Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Target terperangkap, Capt.


__ADS_3

...Hai... Hai... Author cuma mau bilang jangan lupa baca karya Author yang berjudul "Terpaksa Melayani Hasrat Daddy"...


...Kenapa? Karena nanti Author akan membuat cerita tentang seorang putri dari Eric dan Amber dengan Justin putra dari pemeran tokoh karya di atas. Justin putra dari Queena dan Vard....


...Jadi... yang masih suka cerita Eric dan Amber kuyyy baca karya di atas lebih dulu biar nyicil, setelah karya ini dan karya diatas tamat, author lanjut di novel baru dengan judul "Kill Me dengan Cintamu Gadis Militer"...


...♡♡♡ Makasih ♡♡♡...


...****************...


Amber sudah berpindah duduk di kursinya sendiri, tapi ia tetap melayani Pierre dengan sesekali menyodorkan gelas yang berisi minuman ke bibir Pangeran ke -3 itu.


"Pierre, apa masih lama? Bolehkah aku memperbaiki riasan wajahku ke toilet?"


Pria itu menoleh sebentar lalu mengangguk, "Pergilah, kamu pasti sedikit bosan. Setelah satu putaran ini, mari berkeliling lagi."

__ADS_1


Amber mengangguk, "Iya, aku pergi."


Ia berjalan dengan santai, mencari toilet wanita ke arah koridor panjang. Saat memasuki toilet, pintu salah satu bilik terbuka tubuhnya ditarik ke dalam. "Umpp-" bibirnya langsung kena amukan singa jantan. Eric menciumnya dengan beringas, menggigit bibirnya menyedot lidahnya sampai lututnya gemetaran.


Setelah puas memberikan hukuman pada wanitanya, Eric menahan tubuh Amber yang lunglai, "Masih berani membuatku cemburu? Ini adalah hukuman ringan untukmu, sayang. Nanti bukan hanya bibir dan lidahmu yang aku gigit, seluruh tubuhmu akan aku cabik-cabik. Jangan bangunkan singa kelaparan, baby. Tunggu saja... hukuman mu selanjutnya."


Lutut Amber masih terasa lemas, ia berpegangan pada tubuh Eric. "K-kau kejam, hahhh..." ia mengatur nafasnya yang sempat terhenti tadi karena Eric tak memberinya waktu untuk menghirup udara.


"Ckkkckk... ini belum seberapa. Pinggang mu ini yang terus dirangkul Pria bodoh itu, aku akan memakan nya nanti, tangan mu yang bergelayut manja padanya akan aku hisap sampai kau meminta ampun," ujar Eric seraya menyentuh dada Amber. "Dan benda kenyal milikmu ini, aku akan-" ucapan Eric terhenti, bibirnya mulai menyusuri leher jenjang Amber.


"Sayang, aku sangat menginginkanmu. Tapi... cukup untuk sekarang. Setelah Pangeran bodoh itu selesai dengan permainan kartunya, segera pergi. Aku harus fokus pada targetku, aku hampir mengalahkan nya," sekali lagi Eric memagut bibir Amber lalu melepas tubuh wanita itu. "Aku pergi, ingat selalu waspada."


Eric mendengarkan situasi sebentar, setelah dirasa aman ia keluar dari bilik toilet lalu keluar dari sana.


Amber keluar dari bilik toilet, ia menatap di pantulan cermin wajahnya sangat merah dan bibirnya sedikit bengkak. "Aish!" gerutunya lalu mulai merapikan rambutnya, memoles bibir dengan lipstik dan membenahi pakaian nya.

__ADS_1


***


Di meja kasino, Eric tersenyum pada target, " Mr Black, apakah kartumu sangat bagus? Aku melihat wajah berbinarmu."


"Mungkin? Kalau Anda Tuan Canos? Senyuman tak pernah lepas dari bibirmu." Jawab Mr Black.


"Kalian berdua sangat beruntung, aku akan mundur sekarang. Aku sudah menghabiskan 500 ribu dollar, aku akan pergi lebih dulu," Tuan Romer berdiri dengan tampang lesu lalu pergi menjauh.


"Sekarang tinggal kita berdua, Mr Black. Anda mau menaikkan taruhan, bagaimana dengan obligasi dan uang 5 juta dollar?"


Eric melihat bola mata target-nya bercahaya saat ia mengatakan obligasi, itu adalah umpan nya. Semua kekayaan dari hasil menjadi penjahat kelas kakap, Mr Black sudah menjadikan nya obligasi jangka panjang.


"Deal!"


"Target terperangkap, Capt!" ujar Robbin semangat.

__ADS_1


"Mari kita mulai!" timpal Harris.


Senyuman Eric semakin lebar, sebelum dia fokus kembali bermain dia melirik ke arah meja Amber. Ternyata wanita itu sudah tak ada disana, sepertinya Pangeran Pierre sudah selesai bermain.


__ADS_2