Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Terbongkarnya Semua.


__ADS_3

Saat Amber dan Pierre kembali sore itu ke Istana, suasana Istana sangat sepi tidak seperti biasanya membuat Amber seketika bersiaga untuk melindungi diri.


"Pierre, kenapa Istana sepi sekali?"


Pangeran ke -3 itu juga merasa heran, "Katlin, genggam tanganku jangan jauh-jauh," pria itu mengulurkan tangan nya.


Amber merasa ragu menerima uluran tangan Pierre, dia bisa menjaga dirinya sendiri. Tapi untuk menghargai pria itu, akhirnya dia menerima uluran tangan Pierre dan pria itu segera menggenggam tangan nya.


"Ayo," Pierre membawa Amber ke ruangan resmi Istana untuk menemui Yang Mulia, benar saja semua anggota keluarga berada disana kecuali Kakak keduanya, Pangeran ke -2.


Pierre segera masuk ke dalam, "Kakak, ada apa? Kenapa Istana sangat sepi?"


"Kemarilah, duduk." Ujar Yang Mulia Albert.


Pierre dan Amber duduk bergabung dengan yang lain, wajah mereka semua menunduk muram.


"Kakakmu Bernard sudah ditangkap, dia adalah rekan penjahat dari mafia Internasional perdagangan organ-organ yang sedang diburu di seluruh Negara. Aku sudah menyetujui penangkapan nya, juga kepala Sekretariat. Agen khusus sudah menangkapnya semalam."


Pierre menarik nafas terkejut, "K-kakak Bernard?"


"Ya. Kalian pergi lah, aku harus bicara dengan Katlin." Ujar Yang Mulia pada semua anggota keluarga.

__ADS_1


Semua anggota keluarga Istana pergi keluar, sebelum pergi Putri Alice menatap Amber dan Pierre sebentar lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Pierre menatap Amber, kemudian menatap Yang Mulia, "Kakak, ada apa dengan Katlin? Aku tidak akan pergi, katakan di depan ku."


Albert menatap adik-nya Pierre dengan mata sendu, merasa kasihan. Semalam ia bertemu dan bicara secara empat mata dengan Eric, Kapten Agen Khusus. Pria militer itu menceritakan suatu peristiwa yang sangat tidak masuk di akal dan diluar nalar. Jadi, ia ingin memastikan semua yang diceritakan Kapten itu padanya tentang Katlin.


"Kamu siap mendengar semuanya, Pierre? Ini benar-benar akan membuatmu berduka."


"Kakak... "


"Hahhhh, baiklah. Dengarkan aku, aku akan menceritakan tentang Katlin yang sebenarnya."


"Tunggu, Yang Mulia," Amber angkat bicara. "Tentang aku yang sebenarnya? Siapa yang bercerita pada Anda?"


Pierre semakin mengeratkan genggaman nya pada tangan Amber, dia sudah tau tapi saat sekarang kenyataan nya terbongkar hatinya seketika ketakutan. Aku tidak ingin kehilanganmu, Amber. Pria itu memandang sendu pada Amber.


Amber melihat kekhawatiran di mata Pierre tapi bukan rasa terkejut, Apa Pierre sudah mengetahui aku adalah Amber?


"Kamu sudah tau, Pierre? Jika aku adalah Amber, bukan Katlin?" tak ingin menebak-nebak akhirnya Amber bertanya langsung.


Pierre menghela nafas, "Sejak di rumahmu, aku sudah tau. A-aku... Awalnya aku sakit hati karena wanita yang aku cintai hanyalah tinggal raganya saja, aku tau sesuatu terjadi pada Katlin. Aku juga tau yang mengisi tubuhnya adalah kamu, Amber. Demi mencari tau apa yang terjadi pada Katlin, aku sengaja mengajakmu ke sini karena disini lah awal Katlin menghilang dan aku ingin memanfaatkan mu untuk mencari tau kebenaran nya. Saat malam itu, Kepala Sekretariat datang ke kamarmu di Istana ini, aku mencari informasi tentang Kepala Sekretariat dan apa hubungan nya dengan Katlin. Tapi informasi itu masih belum datang, aku masih menunggu. Kini saat Kakak kedua tertangkap, apa dia yang berbuat ini pada Katlin?"

