Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia

Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia
Chole tertembak


__ADS_3

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Suara pistol masih saling menggema dan bersahutan. John dan Darwin pun tampak mengubah arah serangan mereka karena jujur keduanya kewalahan. Bantuan belum juga dikirim oleh Remnick dan Norton.


"John. Darwin,"


Remnick dan Norton baru saja datang. Keduanya langsung bergabung membantu Darwin dan John.


Dor dor dor dor


Dor dor dor dor


Remnick langsung mengarahkan senjatanya dengan cepat dan menembak satu persatu-satu lawan mereka yang semakin bertambah banyak.


Dor dor dor


Chole melihat seseorang dibalik pintu yang mengarahkan pelatuk nya pada Remnick.


"Awassssssss,"


Gadis itu berlari menghampiri Remnick. Sontak Remnick menolak dan


Dor


Chole langsung memeluk Remnick dan saat itu juga pistol itu menghantam bagian punggungnya.


"CHOLE,"


Sedangkan Remnick terdiam. Darah keluar dari balik tubuh Chole dan mengenai tangan Remnick. Remnick menatap wanita yang ada dipelukkan nya. Sejenak tatapan mereka bertemu. Entah kenapa jantung Remnick berdetak cepat ketika melihat tatapan Chole. Ini pertama kali nya dia merasakan hal berbeda saat bersentuhan dengan wanita.


Darwin melihat Chole tertembak menjadi marah


Dor dor dor dor


Dor dor dor dor


Dor dor dor dor


Dor dor dor dor


Dor dor dor dor


Darwin menebak dengan membabi buta. Tembakkan nya tepat mengenai sasaran. Peluru itu menghantam jantung dan kepala lawannya hingga mereka tergeletak dilantai.


Darwin melemparkan pistolnya dan menghampiri Remnick yang masih memeluk Chole. Keduanya tampak terdiam hingga akhir nya Chole terjatuh pingsan di pelukan Remnick dengan wajah pucat.


"Chole," teriak Lina menghampiri Chole.


"Chole," Darwin mengambil Chole dari pelukkan Remnick. "Chole bangun Chole, bangun," lekaki itu menepuk pipi Chole berulang kali membangunkan gadis yang sudah bersimbah darah.


"Tuan cepat bawa Chole ke rumah sakit," ucap Lina sambil menangis histeris melihat sahabatnya

__ADS_1


Darwin mengangkat tubuh gadis itu dan berlari keluar. Sedangkan para munsuh tak ada yang tersisa satu pun, semuanya tergelatak dalam keadaan tak bernyawa dengan darah yang mengalir di mana-mana.


"Nick," Norton menepuk bahu Remnick. "Ayo," ajaknya.


Remnick baru sadar dan dia segera berlari menyusul. Ia tak menyangka jika gadis itu menyelamatkan nya. Kenapa gadis itu menyelamatkan nya dan merelakan nyawanya demi Remnick? Mereka tidak kenal satu sama lain. Bahkan Remnick sama sekali tak melirik siapa wanita itu.


"Chole hiks hiks. Bangun Chole. Bangun," ujar Lina menggoncang tubuh Chole sambil menangis. "Bangun Chole," tangis Lina semakin pecah. Chole ada sahabat baiknya. Ia tidak mau kehilangan wanita itu.


Darwin memangku tubuh Chole. Jas yang ia pakai bersimbah dengan darah yang keluar dari punggung Chole.


Darwin menyingkirkan anak rambut gadis itu. Tak pernah ia merasa setakut ini dalam hidupnya. Apa ia sungguh-sungguh jatuh cinta pada Chole?


'Apakah aku sudah jatuh cinta padamu? Aku tidak tahu, aku khawatir melihat mu begini. Semoga kau baik-baik saja, Cantik,' ucap Darwin dalam hati sambil mengelus wajah Chole yang pucat di pangkuan nya.


.


.


"Kau baik-baik saja?" Norton melirik Remnick.


"Kenapa dia menyelamatkan ku?" tanya Remnick menunduk. Ia merasa bersalah, saat melihat Chole tertembak ia merasa bersalah. "Aku merasa bersalah Ton," ucap Remnick penuh penyesalan.


"Susah jangan dipikirkan. Kita ke rumah sakit saja untuk melihat kondisi nya," ucap Norton menenangkan.


