Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia

Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia
Pertanyaan Riley


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Riley tampak diam sambil berpikir keras. Ia masih memikirkan ucapan kedua sahabatnya tadi. Apakah benar jika Felix bukan Ayah nya? Lalu siapa Ayah nya?


"You okey Son?" Felix melirik pria kecil yang terdiam disamping nya.


"Ayah," Riley menatap Felix. "Ray ingin menanyakan sesuatu pada Ayah," ia tampak menghela nafas panjang.


"Apa Son?"


"Ayah, apakah Ray anak Ayah?" tanya Riley. Matanya berkaca-kaca menatap penuh harap. Ia berharap jika apa yang diucapkan kedua temannya hanyalah pemikiran mereka saja.


Felix terdiam. Seperti dugaannya akan tiba waktunya Riley bertanya tentang hubungan mereka. Riley anak kecil yang sudah dewasa sebelum waktunya. Meski usianya masih belia, ia memiliki pemikiran yang dewasa dan cepat merasa. Ikatan batin antara Ayah dan anak jelas bisa ia bedakan.


"Ayah kenapa diam saja?" tanya Riley.


"Son, nanti kita bahas ke rumah ya. Ray, tanya Mommy langsung," sahut Felix. Ia tak bisa menjawab sekarang. Ia belum siap melihat Riley yang patah hati saat tahu kenyataan yang tak seharusnya ia ketahui diusia nya yang masih terlalu muda.


Riley mengangguk. Ia kembali melamun. Ia tidak pernah sadar akan perbedaan nya dengan Felix. Ia ingin Felix menjadi Ayah nya karena Felix mengajari nya banyak hal.


'Maafkan Ayah Son. Ayah belum bisa katakan yang sebenarnya. Tapi walau kau bukan anak kandung Ayah. Ayah tetap menyanyangimu seperti anak Ayah sendiri,' batin Felix.


Waktu berlalu begitu cepat. Felix juga belajar banyak hal selama hidup bersama Zion. Tentang keteguhan dan ketegaran wanita itu dalam menghadapi badai hidup yang menerpa nya.


Sampai di kediaman mereka. Riley turun dengan tak sabar ia ingin menanyakan langsung apa yang terjadi pada nya.


"Pelan-pelan Son," tegur Felix sambil menggeleng saja.


"Mommy," panggil Riley.


"Iya Son, kenapa?" Zion menyambut kedatangan putranya itu. "Kenapa em? Pulang-pulang cari Mommy," ia memeluk anak nya itu dengan sayang.


"Lapar tidak?" sambil menggendong Riley.


Riley menggeleng. "Tidak Mom," sahutnya.


"Ya sudah kita mandi dulu yuk," ajak Zion.

__ADS_1


"Mom," tangan Riley melingkar dileher Zion.


"Iya Sayang kenapa?" Zion mengusap kepala putranya itu.


Felix menghela nafas panjang. Kasihan sekali lelaki kecil itu. Lahir tanpa seorang Ayah. Bahkan Ayah nya saja tidak tahu kehadiran nya.


"Ray ingin tanya sesuatu pada Mommy," ucap Riley serius.


"Apa Son?" Zion mengajak putranya duduk disoffa. Felix ikutan duduk.


Riley menatap Felix dan Zion secara bergantian. Matanya berkaca-kaca. Harapannya hanya satu, yaitu Felix adalah Ayah kandungnya. Itu saja


"Mau bertanya apa Son?" tanya Zion lembut.


"Mom, apakah Ayah Felix, Ayah kandung Ray?"


Deg


Zion terdiam menatap putranya. Ini pertanyaan yang paling ia hindari. Ia sudah senang saat Riley tak bertanya apapun tentang Ayah kandungnya.


"Son_"


Zion memaksakan senyum. Tangannya terulur mengusap kepala lembut putra semata wayangnya itu. Riley adalah harta paling berharga dalam hidupnya. Hanya anaknya ini yang sanggup membuatnya bahagia. Setelah ia dipatahkan dan dihancurkan dengan hebat oleh kenyataan pahit.


"Ayah Felix bukan Ayah Ray," sahut Zion


Deg


Lelaki kecil itu terdiam. Ia langsung menatap kearah Felix yang terdiam sambil tersenyum padanya. Benarkah Ayah nya bukan Ayah kandungnya?


