
Saat kembali ke tempat semula ketika tadi ia berpisah dengan Pierre, ia melihat pria itu sedang berbicara dengan seseorang. Ia menarik nafas beberapa kali dan menghembuskan nya. "Kamu bisa, Amber," gumamnya.
Ia berjalan dengan wajah ceria nya, menghampiri Pierre, "Aku sudah selesai, maaf membuatmu menunggu lama."
Pria itu menatapnya, tersenyum padanya. "Tidak apa-apa, ahhh... perkenalkan dia adalah temanku, James. Dia berasal dari Inggris."
"Hallo," Amber mengulurkan sebelah tangan bersalaman, tapi pria yang bernama James itu malah menarik tangan nya mengecupnya lama.
"Lepaskan dia, Ja-mes," Pierre melotot kesal. Tunggu! Kenapa aku kesal?! Tidak mungkin aku cemburu, bukan?
"Hahaha... kamu cemburu Pierre! Astaga, aku hanya memberi nya salam perkenalan," celoteh James.
Amber tersenyum manis, ia merangkul lengan Pierre bergelayut manja, "Kamu cemburu? Kenapa kamu sangat manis," Amber mencubit pipi memerah Pierre.
"Ukh..."
Bagaimana ini? Aku yang harusnya membuat Katlin semakin jatuh cinta padaku, kenapa sekarang aku yang malah semakin terbawa perasaan?! Sial! Rutuk Pierre.
"Pierre, mari main ke dalam kasino. Sudah lama kita tidak bermain, aku akan mempertaruhkan juga lukisan yang kamu inginkan dariku."
Seketika mata Amber terkejut, Eric sedang melakukan misinya di dalam Kasino. Tidak!
"Baiklah, ayo." Pierre menyetujuinya, ia merangkul tubuh Katlin menempelkan padanya dan mulai berjalan bersama James.
Sial! Jika aku menolak apa Pierre akan curiga? Atau seseorang yang sedang mengawasiku akan curiga?
__ADS_1
Akhirnya dengan terpaksa Amber terus berada dalam rangkulan Pierre. Saat memasuki kasino, matanya berpedar memandang ke segala arah. Banyak sekali orang-orang yang sudah berada di meja-meja kasino masing-masing, kartu-kartu sudah tergeletak di atas meja.
Sepasang mata dengan manik mata berwarna hijau zamrud menatapnya, pria itu sedang duduk di salah satu meja dengan ditemani seorang wanita cantik yang menempel pada tubuhnya. Wajahnya berbeda tapi Amber mengenali warna mata pria itu. Eric!
"Kita ke meja sana," ajak James.
"Oke," jawab Pierre.
Pria itu semakin mengeratkan rangkulan di pinggangnya, Pierre menarik sebelah tangannya lalu mencium punggung tangan nya. Amber berusaha terus tersenyum meskipun ia tau Eric sedang menatap interaksi nya dengan Pierre.
"Kamu ingin minum apa? Nanti aku pesan ke pelayan."
"Minuman yang sering kamu minum di tempat seperti ini saja, Pierre," jawab Amber singkat, tapi masih tersenyum manis.
Amber diberikan tempat duduk sendiri, tidak seperti wanita-wanita pendamping disana yang terus berdiri sepanjang permainan.
Kartu-kartu di meja mereka mulai dibagikan, Pierre dan James setuju untuk bermain poker.
Amber mencuri pandang ke arah Eric, wanita pendamping yang menempel pada pria itu terus-menerus mengelus kepala dan dada kekasihnya. Brengsek! Harusnya aku sudah terbiasa melihat sandiwara para agen itu, tapi tetap saja aku kesal!
Ia akhirnya bangkit dari kursinya sendiri, "Pierre, aku juga ingin melihat kartu-kartumu. Bisakah aku duduk di atas pangkuanmu saja?" pintanya dengan suara lembut.
Amber melihat keterkejutan dari mata Pierre, tapi pria itu langsung tersenyum.
"Kemarilah, duduk di pangkuanku."
__ADS_1
Amber tersenyum, ia duduk di atas pangkuan Pierre bertengger dengan manis disana. Dia menatap dengan sudut matanya ke arah Eric. Pria itu berbalik menatapnya, entah apa yang dipikirkan Eric padanya.
"Tree of a kind!" Pierre melempar 3 kartu Q yang sama ke atas meja.
James ikut melempar, pria itu melempar tree of a kind kartu K. Pierre melempar 3 kartu Ace.
Mereka menyusun kembali kartu, James tak mau kalah pria itu melempar kartu Flush 5 buah kartu Keriting. Pierre melempar kartu Full house.
Amber melirik ke arah tempat duduk Eric lagi, tapi pria itu menghilang seketika sudut matanya berkeliling.
"Sayang, apa kau tidak keterlaluan? Kenapa duduk dalam pangkuan pria itu? Jika kau kesal padaku karena wanita pendampingku terus mengelusku, balas saja nanti saat kau bertemu denganku. Lebih baik kau pukul aku saja, daripada kau bermesraan dengan Pangeran itu!" ketus Eric.
Amber tersenyum mendengar suara Eric yang marah padanya di dalam sambungan, dia tak bisa membalas perkataan Eric karena berada di dekat Pierre.
"Bagaimana pun kau bersandiwara, sayang. Tetap aku lah pemilikmu, aku sudah memegang kartu straight flush di tanganku. Haha... teruskan saja aktingmu, nanti saat kita bersama hukuman dariku takkan ringan untukmu." Ancam Eric dengan penuh kenakalan.
"Huh!" Amber mendengus.
"Hah? Ada apa, Katlin?" tanya Pierre.
"Tidak, aku hanya kurang mengerti permainan kartu. Hehe..."
Pria itu tersenyum, "Aku akan mengajarimu nanti."
Pierre kembali fokus bermain kartu dengan taruhan yang semakin tinggi, pria itu sudah mendapatkan dua kali win dan satu kali lost.
__ADS_1