
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Zehemia, Zehekiel, Shawn, Luke dan Johannes itu dalam pencarian Zion. Dibantu oleh Remnick, Darwin, Norton, John dan Robin. Mereka mengerahkan sekutu terbaik untuk mencari keberadaan wanita cantik itu.
"Bagaimana Hem?" tanya Luke menatap layar komputer Zehemia.
"Tebakkan ku menunjukkan di London," jawab Zehemia masih asyik mengotak-atik laptop dipangkuannya.
Sementara Remnick, Norton dan John tengah sibuk menyusun strategi untuk melanjutkan pertempuran mereka.
"Ton, hentikan penjualan organ-organ tubuh manusia itu," tegas Shawn.
"Tapi Tuan_"
"Ini ilegal Ton. Jangan lakukan transaksi apapun selama Zo koma. Jika di ketahui oleh negara, Zo bisa menjadi salah satu buronan," sambung Shawn.
Pekerjaan yang digeluti Zoalva adalah pekerjaan yang salah, tak seharusnya memperdagangkan tubuh manusia apalagi menjual organ-organ itu untuk kepentingan pribadi.
"Tapi Tuan, permintaan sangat banyak dibagian China. Kalau saya tidak kirimkan, Tuan Zoalva bisa mengamuk,"
"Itu menjadi urusan kami," sambung Johannes. "Lakukan saja sesuai dengan apa yang kami katakan," ucapnya kemudian.
"Baik Tuan," sahut Norton mengalah. Semoga saja Zoalva tidak mengamuk saat ia terbangun nanti.
"Dan kau, Remnick. Tahan dulu semua pengiriman obat-obatan. Jangan ada pengiriman tanpa izin dari ku. Tutup semua akses pengiriman. Saat ini kepolisian sedang menyelidiki pelabuhan Zo. Perintah kan para anak buah untuk mengamankan barang-barang ke markas," perintah Zehemia. Zehemia adalah mantan ketua Mafia Lion Killer 2. Kelompok Mafia ini sudah ia bubarkan sejak ia menikah karena Ayah nya, Fillipo juga melarang dengan keras ia memimpin kembali kelompok Mafia tersebut
"Baik Tuan," keduanya langsung melaksanakan perintah Zehemia.
"Kalian tetap tinggal dipelabuhan. Laporkan dua kali puluh empat jam, apa saja kegiatan yang dilakukan karena seperti nya Negara mulai memasang signal di mana-mana untuk menemukan pekerjaan Zo," sambung Zehemia lagi.
__ADS_1
"Siap Tuan,"
Zehemia dan Zehekiel dibantu oleh Darwin masih terlihat serius dengan laptop didepan mereka masing-masing.
"Amankan semua asset perusahaan Zo," suruh Zehemia.
Luke dan Shawn turut membantu. Mereka kompak turun tangan untuk menyelesaikan masalah Zoalva.
Pekerjaan yang di geluti Zoalva selama bertahun-tahun, telah masuk di dalam laporan negara. Karena ada beberapa akses yang bocor saat Zoalva mengirimkan organ-organ itu ketika perjalanan menuju China. Dan pengiriman tersebut telah di razia dan dibatalkan oleh beberapa kesatuan angkatan laut Amerika.
"Zo, benar-benar keterlaluan," ucap Zehekiel tak habis pikir. "Bagaimana bisa ia dengan tega memburu manusia demi kekayaan nya," ucapnya.
"Entahlah, aku rasa dia manusia pesanan dari neraka," sahut Luke terkekeh.
Jika kelompok Mafia yang dulu di pimpin oleh Zehemia dan Myron bekerja sama dengan negara makan berbeda dengan kelompok yang di beri nama The Blood of the Silence oleh Zoalva, yang berpusat pada hal-hal ilegal. Bahkan senjata yang di luncurkan pun tidak berdasarkan undang-undang yang berlaku.
"Ck, menyebalkan. Dia yang membuat masalah kita yang harus selesaikan," gerutu Luke.
Sedangkan Darwin tetap serius yang ada didepannya. Tak hanya mengamankan asset-asset milik Zoalva. Tapi mereka juga melacak keberadaan Zion. Wanita yang kini masih dalam proses pencarian. Entah kemana Vincent menyembunyikan wanita itu sehingga tak terlihat jejak kakinya barang sedikit pun.
"Wait, aku menemukan nya," Darwin menekan tombol enter.
"Di mana?" sontak Zehemia, Zehekiel dan Luke melihat kearah komputer Darwin.
"Lihat ini. Ini adalah rute penerbangan ke Jepang. Artinya sekarang Nona Zion tidak lagi berada di London," jelas Darwin.
"Jepang? Cepat sekali perjalanan nya," ucap Shawn.
"Jangan lupakan Vincent itu siapa. Aku. Rasa sebelum Zoalva menyerangnya ia sudah menyiapkan segala kemungkinan agar Zion tak bisa ditemukan oleh kita," sahut Zehemia.
__ADS_1
Mereka semua mengangguk dan paham lalu melanjutkan pencarian.
"John. Robin. Kalian langsung turun memantau beberapa anak buah yang aku tugaskan untuk berangkat ke London. Ubah rute penerbangan ke Jepang," suruh Zehemia.
"Baik Tuan," sahut kedua pria itu.
"Pastikan kalian menemukan jejak nya,"
.
.
.
Zoalva masih terlelap dalam tidurnya. Dentingan alat pendeteksi jantung bekerja dengan cepat hingga bunyinya memenuhi ruangan ICU rawat inap inap tersebut.
Ia telah mengorbankan hidupnya demi mendapatkan wanita yang sudah ia sakitin kembali. Namun sekali pun ia kehilangan nyawanya. Wanita itu takkan mungkin kembali lagi padanya karena ia sudah membuat wanita itu pergi oleh karena ego nya sendiri.
"Zion," lirihnya pelan. Namun matanya masih tertutup rapat.
"Zo," panggil Kenny. Ia bernafas lega jika Zoalva sudah mulai merespon.
"Dean cepat periksa dia," suruh Aron yang masih setia menemani Kenny menjaga Zoalva.
Dean mengangguk dan memeriksa Zoalva.
"Dia sudah melewati masa kritisnya. Hanya saja racun itu masih ada. Seperti nya saran mu bagus , agar Zevanya membuatkan racun untuknya," jelas Dean.
"Aku sudah memerintahkan Grabielle untuk menemui Zevanya langsung," sahut Aron karena Grabielle sekarang masih menatap di Indonesia bersama istri dan anak-anak nya.
__ADS_1
Bersambung...