Remnick melamun, lelaki itu menghela nafas panjang. Bayangan Chole yang memeluk nya masih terlintas di benak lelaki itu. Tatapan Chole yang terlihat sendu juga terbayang-bayang dikepala Remnick.


Sampai dirumah sakit, keduanya langsung turun. Langkah Remnick tampak tergesa-gesa. Ia tak sabar bertemu dengan gadis itu. Apakah Chole baik-baik saja?


"Dia masih diruang pemeriksaan," jawab John sambil mengusap kepala Lina yang bersandar dibahu nya sambil menangis.


Darwin berdiri dari duduknya. Ia melirik Remnick dengan marah


Bughhhhhhhhhhhh


Lelaki itu langsung melayangkan pukulan nya di wajah Remnick.


"Darwin," bentak Norton. "Apa yang kau lakukan?" tatapan Norton tajam sambil membantu Remnick berdiri karena lelaki itu terjerembab ke lantai.


"Dia sudah mencelakai gadisku. Dia penyebab Chole tertembak," tuding Darwin.


Remnick berdiri sambil memegang sudut bibirnya.


"Dasar laki-laki lemah," Darwin hendak menyerang Remnick. Namun Norton segera menahan lelaki itu.


"Sabar Win," tegur Norton. "Kau tidak bisa menuduh Nick, ini murni kecelakaan," ucap Norton membela Remnick.


"Kau membela nya?" Darwin menatap Norton tajam


"Bukan begitu. Tapi ini bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan baik," sahut Norton.


"Arghhh," Darwin memukul dinding. Hingga darah keluar dari buku-buku tangannya.

__ADS_1


Remnick meringgis kesakitan. Lelaki itu tidak membalas sama sekali karena ia memang bersalah. Tapi ia tidak meminta Chole menyelamatkan nya.


Sementara John masih memeluk Lina tanpa peduli dengan pertengkaran ketiga sahabat nya. Dunia serasa milik dia sendiri saat gadis pujaannya ini mau menempel dan bersandar di bahu nya. Kapan lagi bisa dapat kesempatan seperti ini?


"Ayo Nick," Norton membantu Remnick duduk di kursi tunggu.


Remnick menurut dan dan duduk dikursi sambil memegang sudut bibirnya.


Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruanga pemeriksaan.


"Dok, bagaimana keadaan nya?" cecar Darwin


"Dia kekurangan banyak darah," jawab Dokter. "Apa ada yang memiliki golongan darah O-?" Dokter menatap kelima orang itu secara bergantian.


"Saya Dok," Remnick maju dan mendekati dokter. "Ambil saja darah saya," ucapnya.


"Nick," tegur Norton.


Namun Remnick tak peduli. Dia harus menyelamatkan Chole karena Chole sudah lebih dulu menyelamatkan dirinya.


"Mari ikut saya," ajak dokter


Darwin menatap Remnick. Dia merasa bersalah karena sudah memukul sahabat nya itu.


"Nick," namun Remnick tak menoleh sama sekali.


"Chole, hiks hiks hiks," tangis Lina semakin pecah. Dia ketakutan sendiri.


Drt drt drt drt


Ponselnya berbunyi. Segera gadis itu meronggoh tasnya. Sementara tangan John masih setia mengusap kepala Lina.


"Hallo Zion,"


Sontak ketiga pria itu menatap kearah Lina ketika mendengar gadis itu menyebut nama Zion. Nama wanita yang sekarang masih mereka cari. Apakah itu Zion yang mereka cari, atau itu Zion orang lain?


"Chole tertembak Zion," ucap Lina sambil menangis.


"Ceritanya panjang," sambungnya lagi.


"Tidak perlu khawatir dia baik-baik saja," sahutnya tidak mau membuat Zion khawatir.


Lina mematikan sambungan telponnya. Dan memasukkan kembali benda pintar itu kedalam tas munggilnya.


Sedangkan Darwin, John dan Norton saling melihat satu sama lain. Ingin bertanya, tapi Lina tampak tidak mood berbicara.


"Hiks Chole," gadis itu menyeka air matanya kasar. Ia bangkit dari bahu. John. Makan malam mereka berakhir dengan sebuah kejadian yang membuat Lina merasa trauma


Bersambung...


Jangan lupa like. Komen. Vote. Dan gifts nya man teman .... Semoga kalian selalu sehat-sehat....

__ADS_1


__ADS_2