"Lalu di mana Ayah Ray, Mom?" tanyanya. Tanpa permisi air matanya luruh. Ia anak kecil yang sedang patah hati.


"Son, jangan menangis," Zion mengusap pipi basah anaknya.


"Di mana Daddy, Mom?" tanya nya.


Zion menghela nafas panjang. Ia sekuat tenaga menahan lelehan bening yang hendak lolos dipelupuk matanya. Mengingat semua rasa sakit yang ia alami. Membuatnya takut bukan main. Ia dijadikan sebagai alat balas dendam oleh pria kejam itu.

__ADS_1


"Son," Felix mendekati Riley lalu memeluk tubuh munggil lekaki kecil itu.


"Katakan Mom?" desak Riley menangis dipelukkan Felix. "Di mana Daddy? Kenapa Daddy tidak bersama kita? Apakah Ray tidak dinginkan?" cecar nya.


Zion menggeleng. Ia menginginkan anaknya. Sampai kapan pun Riley akan anak yang paling ia inginkan dalam hidupnya.


"Ceritakan saja Nona. Sudah saat nya Tuan Kecil tahu kebenaran ini," ucap Felix.


Zion mengangguk sambil menyeka air matanya dengan kasar. Ia sebenarnya tak ingin menangis didepan anaknya sendiri. Namun setiap kali membahas masa lalu ia tak bisa lupa dari rasa sakit yang membuatnya ada di tempat ini.


Lalu Zion menceritakan semua masa lalunya. Menceritakan bagaimana kehidupan nya yang dulu. Ia disiksa oleh Ayah kandungnya. Tak dianggap anak dan dianggap sebagai pembawa sial. Lalu ia di tangkap oleh seorang pria kejam dan dijadikan tawanan sebagai alat balas dendam. Lelaki itu mengambil paksa sesuatu yang ia jaga dengan susah payah. Membuatnya kehilangan hidup. Ia diselamatkan oleh pria bernama Vincent sampai ia menyadari jika benih dari pria yang merenggut kesucian nya itu tumbuh dan berdiam nyaman didalam rahimnya.


"Apakah Daddy tahu tentang ku Mom?" tanya nya ia menatap Zion dan menantikan jawaban Ibu nya itu


Zion menggeleng. "Dia lebih tidak tahu kehadiran mu Son. Mommy takut dia merebut mu dari Mommy," sahut Zion. Ia takkan rela kehilangan anaknya.


"Tapi Ray ingin bertemu Daddy, Mom. Ray ingin melihat wajah Daddy," seru Riley. "Ray ingin seperti teman-teman Ray yang bermain bersama Ayah nya," air mata anak kecil itu luruh.


"Tapi kan sudah ada Ayah Felix. Dia bisa menemani Ray bermain," ucap Zion.


Riley menggeleng. "Tapi beda Mom," Riley melepaskan pelukan Felix.


"Ray mau ketemu Daddy," tegas nya. Lalu berlari masuk kedalam kamarnya dan mengunci kamar nya dan menangis.


"Son," Zion hendak mengejar Riley.


"Nona, biarkan saja Tuan Kecil menenangkan dirinya dulu," cegah Felix mencengkram tangan Zion.


"Kak," renggek Zion.


"Menangis lah Nona," Felix merengkuh tubuh lemah Zion.


"Hiks hiks. Ini yang aku takutkan Kak. Aku takut Riley nekad mencarimu siapa Ayah kandungnya. Lalu ia memilih lekaki itu dari pada aku," ungkap Zion.


"Itu tidak mungkin Nona. Tuan Kecil hanya ingin tahu siapa Ayah nya. Tuan Kecil tidak akan meninggalkan Nona," ujar Felix menenangkan Zion sambil mengusap kepala wanita yang tengah menangis itu


Zion menangis rapuh. Ia tak ingin ingat masa lalu nya dan tak ingin bertemu lelaki itu lagi. Hidup mereka selama ini aman-aman saja tanpa kehadiran lelaki itu. Sudah cukup semua yang terjadi. Zion ingin hidup tenang dan bahagia bersama putra semata wayangnya.

__ADS_1


"Nona tidak bisa menyembunyikan kebenaran ini. Kapan pun Tuan Zoalva akan tahu kehadiran Tuan Kecil. Saat itu tiba, Nona harus bersiap-siap untuk menerima segala kemungkinan bertemu dengan Tuan Zoalva," jelas Felix


**Bersambung.. **


__ADS_2