
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Tuan," Robin mendekati Zoalva.
Zoalva terduduk dikursi sambil menggeleng. Untung Robin berhasil mencegah orang masuk agar tak menganggu Zoalva.
"Bin, hiks hiks hiks," Zoalva tampak mengadu pada Robin. Berharap ada yang paham perasaan nya saat ini.
Robin menghela nafas lalu duduk disamping Zoalva. Ia menatap kasihan Boss nya ini. Apa sebenarnya yang terjadi kenapa Zoalva, sampai serapuh ini?
"Tuan_"
"Aku yakin dia anakku Bin. Aku yakin itu. Wajahnya. Matanya. Senyumnya. Itu menandakan bahwa dia anakku. Tapi kenapa dia malah mengatakan itu anak pria lain," ungkap Zoalva.
Robin mengangguk. "Tuan, ayo kita pulang," ajak Robin.
Zoalva menyeka air matanya. Dia ingin bertemu anaknya lagi dan wanita tadi. Tapi kemana mereka? Zoalva tidak tahu kemana pergi nya kedua orang tadi.
Zoalva masuk kedalam mobilnya. Tatapannya penuh keputusasaan. Ini patah hati terberat yang ia alami selama ia hidup. Kenapa rasanya sakit sekali?
"Robin, tolong cari tahu semua tentang Zion. Pastikan apakah dia sudah menikah? Atau hanya pura-pura menikah," titah Zoalva.
"Baik Tuan," sahut Robin mengiyakan.
Zoalva memegang dadanya. Jantungnya kembali berdenyut sakit saat mengingat wajah dingin Zion dan tatapan Riley padanya. Kedua orang itu mampu menggetarkan jantung nya yang selama ini sudah lama mati.
"Kau milikku Zion. Tidak ada yang boleh merebut mu dari aku. Aku akan berjuang untuk mendapatkan mu kembali," gumam Zoalva yakin pada dirinya sendiri bahwa ia bisa mendapatkan hati Zion kembali. Wanita itu miliknya dan takkan berubah sampai kapanpun.
.
.
.
__ADS_1
"Nona," Felix mengenggam tangan Zion. Sedangkan Riley tertidur dipangkuan wanita itu.
"Kak," mata Zion kembali berkaca-kaca dari tadi ia berusaha menahan tangisnya.
"Semua akan baik-baik saja Nona," ucap Felix tersenyum sambil menenangkan wanita itu dengan ucapannya meski pun nyatanya itu tidak berfungsi sama sekali.
"Aku takut Kak. Aku takut dia mengambil Ray dariku," ujar Zion.
Felix menggeleng. "Percaya pada saya Nona. Tidak akan ada yang berani memisahkan anda dan Tuan Kecil," jawab Felix. Tangannya terulur mengusap kepala Riley yang tertidur nyaman didalam pelukan Zion.
"Iya Kak," Zion mengusap punggung putranya. "Dia hartaku yang paling berharga. Aku tidak bisa kehilangan nya. Sudah cukup aku kehilangan keluarga ku selama ini. Aku tak ingin lagi kehilangan anak ku," kata Zion dengan lelehan bening di pipinya.
Felix mengangguk. Sejujurnya bukan hanya Zion yang merasakan takut. Tapi juga Felix. Ia takut kehilangan Zion dan Riley dalam hidupnya. Kedua orang itu juga sangat berarti untuknya.
"Istirahat lah Nona. Nanti akan saya bangunkan saat sudah sampai rumah,"
Zion mengangguk. Ia menyenderkan tubuhnya di jok mobil. Matanya terpejam sedangkan tangannya mengusap kepala Riley. Ia mencoba menahan emosi kemarahan serta air mata yang hendak jatuh dipipinya. Ia tak boleh benar-benar lemah didepan anaknya. Ia harus jadi penguat. Ia harus menjadi Ibu yang bisa menjaga anaknya.
Keluarga satu-satunya yang Felix miliki hanya Vincent saja. Namun kini lelaki itu pun pergi meninggalkan nya.
Sampai di rumah mewah mereka. Felix membangunkan Zion agar wanita itu turun dari mobil.
