Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Capt, Mantan Istri Anda Sedang Bersama Pria Lain.


__ADS_3

Amber membuka pintu, "Tidak ada apa-apa, itu hanya suara pejantan gila yang sedang birahi diluar sana."


Steve menatap mengerti pada Amber, tapi sang Papa tidak mengerti. "Ada apa, nak? Kamu bermimpi buruk? Apa tentang kebakaran itu lagi?"


Amber menggeleng, "Tidak akan ada lagi api yang tersulut, semua sudah padam," ucapnya penuh makna. "Tidurlah lagi, Pah. Besok aku ingin semua selesai tentang adopsiku, aku ingin secara legal menjadi anak Papa dan Mama."


"Baiklah, selamat tidur sayang."


"Selamat tidur..."


Amber menutup pintu kamar menguncinya kembali, ia melihat ke arah jendela tapi semua terlihat tenang seakan keberadaan Eric tadi hanya lah ilusi.


Esoknya, pagi-pagi sekali kediaman Amber sudah kedatangan tamu. siapa lagi kalau bukan Pangeran Pierre, pria itu tetap cengengesan benar-benar tak terlihat wibawa seorang Pangeran.


"Jadi, Pierre ini teman kamu Steve?" tanya Papa Amber.


"Ya Paman, beliau eh dia adalah kenalanku saat pergi dalam urusan bisnis ke Monac0."


"Begitu, tapi Paman tidak bisa lama ngobrol karena harus pergi ke Perusahaan. Steve, nanti siang kita urus-urus masalah adopsi Katlin, Paman pergi dulu."

__ADS_1


"Oke, Paman. Hati-hati."


"Adopsi?" tanya Pierre penasaran.


"Ya, Katlin adalah teman dekat Amber putri dari Pamanku. Tapi, beberapa waktu lalu sepupuku Amber meninggal. Karena Katlin sangat dekat dengan Paman dan Bibiku dan sudah seperti putrinya sendiri akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsi Katlin sebagai putri mereka."


Pierre mengangguk, "Jadi begitu, kasihan sekali Paman dan Bibimu."


"Kalian sedang membicarakan aku?" tanya Amber yang baru saja datang ke ruang tamu.


"Kamu sudah siap? Benar tubuhmu sudah baik-baik saja?" tanya Pierre, ia menatap penampilan Katlin yang memakai dress cantik selutut dengan rambut panjang membingkai wajahnya. Tubuh yang tinggi dengan fitur wajah yang menonjol bukan hanya terlihat cantik tapi juga terlihat menarik.


"Kakak harus menyiapkan berkas-berkas, pergi kesana kemari biar kamu dan Paman nanti tinggal pergi ke kantor catatan pengadopsian. Kalian pergilah berdua, bawa Pangeran ke tempat-tempat bagus."


Amber mengangguk, "Ayo, ini sudah pukul 8. Cocok untuk mencari udara segar."


Pierre berdiri dengan semangat, dia berjalan di belakang Katlin dengan banyak harapan dalam hatinya.


Amber duduk di belakang kemudi mobil Hennessey Venom F5 berwarna kuning miliknya, ia menyukai mobil itu karena kecepatannya.

__ADS_1


"Oke, kita berangkat. Bagaimana jika kita ke tempat favoritku, panjat tebing? Aku hanya akan melihatmu, kau bisa berkeringat disana."


"Kamu ternyata suka panjat tebing, aku baru tau. Baiklah, asal bersamamu kemana pun aku ikut..."


Amber menantap Pierre dengan sedikit perasaan aneh saat mendengar ucapan dari pria itu. Seakan Pierre yang baru saja dikenalnya itu sudah mengenalnya sangat lama, "Pierre, apa kamu pernah mengenal pemilik tubuhku ini," saat melihat wajah Pierre yang kebingungan Amber meralat ucapannya, "Maksudku, kamu pernah bertemu atau mungkin mengenalku? Begini, aku sempat hilang ingatan karena sakit-sakitan saat dipenjara dan masih melupakan banyak hal," akhirnya Amber berbohong.


Pierre memang mengetahui tentang Katlin yang dipenjara, sekarang saat wanita itu mengatakan telah hilang ingatan, akhirnya pertanyaan nya selama ini tentang wanita itu yang melupakannya terjawab. Dia tersenyum, "Mungkin nanti, aku akan menceritakan sesuatu padamu saat waktunya tiba, Katlin."


Amber mengangguk, dia mulai membawa mobilnya pergi keluar dari garasi rumah besarnya.


Di persimpangan jalan raya, Amber mengerem mobilnya karena lampu lalu lintas berubah merah. Ia memakai kacamata hitamnya lalu membuka jendela mobil mengeluarkan tangannya menikmati udara pagi yang hangat, menghirup udara segar mensyukuri kesempatan bisa hidup kembali sebagai Amber.


Wanita itu tidak mengetahui beberapa pasang mata di dalam mobil yang berada di sebelah mobilnya sedang menuju ke rumah sakit, tengah menatapnya.


Di dalam mobil yang berkaca film hitam dan hanya orang di dalamnya yang bisa melihat keluar tapi orang diluar mobil tak bisa melihat ke dalam, di dalam mobil itu Eric sedang melihat berkas penanganan Papanya di rumah sakit. Ia ingin menemui Ayah dan Ibunya yang berada di rumah sakit untuk terakhir kalinya.


"Di sebelah kita ada Nona Amber. Dan Capt, mantan istri Anda sedang bersama pria lain. Dia adalah pria yang ada di kamar rawat Nona Amber saat berada di rumah sakit yang saya ceritakan itu." Ujar Agnes.


Seketika Eric mengalihkan tatapan nya dari berkas yang dibacanya, ia menatap ke bagian depan mobil di sebelah mobil yang ditumpanginya. Ia melihat Amber dengan senyuman lebar sedang menggerak-gerakkan sebelah tangannya dengan semangat. Di sebelahnya seorang pria sedang menertawakan kelakuan wanita itu, bahkan terlihat jelas wajah penuh kekaguman dan cinta dari pria itu saat menatap Amber.

__ADS_1


__ADS_2