Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci

Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci
Mission Accomplished.


__ADS_3

Eric menyalakan alat komunikasinya, "Harris! Masuk ke dalam! Cepat!" Dia masih menahan penembak yang berseragam pakaian penjaga Istana.


Tatapan Eric mengarah pada luka tembak di bahu Amber, "Sayang, tekan lukamu. Bertahanlah, tarik nafas..."


Amber memaksakan bibirnya untuk tersenyum, "Akhh... Aku tidak apa-apa ... Eric..."


Yang Mulia berlari ke arah Pierre dan membantu menekan bahu Amber yang tertembak mengikatnya dengan kain taplak meja agar pendarahan berhenti.


Pierre terus memeluk tubuh Amber, "Maaf... Amber..."


Harris datang melihat situasi, dia langsung menangani si penembak tapi matanya terbelalak saat melihat bagian perut sang Kapten. "Capt, luka di perutmu berdarah lagi."


"DIAM!!!" wajah Eric semakin pucat, ia tertembak saat menangkap Big Wolf tadi pagi saat penjahat itu datang ke Monaco dengan helikopter. Adu tembak pun terjadi, saat ia maju akan menangkap Big Wolf seorang penembak jitu menembaknya dari jauh. Untung saja penangkapan berhasil, saat terbangun sore ini di rumah sakit dia langsung teringat dengan Amber yang akan segera datang ke Istana, dengan terburu-buru ia menuju ke Istana.


Eric berlari ke arah Amber dengan menahan rasa sakitnya, sepertinya luka tembak di perutnya memang terbuka lagi tapi dia tak memperdulikan nya, "Biar aku menggendongmu, sayang," lirihnya saat sampai di hadapan Amber.


Amber menggeleng, "Lukamu sepertinya lebih parah... "


"Kalau begitu biar aku saja yang menggendongmu, Amber," Pierre bersiap memangku Amber.


"Tidak! Lepaskan tanganmu darinya!" Eric merebut tubuh Amber dari Pierre, ia mempertahan kan harga dirinya di depan pria yang dengan jelas mengatakan menyukai wanita nya. Dengan sekuat tenaga dia berdiri berjalan seraya memangku Amber dalam pelukan nya, meskipun darah terus merembes keluar dari perut menembus pakaian nya.


"Capt! Agnes datang dia bisa mengamankan penembak ini. Biar aku yang memangku Nona Amber!" ujar Harris.


Eric tetap tak mendengarkan, dia merasa telah gagal melindungi Amber. Dia terlalu sibuk dengan misinya sampai dirinya terluka dan tak mengamankan Amber. "Maaf, sayang. Ini salahku... sesibuk apapun aku harusnya terus menghubungimu. Aku juga harusnya bisa menjaga diriku agar tak terluka sampai aku telat datang padamu dan mengamankan mu."


"Eric... Lukaku tidak parah... jangan menyalahkan dirimu--" Amber menarik nafas kesakitan.


Eric semakin mempercepat langkah kakinya, berlari ke arah mobil, setelah sampai di mobil Agnes segera membawa keduanya ke rumah sakit militer di Negara itu.


Pierre mengikuti dari belakang dengan mobilnya, sepanjang jalan dia memukul setir mobilnya merasa marah pada dirinya sendiri tak bisa melindungi Amber.


Amber dan Eric ditangani di ruangan yang sama, Kapten tentara itu memaksa agar diobati dalam satu ruangan karena jika tidak Eric tidak mau di obati.

__ADS_1


"Untung saja, peluru tidak mengenai jaringan tubuh. Ini tidak akan mengakibatkan cedera parah pada bahu, Nona ini hanya tidak diperbolehkan menggerakkan bahu dan tangan kanan untuk beberapa waktu. Anda bisa tenang, Capt." Ujar Dokter yang menangani Amber berbicara pada Eric.


"Pikirkan luka Anda, Capt. Lukanya sangat dalam dan baru saja dijahit tapi Anda malah berlari dan kabur dari rumah sakit, Anda... ckckck," Dokter satunya lagi memarahi Eric.


Setelah keduanya selesai di obati, mereka terbaring di ranjang rumah sakit yang berdampingan. Tangan mereka saling menggenggam, Eric menceritakan kejadian penangkapan sejak semalam di Istana sampai penangkapan Big Wolf tadi pagi. "Amber, misi selesai. Aku kembali dengan selamat, aku kembali padamu sesuai janjiku."


Amber tersenyum, "Terima kasih telah berjuang demi Negara dan tetap bertahan hidup untukku. Aku mencintaimu... Eric."


"Aku juga mencintaimu, Amber... menikahlah denganku, aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu."


Pierre berdiri di ambang pintu ruangan memperhatikan mereka berdua sejak ia diperbolehkan masuk, tiba-tiba bibirnya tersenyum. "Cinta sejati."


Pangeran ke -3 itu pun berbalik pergi tak ingin mengganggu kemesraan mereka berdua, dengan hati yang lapang menerima semuanya.


Saat semua diperiksa ternyata Putri Alice memang terbukti bersalah, dia yang memerintahkan si penembak yang adalah sisa dari bawahan Pangeran ke -2 yang bersembunyi di dalam Istana.