__ADS_1


Yang Mulia menghela nafas, " Nona Amber, ceritakan tentang Katlin pada Pierre. Sepertinya dia tidak tau apa-apa tentang Katlin yang sebenarnya."


Amber menatap kasihan pada Pierre, meskipun ternyata dia dimanfaatkan oleh sang Pangeran tapi itu tidak lebih buruk dari dia yang juga memanfaatkan Pierre. "Katlin adalah seorang pembunuh bayaran, dia ditugaskan untuk mengawasi dan membunuh Eric saat masih menjadi suaminya. Kamu juga tau bukan, Katlin dipenjara karena mendorong Eric. Di penjara Katlin terus diracuni secara perlahan, sampai tubuhnya lemah. Saat Katlin keluar dari penjara, sepertinya dia meninggal dan roh-ku yang juga baru saja mati karena terbakar masuk ke dalam tubuh Katlin. Pierre... maafkan aku, tidak jujur padamu. Kamu pasti sangat mengharapkan Katlin, bukan?"


Pierre memang merasa sedih saat mendengar cerita tentang Katlin, tapi sekarang hatinya sudah menyukai Amber jadi dia tak merasa sakit saat mendengar kisah Katlin. "Aku memang sedih, tapi kini aku tidak mencintainya lagi. Entah sejak kapan, aku sudah mulai menyukaimu Amber bukan Katlin."


Amber terperanjat, dia melepaskan genggaman tangan nya dari Pierre. Dia memundurkan tubuhnya, "Tidak Pierre, kamu tidak tau kenapa Katlin bersedia menjadi Agen para penjahat itu. Itu demi kamu! Katlin dijanjikan bisa bersamamu, asalkan dia menyelesaikan misi-nya. Tapi Katlin bahkan tak mau membunuh lagi, dan berakhir di penjara lalu meninggal. Kamu jangan seperti ini! Hargai pengorbanan Katlin padamu!"


Mata Pierre membelalak mendengar alasan Katlin mengambil misi untuk membunuh Eric, dia tak menyangka itu demi dia. Tapi dia tetap tak ingin kehilangan Amber, "Aku menghargai pengorbanan nya, Amber. Tapi kini hatiku untukmu, bisakah kamu menerimanya."


"TIDAK! Amber tidak bisa menerimamu, dia adalah kekasihku. Kemarilah, sayang." Tiba-tiba Eric masuk ke ruangan dan meng-klaim kepemilikan nya pada Amber.


Amber menggigit bibirnya, ia tak tega pada Pierre tapi dia tidak bisa berbuat apapun untuk pria itu.


Melihat keraguan kekasihnya, Eric berjalan maju mendekat ke arah Amber memutar meja panjang ke kiri, tiba-tiba ia melihat mata Amber membelalak ke arah pintu. Eric berbalik ke arah pintu ia melihat sebuah senpi mengarah ke dalam ruangan, "Tidak!" dia berlari tapi terlambat.


"Pierre! Awas!!!" Amber menghalangi tubuh Pierre dengan tubuhnya.


DORRRR!!!


"Arghttt!" Amber berteriak kesakitan.

__ADS_1


Kaki Eric bertumpu pada pinggir meja, tubuhnya menerjang ke arah ambang pintu dengan sekali tendangan pistol di tangan si penembak terjatuh. Dia menendang jauh pistol di lantai, lalu meringkus orang itu.


"Amber... Akhh... Amber..." tangan Pierre penuh dengan darah Amber, tubuhnya gemetar saat memeluk wanita itu.


__ADS_2