Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia

Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia
Jatuh cinta


__ADS_3

Happy Reading 🍡🍡🍡 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Brakkkkkkkkkkkkkk


"Aduhh kenapa Chole?" tanya Lina saat mendengar seperti suara menabrak dibelakang mobil mereka.


"Entahlah, seperti suara mobil ditabrak. Astaga Lina. Jangan-jangan," Chole menutupnya.


"Jangan-jangan apa Chole? Jangan membuat panik," ketus Lina keluar dari mobil.


Kedua gadis itu keluar dari mobil. Dan melihat belakang mobil mereka menabrak mobil yang ada didepannya.


"Ck, kenapa bisa begini Lin?" Chole mendesah.


"Aku juga tidak tahu Chole," jawab Lina. "Orangnya kemana?" ia tampak mengintip mobil itu.


"Kita tidak bisa pergi sebelum bertemu yang punya mobil. Hah, menambah pekerjaan saja," keluh Chole bersandar di dinding mobil.


"Ya sudah kita tunggu saja sebentar. Kalau lama kita tinggal," Lina melirik arloji yang melingkar ditangannya sambil ikut bersandar di dinding mobil.


"Kenapa aku tiba-tiba kangen Zion?" gumam Lina menatap bintang dilangit dan masih didengar oleh Chole.


"Sama Lin aku juga. Ahhh Ray, apa kabar dia? Andai aku punya dua atau tiga saudara, pasti aku memilih tinggal di Indonesia saja," curhat Chole. Ia sudah terlalu nyaman menjadi salah satu penduduk Indonesia selama lima tahun ini. Disana udaranya sejuk. Kehidupan masyarakat nya juga adem ayem.


"Hem, kita atur waktu saja untuk kesana. Sekarang kan sudah aman," sahut Chole.


Darwin, Remnick dan Norton tampak keluar dari restourant bersama John yang menjadi bahan bulyan mereka. Kalau tidak ada Zoalva, mereka bebas tugas. Tidak ada yang perlu dipikirkan atau dijadikan sebagai beban.


"Wait, siapa kedua gadis itu?" Darwin langsung menahan langkah mereka berempat.


"Iya, kenapa berdiri didepan mobil kita?" kening Norton berkerut heran.


"Wahh wahhh, suiit suiit," John langsung menyisir rambutnya ke belakang. Kalau melihat yang bening-bening ia suka lupa diri dan tidak ingat siapa dirinya.


"Ayo kita lihat," seru Darwin semangat.


Sedangkan Remnick dan Norton menggeleng saja. Darwin dan John memang playboy kelas kakap. Tidak hanya kejam didalam dunia Mafia. Tapi ia juga penjahat kelamin.


"Ehem," John berdehem.


Sontak saja Chole dan Lina terkejut mendengar deheman lelaki itu.

__ADS_1


"Maaf Tuan," ucap keduanya.


John dan Darwin langsung melongo melihat senyum kedua gadis itu. Apalagi Lina yang memiliki lesung pipi di pipi sebelah kirinya membuat jiwa playboy John meronta-ronta.


"Tuan, maaf tadi kami tidak sengaja menabrak belakang mobil anda. Kami menunggua anda untuk bertanggung jawab," jelas Lina.


Sedangkan Remnick dan Norton biasas saja. Kedua lelaki ini memang agak sedikit dingin pada wanita. Meski sering meniduri para wanita tapi keduanya sungguh tak berani memiliki hubungan dengan wanita. Entah apa alasannya, apakah trauma masa lalu atau memang tidak tertarik untuk mengenali wanita?


"Ohh jadi kalian yang menabrak mobil saya?" John memincingkan matanya pura-pura tak lupa ia melipat kedua tangannya didada.


"Kalian berdua harus ganti rugi, Nona," tegas Darwin menimpali. Playboy yang satu ini seperti mendapat mangsa baru.


"Baiklah Tuan kami akan mengganti kerusakan mobil anda," Chole mengambil dompet didalam tasnya.


"No, kami tidak mau bayarannya uang," sergah John.


"Lalu?" kening kedua gadis itu berkerut heran.


"Sudahlah kalian ini, jangan mengerjai anak orang. Ayo kita pulang," sanggah Remnick.


Lina dan Chole melihat kearah Remnick dan Norton yang berdiri dibelakang Darwin dan John. Keduanya seperti hilang kesadaran melihat ketampanan dua pria itu.


