mulutnya tapi bibirnya tertutup bibir seseorang, kedua tangannya menyatu tertahan di atas kepalanya tubuhnya memberontak kakinya menekuk mencoba menendang pria di atasnya tapi kakinya dijepit dan tertahan.


Eric melepaskan ciumannya, ia terengah-engah, "Amber... "


"Bajingan!" Amber menendang sekali lagi dan berhasil, tubuh Eric terjengkang cekalan tangannya pada kedua tangan Amber terlepas. Amber segera meloncat turun, belum menyadari penampilannya yang hanya memakai bra dan celana da lam yang senada.


Amber mengambil kuda-kuda, bersiap mempertahankan diri atau menyerang jika Eric menyerangnya lagi, " Kau ingin memperkosaku, brengsek! Kau bukan seorang pria! Aku pernah bilang jika ingin menyerangku jangan saat aku tertidur! Kau membuatku muak, Eric!"


Eric masih meredakan gairah yang sudah menggebu, dia menutup matanya menormalkan nafasnya. Lalu dia membuka matanya, saat melihat penampilan Amber seketika dia tertawa, "Kau benar-benar ingin bertarung denganku hanya dengan... uhhh so hot!" tatapan Eric menyorot tubuh semi polos Amber ke atas dan ke bawah yang siap dengan kuda-kuda bertarungnya, tampilan wanita itu malah membangkitkan gairahnya kembali.

__ADS_1


Amber melihat gairah di dalam mata Eric, saat mendengar perkataan dan menyadari arah tatapan pria itu kepalanya menunduk memandang ke arah bawah ke arah tubuhnya. Damn it!


"Brengsek! Kau bahkan sudah setengah memperkosaku!"


"Amber, kau salah. Tadi kau bahkan mengerang menikmati setiap sentuhan dan cumbuanku. Andai kau mendengar suara errangan mu sendiri, kau akan malu mengatakan aku telah memperkosamu," Eric tersenyum jahil.


Dengan kesal Amber meraih gaun tidurnya di lantai lalu memakainya, dia menatap Eric dengan marah. "Aku akan membunuhmu hari ini! Meskipun tubuhku lemah, aku akan membawamu mati bersamaku!" Amber akhirnya maju menyerang Eric.


Kini punggung Amber menempel di dada Eric, ia memeluk tubuh wanita itu dengan erat agar tak bergerak.


"Amber, tubuhmu belum kuat. Jangan paksakan tubuhmu, aku juga tau kamu bisa bertarung tapi aku akan meladenimu jika tubuhmu sudah kuat. Nanti mari kita bertarung, tapi itu pun jika aku berhasil hidup untuk bisa kau bunuh."


Nafas pria itu menyentuh kulitnya saat berbisik di telinga membangkitkan gairah dalam tubuhnya. Amber bertahan sekuat tenaga meredam gairah dan emosinya, ia menutup matanya.

__ADS_1


"Amber, aku datang untuk berpamitan. Jalani hidupmu lagi sebagai dirimu sendiri, lupakan semua tentang kita," suara Eric sedikit bergetar, padahal dia sudah menahan kesedihan semampunya, "Selamat tinggal... aku mencintaimu..."


Tubuh Amber membeku ia tak bisa menggerakkan tubuhnya saat Eric melepaskan pelukan pada tubuhnya. Desiran angin malam berhembus menyentuh kulitnya, seketika ia berbalik ke belakang berlari ke jendela yang terbuka. Ia menatap ke bawah dari ambang jendela yang terbuka tapi sosok Eric sudah menghilang. "Eric..." lirihnya, entah kenapa hatinya tiba-tiba merasa sakit.


Dugh


Dugh


"Amber! Ada apa?! Kenapa ada suara ribut? Buka pintunya!" suara Steve dari luar pintu kamar.


Sekali lagi Amber mengedarkan pandangannya, mencari sosok Eric di bawah. Dia menghembuskan nafasnya, kemudian menutup jendela menguncinya lalu berbalik berjalan untuk membuka pintu kamar.


Saat jendela tertutup, dibawah sana Eric keluar dari persembunyian nya. "Selamat tinggal, sayang. Jaga dirimu, aku pergi..."

__ADS_1


__ADS_2