Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Mengembalikan Anda Pada Keluarga.


__ADS_3

Saat tersadar kembali Amber melihat sahabatnya, Rex sedang terisak menangis di samping ranjang. "R-rex?"


"Oh, si comel brengsek! Lo nakutin gue, sialan! Gue cekik mati sekalian, daripada idup lo bikin gue jantungan terus!" Rex marah-marah tapi air mata terus mengalir dari matanya membuat Amber mau tak mau tersenyum melihatnya.


"Babon bodoh! Bego, kalo gue mati hantu gue bakal terus gentayangin lo. Mau?"


"Sial!"


Amber tersenyum, "Bantu gue duduk."


Rex bangun dari kursinya membantu Amber bangun dari baringan.


"Kenapa lo bisa ada disini?" tanya Amber.


"Pengawal lo yang bernama Agnes jemput gue, katanya lo di rumah sakit. Ini... dia juga memberikan kalung ini pada gue, katanya suami lo menyimpannya saat dia mengambil dari brangkas Carl."


Amber mengenali kalung di tangan nya, itu adalah hadiah ulang tahun ke-20 dari kedua orang tuanya. "Bagaimana kabar Papa dan Mamaku?"


"Baik, gue selalu nengok ke rumah lo. Mama lo masih lemah tapi Dokter bilang sudah membaik. Kemarin saat berita tentang pembunuhan lo disiarkan dimana-mana, kak Steve juga menelepon gue, dia langsung berangkat dari Paris dan sekarang sudah ada di rumah keluarga lo."


"Anaknya baik-baik saja? istrinya, kak Feli bagaimana, sudah pulang dari rumah sakit?"


"Dua-duanya sehat dan sudah dipulangkan ke rumah, makanya Kak Steve bisa datang kesini meninggalkan istri dan anaknya. Dia ingin menghajar Carl untuk lo, apa gue harus ngasih tau padanya kalau lo masih hidup?"


"Ceritain aja, gue saat ini sangat membutuhkan keluarga. Kak Steve adalah kakak sepupu paling dekat dengan gue, saat lo ceritain tentang gue dia pasti akan percaya. Tapi agar dia percaya, katakan padanya kunci rumah di desa hanya kami berdua yang tau. Itu ada di gantungan keranjang bunga lili, mungkin dia akan percaya sepenuhnya."


"Oke."


"Dimana Agnes?"


"Diluar, mau gue panggil?"

__ADS_1


Amber mengangguk, dia ingin menanyakan tetang kalung.


Rex keluar memanggil Agnes, wanita militer itu masuk.


"Tuan Rex, bisa gantikan saya berjaga diluar?" pinta Agnes.


"A-aku?"


"Ya, Anda."


Rex berbalik pada Amber, melihat Amber mengangguk dia akhirnya keluar.


Kini wanita yang tengah terbaring di ranjang pasien itu menatap intes pada Agnes, "Benar kalung ini Eric dapatkan dari brangkas Carl? Jadi benar dia yang sudah memasukkan Carl dan Betrix ke penjara?"


"Ya."


"Kenapa dia membantuku? Dia bilang itu tugas polisi."


"K-kau sudah tau aku Amber?"


"Ya, Kapten menceritakan pada kami."


"Lalu, apa maksudnya ingin mengembalikanku pada keluargaku?"


Agnes terdiam tak menjawab.


"Agnesss!!! Jawab!"


"Kapten Eric ingin bercerai dengan Anda secara hukum dan mengembalikan Anda pada keluarga asli Anda Nona Amber. Lewat kalung itu mungkin bisa membuktikan, Kapten juga percaya Anda bisa membuktikan pada keluarga Anda jika adalah Nona Amber. Nona, Kapten bilang ini semua untuk kebaikan Anda, agar Anda aman. Percayalah padanya."


"Hahahaha... ingin mengembalikan ku pada keluargaku dan menceraikanku demi kebaikanku? Hahaha..." Amber tertawa mendengarnya, seolah mendengar sebuah lelucon. "Itu adalah alasan paling konyol untuk Kapten-mu meminta bercerai, kenapa Kapten brengsekmu itu tak mengatakan saja jika dia ingin bercerai karena ingin kembali bersama mantan kekasihnya!"

__ADS_1


Agnes ingin menutup mulutnya tapi dia kasihan pada sang Kapten jika harus cibenci oleh wanita yang dicintainya. "Kapten Eric sangat mencintai Anda, Nyonya."


"Jangan berbohong untuknya, Agnes! Jika dia mencintaiku seperti yang dia katakan padaku, lalu kenapa dia ingin mengembalikanku dan ingin bercerai dariku?"


"Tak ada alasan yang bisa saya jelaskan. Anda bisa menanyakan nya langsung pada Kapten."


Amber tersenyum miris, apa yang harus ditanyakan lagi jika semuanya sudah jelas?


"Rex!!!"


Rex membuka pintu, "Ada apa?"


"Bawa gue pergi dari sini, gue muak berada disini!" Amber menarik paksa infus dari tangan nya.


"Nona Amber!" kaget Agnes.


"Kamu tidak punya hak melarangku, Agnes! Lagipula Kaptenmu ingin berpisah dariku, Lihat! Aku akan mengabulkannya. Aku akan pergi dari hidupnya!"


"Rex! Gendong gue, bawa keluar dari sini!"


Rex menatap pengawal wanita yang selalu berwajah garang, lalu menatap sahabatnya kebingungan.


"Turuti gue, Agnes gak akan berani macam-macam pada kita."


Mendengar ucapan Amber, Rex dengan sigap memberikan punggungnya.


Amber menempelkan tubuhnya pada punggung sahabatnya itu, memegang tubuh Rex dengan erat. "Bawa gue dari sini, gue kesakitan Rex." Ucap Amber, bibirnya bergetar menahan tangis.


Tanpa banyak bicara Rex membawa keluar Amber dari ruang rawat membawa pergi dari rumah sakit.


Agnes dengan cepat mengikuti mereka dari belakang seraya menghubungi sang Kapten.

__ADS_1


__ADS_2