'Ya ampun kenapa dia tampan sekali?' batin Chole menatap Remnick sambil tersenyum malu.


Sedangkan Darwin dan John mendengus kesal. Bagaimana pun keduanya harus mendapatkan Lina dan Chole. Mereka sudah bosan bermain dengan wanita malam. Sekarang waktunya mencari wanita siang.


"Ck, tidak bisa begitu. Mereka sudah merusak mobil kita," ketus John. "Hem kalian berdua. Siapa nama kalian?" akal licik buaya darat pura-pura bertanya untuk mendapatkan mangsa baru.


"Nama saya Chole, Tuan," jawab Chole.


"Saya Lina," jawab Lina sambil tersenyum mengintip wajah Norton.


"Hem baiklah," Darwin berdehem menahan gugupnya. "Kalian besok temui kami d restourant ini, kalian harus bayar dengan makan malam bersama kami," jelas Darwin.


"Ingat kalian berdua, harus berdandan," sambung John.


Remnick mendelik. Memang kedua lelaki itu tak jera-jera nya menjadi playboy. Belum bertobat juga mereka berdua ini.


Chole dan Lina saling melihat bingung. Namun tak bisa juga menolak karena mereka harus bertanggungjawab telah merusak mobil John dan Darwin.


"Baiklah Tuan," sahut Chole memutuskan.

__ADS_1


John dan Darwin tersenyum penuh kemenangan.


"Perkenalkan saya, Darwin," Darwin mengulurkan tangannya pada Chole. Ia tertarik pada wanita itu.


"Chole," balas Chole. Tapi ia malah melirik Remnick yang tampak cuek dan tak peduli. Percayalah, lelaki cuek itu adalah yang paling banyak disukai oleh kaum hawa karena terlihat menarik.


"John," John mengulurkan tangannya pada Lina.


"Lina," balas Lina sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kami permisi Tuan," ucap Chole membungkuk hormat dan tak lupa tersenyum.


"Wait," cegat Darwin.


"Iya Tuan ada apa?" tanya Chole lembut.


"Boleh minta nomor ponsel. Maksudnya supaya besok kami bisa menghubungi jika kami sudah sampai," sahut Darwin beralasan sambil menyedorkan ponselnya.


"Ohh iya," sebenarnya Chole tampak ragu memberikan nomor ponselnya tapi ia harus bertanggungjawab.


Remnick dan Norton saling senggol-senggolan melihat kedua buaya darat itu yang sedang memancing mangsa nya. Entah apa nanti yang akan mereka lakukan apa kedua gadis itu. Semoga saja tidak melakukan hal yang aneh-aneh.


"Kalau begitu kami permisi Tuan," ucap Chole.


"Hati-hati,"


Dengan cepat Darwin membuka kan pintu mobil untuk Chole agar gadis itu masuk.


"Silahkan masuk Nona," tak lupa senyuman maut nya ia lemparkan sambil mengedipkan matanya jahil. Ahh gadis ini benar-benar cantik. Tapi tetap cantik Zion menurut Darwin.


Chole tersenyum canggung. "Terima kasih," masih sempat nya ia melirik Remnick yang tampak biasa saja padanya.


Chole dan Lina menjalankan mobil mereka meninggalkan restourant.


"Hem, kau tidak takut memberikan nomor ponselmu pada pria tadi?" tanya Lina melirik Chole.


"Sebenarnya takut. Tapi bagaimana kalau mereka menahan kita?" ucap Chole menghela nafas. "Tapi aku suka yang dibelakang mereka tadi. Wajah nya tenang dan tidak banyak bicara," Chole membayangkan wajah tampan Remnick.


"Sama. Aku juga suka yang di sampingnya. Siapa yaa namanya?" ujar Lina membayangkan wajah Norton.


Kedua gadis itu tampak tersenyum tak jelas membayangkan wajah lelaki yang menurut mereka begitu menarik. Andai saja mereka tahu siapa Remnick dan Norton, mungkin mereka takkan menyukai kedua pria mafia itu yang pasti mereka akan takut. Mendengar cerita Zion yang disiksa oleh raja Mafia saja mereka berdua ketakutan dan membayangkan betapa sakitnya siksaan yang diterima oleh Zion.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2