Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia

Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia
Kembali ke Indonesia


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


Chole dan Lina sedang bersiap-siap pulang ke Indonesia. Apalagi saat mendengar kabar bahwa sebentar lagi, Zion akan menikah. Tentu keduanya takkan melewatkan hari bahagia Zion tersebut.


"Lin aku masih tak menyangka jika Zion akan kembali dengan Tuan Zoalva," Chole menghela nafas panjang. "Apa Zion tidak trauma?" sambungnya.


Lina manggut-manggut saja. "Seperti nya Zion mencintai Tuan Zoalva. Jika tidak cinta. Mana mungkin dia mau kembali pada lelaki kejam itu?" sahut Lina. "Aku tidak bisa bayangkan, bagaimana rasanya menikah dengan seorang mafia, yang pekerjaan nya membunuh," Lina bergidik ngeri membayangkan pernikahan nya dengan seorang mafia.


"Ya sekitar kita tidak menikah dengan Mafia," sahut Chole memasukkan beberapa barang ke dalam koper nya.


Mereka tidak tahu saja jika lelaki yang mereka temui itu adalah kompolotan mafia yang paling ditakutkan di wilayah timur. Entah bagaimana ekspresi kedua gadis itu jika tahu pria yang selama ini sering bertemu dengan mereka adalah seorang mafia.


"Huffhhh," Chole duduk dibibir ranjang.


"Kenapa?" Lina ikutan duduk. Keduanya telah menyelesaikan studi selama di Amerika dan pulang ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan Zion.


"Nick itu kenapa dingin sekali?" keluh Chole. "Tapi entah kenapa aku malah semakin memikirkan nya?" Chole menarik nafasnya panjang.


Lina tersenyum. "Jangan berharap banyak Chole. Dia terlalu dingin untukmu. Kenapa kau tidak dengan Darwin saja?" goda Lina. "Aku lihat Darwin benar-benar menyukai mu," sambung Lina sambil tersenyum menahan tawa ketika melihat wajah kesal Chole


Chole memutar bola matanya malas. Bahkan ia tak memiliki perasaan apapun pada Darwin. Ia menganggap lelaki itu hanya sebagai teman baru nya saja. Walau Darwin memang peduli padanya selama di rumah sakit. Tapi tetap saja hati Chole tak bisa berpaling dari Remnick.


Chole jatuh cinta pada pandangan pertama. Tatapan teduh dari Remnick membuatnya tak bisa menolak pesona lelaki dingin tersebut. Ia sungguh menyukai Remnick, tidak hanya tampan tapi lelaki itu juga menarik dan terlihat memiliki jiwa yang besar terhadap sekitar.


"Jangan begitu," ucap Lina. "Siapa tahu Darwin benar-benar tulus mencintaimu. Dari pada kamu berharap pada Nick yang jelas-jelas tidak pasti," sambung Lina.


Chole malah tersenyum. "Tidak peduli dia setulus sebaik apa. Jika aku tidak menyukainya. Aku tetap tidak akan bisa menerimanya," jelas Chole. "Sudah lah ayo kita siap-siap," Chole berdiri dari duduknya.


Lina pun merasakan hal yang sama. Dia juga menyukai Norton secara diam-diam. Namun malah John yang mendekati nya. Entahlah, hatinya tak bisa di paksa kan untuk menerima John.

__ADS_1


Setelah berpamitan pada kedua orang tua mereka. Kedua gadis itu masuk ke dalam mobil dan menuju bandara.


Chole tampak melamun. Ia menatap kosong ke luar jendela mobil. Bayangan Remnick yang mencium tangannya saat ia koma masih terbayang-bayang. Saat koma, Chole bisa mendengar suara orang namun ia tidak bisa merespon ucapan mereka dan tidak bisa bergerak.


'Nick, apa kau tahu? Kau adalah lelaki pertama yang membuat aku jatuh cinta. Walau kau sangat dingin seperti es. Tapi aku tidak keberatan. Aku sungguh menyukai mu, Nick. Aku berharap suatu saat nanti kau bisa melihatku disini,' batin Chole.


.


.


.


.


