Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Eric Berpura-pura Mendekati Erren.


__ADS_3

Amber menahan nafas, matanya menelisik dalam kegelapan. Sepasang tangan mengarah pada lehernya dari samping kiri ranjang , dengan sigap dia berguling ke samping kanan lalu turun dan berdiri mengambil ancang-ancang untuk mempertahankan diri. "Siapa?!"


"Hm, kamu masih gesit seperti dulu. Aku kira dengan peran palsumu sebagai wanita lemah selama ini akan benar-benar membuatmu melupakan identitasmu."


Amber merasa mengenal suaranya, tapi dimana? "Tunjukkan wajahmu dalam terang, jangan jadi pengecut mengendap dalam kegelapan. Siapa kau, apa aku mengenalmu?"


"Hahaha... Katlin, kita sering berkomunikasi sebelum kamu di penjara. Aku yang mengirimmu ke Negara Austria untuk menjadi mata-mata disana sampai kamu berhasil menjadi istrinya. Bahkan, aku tak mengatakan pada partner-mu Delon jika kau adalah seorang pembunuh. Aku juga yang menyuruhmu membunuh suamimu, saat kau mendorong Eric dari tangga dan pria itu menjadi lumpuh aku kira kau telah berhasil. Tapi ternyata aku tertipu, pria itu lumpuh hanya untuk penyamaran nya berpura-pura seperti orang yang tak berguna... tapi ternyata dia bergerak dalam bayangan masih mencari-cari indentitas kami semua. Kau yang bersalah disini, bukan? Kau adalah eksekutor tapi kau sudah gagal!"


Degh! Apa ini? Pemilik tubuhku ini adalah seorang pembunuh bayaran?


"Kenapa saat dipenjara aku diracuni? Apa setelah tugasku selesai kalian ingin membunuhku?!" pancing Amber, dia ingin mengetahui semuanya.


"Hahaha, memang aku telah menjanjikan setelah kau keluar penjara kau akan bercerai dengan Eric dan kau akan mendapatkan imbalanmu. Tapi... rencana berubah, Bos ingin kau mati untuk menutup mulutmu selamanya. Yahhh... meskipun akhirnya kau keluar dari penjara hidup-hidup."


Amber semakin penasaran, dia akan terus mengajak bicara orang itu. "Imbalan? Apa imbalanku?"


"Kau tidak ingat? Benar, bahkan banyak yang kau lupakan... tapi aneh jika kau melupakan tentang imbalanmu."

__ADS_1


"Itu karena racun dari kalian, Dokter mengatakan daya ingatku melemah. Itu bukan salahku jika tak ingat semuanya, aku adalah Katlin. Untuk apa aku menyamar menjadi diriku sendiri, katakan! Imbalan apa yang kuminta setelah aku berhasil membunuh Eric?!"


"Menikah dengan Pierre, kau sangat mencintainya meskipun kau adalah seorang pembunuh bayaran tapi kau menjadi lemah karena mencintai dia. Apa itu yang membuatmu tak membunuh Eric? Karena Pierre memperlakukanmu seperti manusia bukan hewan?! Apa karena cintamu pada Pierre, kau yang seorang pembunuh bayaran menjadi manusia lemah!"


"Demi bersama Pierre..."


"Ya, aku menjamin kau bisa menikah bersamanya. Tapi, sepertinya kau menjadi pembunuh lemah karena cinta murahan mu itu, cih! Karena cinta kau tak ingin menjadi seorang pembunuh lagi."


"Lalu, siapa yang menyerang Ayah mertuaku? Aku melihat Erren disana, apa dia juga pembunuh bayaran sepertiku?" tiba-tiba pikiran Amber mengingat tentang kejadian itu.


"Ma... mati? Erren..."


"Ya, saudara kembarnya bilang sepertinya Eric selama ini berpura-pura mendekati Erren. Wanita yang sudah mati itu bahkan terpedaya dan akhirnya membongkar tempat persembunyian kepercayaan kami yang adalah saudara kembarnya di Negara itu. Kami juga tidak tau apa saja yang sudah dikatakan wanita yang sudah mati itu, tapi sekarang kau malah kembali kesini. Apa maumu, Katlin? Kenapa kau bisa bertemu Pierre? Apa kau menemuinya secara diam-diam?!"


"Kau seharusnya tau tentang kami, bukan? Kau pasti menyuruh orang mengikutiku. Dan saudara kembar Erren katamu, apa dia yang menyerang Ayah mertuaku?"


"Ya, itu dia. Kembaran Erren." Ujar orang itu. "Kami juga tidak lagi menyuruh orang mengikutimu, karena tiba-tiba kau sering dijaga oleh seseorang. Kami mundur, karena menjaga identitas kami. Sekarang katakan kenapa kau kembali kesini bersama Pierre, apa dia mengetahui tentang perkerjaanmu yang seorang pembunuh bayaran?"

__ADS_1


"Dia tidak tau, aku murni datang kesini karena dia mengatakan ingin mengingatkanku pada masa laluku yang telah aku lupakan. Aku menerimanya hanya karena itu, aku bersumpah."


"Jadi Pierre belum tau siapa kau?"


"Belum..."


"Baguslah, kalau identitasmu sebagai pembunuh bayaran terbongkar olehnya. Dia harus mati, kami akan membunuhnya meskipun dia seorang Pangeran."


"Kau!"


"Tenanglah, jika kau kembali kesini hanya untuk bersenang-senang dengan Pierre aku akan membiarkanmu. Tapi, jika sekali saja aku mengetahui maksud berbeda dari kedatanganmu. Maka kau dan Pierre akan segera mati. Baiklah, selamat malam."


Amber melihat bayangan hitam bergerak ke pintu membuka pintu tanpa suara lalu menutupnya lagi. Seketika kamar hening.


"Siapa orang itu? Kenapa aku merasa mengenal suaranya? Tunggu! Eric! Erren mati... Eric hanya berpura-pura mendekatinya karena Erren adalah pembunuh bayaran? Jadi Eric yang benar waktu itu, memang bukan Erren yang menyerang Papa Eric tapi orang lain yang mirip Erren, kembaran Erren? Apa ini?"


Malam itu Amber tak bisa tidur sama sekali memikirkan semua perbincangan nya dengan orang yang datang dalam kegelapan tadi.

__ADS_1


__ADS_2