Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Surga Dunia Di Monaco.


__ADS_3

Pierre memegang tangan Katlin saat turun dari helikopter di landasan helipad di atas sebuah gedung, ia memeluk pundak wanita itu seraya berlari menjauh dari putaran angin dari baling-baling helikopter.


Setelah suasana tenang, Pierre merapikan rambut berantakan Katlin, "Welcome di Negaraku, Katlin. Ah... Negara kita."


Amber mengangguk.


"Ayo pergi ke Istana."


Sepanjang jalan mata Amber disuguhkan dengan pemandangan indah kota tua, melewati bangunan kokoh Monac0 Catedral yang bergaya romawi juga melewati Istana megah Pangeran Monac0 dari abad ke -12. Wanita itu terkagum-tagum melihat icon dari monac0 itu, apalagi saat mobil yang membawanya melewati pelabuhan. Kapal-kapal pesiar yang luar biasa megah berjejer, konon para aktris dari Hollywood berdatangan ke Monac0 hanya untuk berlibur seperti Leonardo Dicaprio bahkan sekaliber para pemain Manchester City.


"Disini juga ada Grand Pix of Monaco, perhelatan yang selalu dinantikan di formula one Championship," ujar Pierre terus membanggakan surga dunia di negaranya.


"Aku ingin menaiki kapal pesiar itu, Pierre!" teriak Amber semangat.


"Kamu sangat beruntung, Katlin. Besok malam akan diadakan event kelas dunia di salah satu kapal pesiar di pelabuhan Fortvieille. Aku akan mengurusnya, kemarilah jangan berdiri terus anginnya kencang masukkan kepalamu."


Tapi Amber masih betah berdiri dan mengeluarkan kepalanya dari atap mobil yang terbuka.

__ADS_1


Pierre tersenyum senang melihat kebahagian di wajah Katlin, tapi ia takut wanita itu akan sakit kena angin luar dan akhirnya ia menarik tubuhnya turun.


"Ahhhhh..." Amber menjerit kaget saat tubuhnya ditarik turun, kini posisi tubuhnya yang berasa di atas pangkuan Pierre malah membuatnya canggung. "Pierre, ini-"


"Apa kamu tidak nyaman berada di atas pangkuanku? Katlin, kamu bilang akan memberiku kesempatan. Apa berdekatan seperti ini tidak boleh?" Pierre melingkarkan kedua tangannya memeluk tubuh Katlin.


"Uhm... itu... sepertinya kita terlalu cepat bersikap berlebihan seperti ini, maaf." Amber berusaha turun.


Pierre melepaskan pelukannya, "Baiklah."


Kini Amber berusaha untuk duduk dengan tenang, tak ingin kejadian seperti barusan terjadi lagi.


Setelah mobil sampai, pintu terbuka. Pierre turun lebih dulu, dia membantu Katlin turun. "Pelan-pelan, hati-hati dengan kepalamu."


Mereka berdua masuk ke dalam Istana, para pelayan menunduk saat melihat Pangeran ke -3. Pierre membawa wanita yang disukainya itu ke bagian sayap timur Istana, tempatnya tinggal.


Pierre membuka sebuah pintu kamar yang bernuansa feminim tapi juga ada nuansa klasik, "Aku sudah memerintah pengurus kediamanku untuk menjadikan kamarmu senyaman mungkin, tapi apa kamu puas?"

__ADS_1


Amber masuk ke dalam kamar, memandang semua barang-barang kerajaan yang berada di dalam kamar. "Ini terlalu mewah, Pierre."


"Kamu ingin aku merombaknya?"


"Tidak! Tidak! Itu akan merepotkan, terimakasih aku akan menerima kamar ini." Amber tersenyum tulus, ia tak ingin merepotkan dan menolak kamar yang sudah disiapkan.


"Oke, istirahat lah. Nanti malam aku akan menjemputmu kesini untuk makan malam, aku akan memperkenalkanmu secara resmi pada semua keluargaku. Hanya sebagai teman dan seorang desainer yang sedang berbisnis, kan? Apa tidak bisa aku memperkenalkanmu sebagai wanitaku milikku?"


"Pierre..."


"Oke, aku mengerti. Tapi biarkan aku memperkenalkan mu sebagai wanita yang aku sukai, oke."


Amber mendesah, "Baiklah."


Pierre tersenyum lebar, "Aku pergi dulu, aku harus menyapa Ayahku dan Kakak pertamaku. Kakakku adalah penerus Ayah sekarang, jadi dia agak terlalu ketat padaku seperti Ayahku dulu. Hehe... Aku pergi. Selamat beristirahat, Katlin."


"Ya, terima kasih."

__ADS_1


Pierre mengangguk, lalu keluar kamar dan menutup pintu.


__ADS_2