"Ayo,"


Keempat pria tampan itu masuk kedalam jet pribadi milik Zoalva. Hari ini mereka juga berangkat ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan Zoalva dan Zion.


Yang lain manggut-manggut setuju. Tujuan Zoalva ke Indonesia memang melakukan perjalanan bisnis. Namun, siapa sangka jika mereka berdua dipertemukan dalam garis takdir yang tak pernah terbayangkan sedikit pun.


Darwin dan Remnick saling diam. Seperti ada sesuatu yang mereka pertengkarkan. Sejak semalam keduanya tak berbicara satu sama lain.


Remnick melirik Darwin. Dia tahu jika sahabat nya itu masih marah padanya. Padahal Remnick sudah katakan bahwa ia sama sekali tduk memiliki perasaan pada Chole, meski itu hanya membohongi hatinya sendiri.


Sementara Darwin ia merasa hatinya patah. Ketika gadis yang ia sukai malah menyukai lelaki lain. Apa Kuranya dia? Jika di bandingkan dengan Remnick, tentu ia lebih unggul. Tapi kenapa hati Chole justru berpaut pada Remnick yang tidak banyak bicara itu.


"Kalian kenapa?" John menatap kedua lelaki itu menyelidik. "Ada masalah?" sambungnya.


Tak biasanya Remnick dan Darwin saling mendiamkan seperti ini. Kedua lelaki ini selalu suka bercanda meski Remnick tipe pria yang sangat dingin.

__ADS_1


"Tidak," kilah keduanya kompak.


Norton diam saja. Dia sudah tahu masalah kedua sahabatnya itu. Kalau sudah berbicara tentang perasaan memang tidak ada hal yang seperti. Selalu saja mengundang luka dan rasa sakit yang mendalam. Apalagi Darwin sangat menyukai Chole sejak pertama kali mereka bertemu. Tapi gadis yang ia cintai malah mencintai wanita lain.


"Kalau ada masalah bicarakan," timpal John. "Kalian bukan anak kecil lagi yang saling diam-diam seperti ini," tegur John.


Remnick dan Darwin masih diam. Apalagi Remnick memang lelaki dingin seperti Zoalva yang irit bicara. Bahkan jika tidak di ajak bicara lelaki itu takkan bicara. Sifat dingin nya membuat beberapa orang seakan enggan mendekatinya. Remnick memang tidak memiliki teman di luar, selain Darwin, John dan Norton.


"Apa ini masalah Chole?" tebak John.


Keduanya tetap terdiam. Seolah sibuk dengan perasaan masing-masing. Sibuk dengan lamunan mereka.


John menghela nafas panjang. "Win, kalau kau memang mencintai Chole. Yakinkan dia kalau kau benar-benar ingin bersamanya. Buat dia jatuh cinta padamu," nasehat John


"Kau Nick," John menatap Remnick. Berbicara dengan Remnick seperti berbicara dengan tembok. "Jika kau tidak menyukai nya, jangan berikan dia harapan yang membuat dia semakin berharap," ucap John. "Kalian berdua tidak bisa menjadi saling bermusuhan hanya karena wanita,"


"Aku tidak menyukainya," sahut Remnick. Tapi tidak dengan hatinya. Wajar jika ia jatuh cinta pada Chole. Gadis itu bisa membuatnya tersenyum.


"Win, kau sudah dengar bukan kalau Nick tidak menyukai Chole. Jadi kau tidak memiliki alasan lagi untuk marah padanya," ucap John menasihati Darwin. Darwin memang masih labil, terlebih ia paling muda dari antara yang lainnya.


"Tapi Chole menyukai dia," sergah Darwin.


"Sudahlah. Kalian ini. Masalah perempuan saja di perdebatkan," ujar Norton tak habis pikir, lelaki itu bahkan menggeleng salut.


Darwin menatap Remnick jenggah. Dalam hati lelaki itu ingin sekali mengajak Remnick baku hantam. Sedangkan Remnick tetap santai saja. Ia sama sekali tak terpengaruh dengan tatapan dingin Darwin padanya.


Bersambung......


Jangan lupa like komentar dan vote yaaa guys...

__ADS_1


Gifts nya juga buat author...


Kalau ada saran dan masukkan kalian boleh coret-coret di bawah


__ADS_2