Seminggu kemudian, keadaan Istana sudah tenang. Pangeran Pierre mengatakan pada Yang Mulia akan pergi berlibur dan pria yang telah kehilangan cintanya itu menghilang entah pergi kemana.


Eric dan Amber beserta anggota khusus lainnya, akhirnya kembali ke Austria. Saat sampai, berita kesembuhan Ayah Eric datang padanya, adiknya Fania juga sudah sembuh. Sedangkan adiknya Delon ikut di adili di pengadilan Internasional.


"Hormat, Jendral!"


"Hm, turunkan tanganmu."


Eric lalu merangkul Amber, "Sir, mungkin situasi ini tidak dapat diterima oleh siapapun. Tapi hal diluar nalar ini memang benar-benar terjadi. Aku tidak mengatakan ini karena aku mencintai Amber, tapi Katlin sudah lama tiada. Roh Amber Broswel lah yang merasuki tubuh Katlin, jadi bisakah perintah penangkapan untuknya dibatalkan. Saya mohon," pinta Eric.


"Ada bukti atau pernyataan saksi-saksi?" tanya Jendral.


"Saya sudah menyiapkan semuanya, Sir. Saksi dan bukti-bukti jika dia bukanlah Katlin tapi Amber. Katlin si pembunuh bayaran sudah tidak ada," jawab tegas Eric.


"Hm, baiklah masukkan bukti-bukti ke dalam pernyataan. Saksi-saksi akan aku tanyai secara langsung, untuk sekarang aku hanya akan memberikan perintah agar istrimu ini tidak bisa meninggalkan Negara." Akhirnya Jendral memutuskan.


"Kenapa hanya dilarang meninggalkan Negara, Sir? Kenapa tidak dilarang meninggalkan rumah juga? Istriku sangat nakal, dia harus dihukum," ujar Eric dengan wajah serius.

__ADS_1


Amber dan Jendral terperangah atas permintaan Eric, "Kamu bercanda kan, sayang?"


Tapi melihat wajah Eric yang serius, Amber akhirnya marah, "Aku menolak menikahimu, Kapten Eric! Lanjutkan saja proses perceraian militer nya, aku tak keberatan. Ayo kita bercerai secara militer juga!"


Jenderal memundurkan tubuhnya, ternyata istri Eric benar-benar sangat berani meskipun ada seorang Jenderal seperti dirinya disana.


"Hahaha, hahahaa... Aku hanya bercanda, sayang. Iya 'kan, Sir?" Eric memaksakan dirinya tertawa, padahal dia serius dengan perkataan nya. Ia ingin Amber terpenjara di dalam rumah untuk sementara karena wanita itu tak bisa sedetik pun berdiam diri terus saja pergi kesana kemari.


"Hahahaha..." Jenderal akhirnya tak bisa menahan tawanya melihat kekonyolan bawahan dan istrinya itu. "Eric benar, dia hanya bercanda Nyonya Eric. Ah... Perdana Menteri sudah resmi menaikkan jabatanmu dari Kapten menjadi Jenderal. Sepertinya ini waktunya aku harus pensiun, kamu adalah Jenderal termuda di seluruh Negara. Selamat, Jenderal Eric! Hormat!" Jenderal Kayle memberi apresiasi dengan memberi penghormatan.


"Sir! Terima kasih. Jasa-jasa Anda akan selalu kami ingat."


Mereka berdua berpelukan, Jenderal Kayle menepuk punggung Eric bangga. "Aku bangga padamu."


Setelah keluar dari ruangan Jenderal Kayle yang sebentar lagi ruangan itu akan menjadi ruangan Eric, mereka berdua masuk ke dalam mobil militer. Amber sengaja duduk di pangkuan Eric di dalam mobil meskipun Eric menyetir mobilnya sendiri.


"Mau bermain sambil kamu menyetir, calon Jenderal? Aku akan memuaskanmu," ujar Amber nakal.


"Hahaha, astaga Nona Amber ah Nyonya Eric, ternyata sekarang isi kepalamu lebih me sum dariku... Hahaha..."


"Aku mulai," Amber memulai kenakalan nya, tangan nya menyusup ke dalam celana Eric meremas kejantanan pria itu mengelus bahkan mengocoknya.


Eric menghentikan mobilnya di pinggir jalan, "Kau benar-benar nakal, hahhhhh..." dessahnya, dia sudah sekuat tenaga bertahan tapi wanita dalam pangkuan nya sudah menembus batas pertahanan nya.


"Ayo lakukan, kamu harus menyelesaikan kenakalanmu. Amber... Akhhh..."


Permainan panas di dalam mobil pun dimulai, begitu luar biasa. Sepasang manusia yang jatuh cinta dengan berbagai halangan dan kesalah pahaman sampai akhirnya Takdir bisa menyatukan mereka berdua kembali.


______


END....


Author ucapkan terima kasih sebanyak - banyaknya pada semua yang membaca karya ini sampai selesai, terutama readers yang sering memberikan dukungan like dan komment, Rate 5, Vote, Gift juga. Love U All โ™กโ™กโ™ก

__ADS_1


Jika ada kekurangan atau banyak typo ketikan dan alur yang salah, semoga di maklumi ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ™๐Ÿป


SEMOGA KARYA-NYA MENGHIBUR YA....


__ADS_2