
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Remnick turun dari mobilnya. Ia berjalan pelan menelusuri koridor rumah sakit. Lelaki itu tak mau ketahuan jika dia datang kerumah sakit untuk menjengguk Chole. Jauh dalam hatinya, dia sangat ingin selalu menemani wanita itu. Namun ia tak mungkin menampakkan wajahnya karena takut Darwin malah berpikiran yang macam-macam padanya.
Remnick mengintip Chole dari balik jendela. Tampak dokter tengah memeriksa kondisi Chole sebelum gadis itu dipersilahkan pulang hari ini.
"Lin, Tuan Nick tidak datang yaaa?" wajah Chole tampak kecewa. Padahal dia sangat ingin bertemu lelaki itu apakah dia baik-baik saja. Atau kah ada yang luka? Namun lelaki itu malah enggak bertemu dengannya.
"Nick, sedang sibuk," jawab Darwin. "Nanti dia akan menemui mu. Kalau pekerjaan nya sudah selesai," sambung Darwin setengah malas membahas nama Remnick.
Chole mengangguk. Namun ia tak bisa menyembunyikan wajah kecewanya. Sulit sekali menaklukkan hati lelaki itu. Padahal Chole sudah mengorbankan nyawanya agar Remnick selamat. Namun lelaki itu masih saja enggan menatap dirinya disini.
"Sudah. Jangan sedih. Kau bisa menemui nya nanti," ucap Lina menenangkan. "Lagian ada Tuan Darwin dan Tuan John yang akan mengantar kita pulang," jelas Lina.
Sebenarnya bukan itu yang membuat Chole sedih. Dia ingin bertemu dengan Remnick karena perasaannya.
Chole melirik kearah jendela. Ia merasa ada orang yang mengawasi nya. Ternyata itu hanya perasaan nya saja.
"Anda sudah boleh pulang Nona. Ini ada beberapa obat yang wajib Anda minum, agar luka bekas operasi Anda cepat sembuh," jelas sang dokter.
__ADS_1
"Iya Dok," sakit Chole tersenyum.
"Biar aku bantu," Darwin mengangkat tubuh Chole. "Aku gendong sampai mobil," tawar Darwin sambil tersenyum.
Sebenarnya Chole ingin menolak tapi tidak enak melihat wajah Darwin yang tulus ingin menggendong nya. Tangan gadis itu melingkar di leher Darwin.
Sementara John dan Lina mengekor dari belakang sambil membawa barang-barang Chole sejak dia tinggal di rumah sakit.
Chole tampak melamun. Ia bahkan tak menanggapi Darwin yang mengajaknya berbicara. Pikiran gadis itu melayang entah kemana. Ia sedang memikirkan Remnick, kenapa lelaki itu tidak datang ke rumah sakit dan menemui nya?
"Sedang memikirkan Nick?" tebak Darwin. Ia tersenyum kecut. Apakah setelah ini akan akan menyerah mendekati Chole dan berhenti mengejar cinta gadis itu.
"Kau menyukai Nick?" tanya Darwin lagi.
Darwin berusaha tersenyum menutupi luka yang sedang mengangga didalam hatinya. Ia tak mungkin marah saat Chole mengatakan menyukai pria lain. Sebab ia dan Chole tidak memiliki hubungan apapun. Hanya dia saja yang berharap lebih pada gadis yang baru ia temui beberapa waktu lalu. Harusnya ia sadar untuk tak menaruh harapan tinggi pada imajinasi yang tak mungkin pasti.
"Pelan-pelan," Darwin meletakkan gadis itu disamping kemudi.
"Tuan hati-hati bawa temanku," pesan Lina.
__ADS_1
"Pasti," sahut Darwin mengangguk.
Darwin masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit.
Sementara John satu mobil dengan Lina.
"Ayo masuk," John membuka pintu untuk Lina, agar gadis itu masuk kedalam sana.
Lina mengangguk lalu masuk dan duduk disamping kemudi. John menjalankan mobilnya.
"Tuan_"
"Jangan panggil Tuan. Panggil saja John," potong John sambil tersenyum dan melirik kearah Lina.
Lina mengangguk. "Kenapa Tuan Nick tidak mau datang ke rumah sakit menemui Chole?" tanya Lina
"Dia sedang banyak pekerjaan," jawab John. "Apakah Chole menyukai Nick?" tanya John penasaran.
Bersambung......
__ADS_1