"Pelan-pelan Nona," tangan Vincent melindungi kepala Zion. "Apakah anda bisa membawa Tuan Kecil?"
"Iya Kak. Biar aku saja yang bawa Ray masuk,"
Zion masuk kedalam kamar putranya. Ia membaringkan bocah tampan itu dengan pelan diatas ranjang. Lalu ia menatap wajah damai Riley. Wajah teduh yang seketika membuat hatinya menghangat.
"Mommy berjanji Son. Mommy akan menjaga mu. Mommy takkan biarkan siapapun menyakiti kita lagi," ia mengecup kening putranya itu.
Zion naik keatas ranjang. Ia menarik Riley kedalam pelukannya. Lalu terlelap bersama putra semata wayangnya itu.
.
__ADS_1
.
.
"Apa yang terjadi Felix?" tanya Ariana. Wanita paruh baya itu tampak kalut saat melihat mata sembab Zion dan ditambah lagi Riley yang tertidur digendongannya.
Felix duduk sambil menghela nafas panjang. Lelaki itu memijit-mijit pelipisnya dengan pelan. Felix adalah tipe pria yang santai. Tidak gegabah dalam mengambil tindakan atau keputusan.
"Nona bertemu dengan Tuan Zoalva, Bu," jawab Felix.
"Apa?" Ariana terkejut. "Lalu bagaimana?" tak hanya Felix yang terlihat panik. Ariana pun sama tak bisa bayangkan jika Zoalva mengambil kedua orang itu.
"Entahlah Bu. Nona ketakutan sekali," sahut Felix.
"Felix apa yang harus kita lakukan? Apa kita pergi saja dari sini dan bersembunyi lagi?" ucap Ariana tampak tak tenang. Bagaimana kalau Zoalva merebut Zion dan Riley dari sisinya. Ia tidak siap berpisah dan kehilangan Zion dan Riley.
Felix mengangguk. "Percuma Bu. Ibu tahu kan kalau kemana pun kita pergi, kita pasti akan ditemukan oleh Tuan Zoalva," lelaki itu mendesah pelan. "Kita tidak perlu bersembunyi lagi. Aku malah melihat Tuan Zoalva begitu menyanyangi Nona. Kurasa dia tidak akan berani menyakiti Nona dan Tuan Kecil," jelas Felix. Seperti yang ia rasakan saat melihat tatapan Zoalva, lelaki itu takkan berani menyakiti anak dan juga wanita yang dia cintai. Jadi untuk apa mereka bersembunyi.
"Tapi bagaimana dengan Zion?" tanya Ariana dengan wajah sendu nya. "Ibu tidak mau kehilangan mereka berdua, Felix. Mereka adalah segalanya untuk Ibu," ucap Ariana lagi.
"Bu, jika memang tiba waktunya. Tuan Zoalva membawa Nona dan Tuan Kecil, itu sudah hak Bu. Kita sama sekali tidak bisa menahan atau mencegah hal itu terjadi. Kita hanya orang asing yang ditugaskan Tuan Vincent untuk menjaga Nona dan Tuan Kecil," jelas Felix.
Felix sebenarnya memiliki pemikirannya yang sama seperti Ariana. Namun ia sadar, ia tak bisa mencegah hal itu terjadi. Jika tiba saatnya Zion dan Riley dibawa pergi oleh Zoalva. Bukankah memang Zion dan Riley adalah milik Zoalva? Jadi Felix tak memiliki hak untuk menahan kepergian keduanya.
"Ya sudah Bu, aku masuk kamar dulu," Felix berdiri dari duduknya. "Seperti nya sebentar lagi Tuan Zoalva akan menemukan tempat kita Bu, Ibu siap-siap memberi kekuatan pada Nona karena ini akan mengguncang jiwa Nona," jelas Felix.
Ariana mengangguk sambil bernafas panjang. Dia tak yakin jika Zion akan baik-baik saja jika Zoalva datang kerumah ini untuk menjengguk Zion dan Riley.
Bersambung....
Terima kasih buat yang masih ikutin kisahnya Zion dan Zoalva..
Terima kasih yang sudah like dan juga komen.. Jangan lupa sekalian gift nya ya wkwwk...
__ADS_1