
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Remnick menatap bersalah wajah Chole yang terpejam diatas ranjang. Dalam hatinya masih bertanya, kenapa gadis ini menyelamatkan? Ia sama sekali tak kenal Chole dan bahkan tak ingat nama gadis itu.
"Chole, hiks hiks. Bangun Chole," Lina menangis sambil mengenggam tangan sahabat nya itu.
"Chole," gumam Darwin. "Maaf harusnya aku melindungi mu. Maaf sekali lagi," ucap Darwin penuh penyesalan. Baru pertama mengenal Chole dia sudah merasa nyaman dengan gadis itu.
Remnick, Norton dan John hanya terdiam menyaksikan kedua orang itu yang berbicara dengan Chole.
Remnick tak tahu, kenapa hatinya seperti teriris sakit melihat kondisi Chole. Chole seperti ini karena dirinya yang tak bisa menjaga diri. Harusnya dia yang menjaga gadis itu.
"Darwin. Norton, seperti nya kita harus kembali ke pelabuhan. Baru saja Tuan Kenzie menghubungi kalau senjata pengiriman itu, dibatalkan," jelas John.
"Tapi_"
"Biar aku yang menjaganya," potong Remnick.
"Aku tidak akan membiarkan mu mendekati nya Nick. Kau pasti hanya akan menyakiti nya lagi," hardik Darwin menatap sahabatnya tajam.
"Win, apa yang di katakan Nick benar. Ayo kita ke pelabuhan. Biarkan Nick yang menjaga Chole," ucap Norton menimpali. Darwin memang manusia yang keras kepala.
"Tidak," tolak Darwin.
"Win, ayolah jangan egois. Ini bersangkutan dengan nyawa kita. Jika sampai pengiriman senjata itu gagal. Kau tahu bukan hukuman apa yang akan kita terima?" ucap John menimpali. "Setelah urusan kita selesai, kita akan kembali lagi kesini," jelas John.
Darwin menatap Chole sendu. Sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan gadis ini. Tapi pekerjaan nya penting meski Chole jauh lebih penting. Namun Darwin tak bisa memilih diantaranya.
"Sayang, aku pergi sebentar yaaa. Kau baik-baik disini," Darwin mengusap kepala gadis itu.
Lina menatap Darwin jenggah. Seenaknya saja lelaki itu memanggil sahabat nya dengan panggilan sayang, padahal mereka tak memiliki hubungan apapun. Baru kenal juga, sudah panggil sayang-sayangan.
"Nick, jagalah dia. Kami akan segera kembali," Norton menepuk pundak Remnick. Lelaki itu hanya mengangguk saja.
Darwin menatap Remnick tajam. "Awas jika dia terluka lagi karena kau. Ku pastikan kepala mu akan berguling diaspal," ancam Darwin.
__ADS_1
Namun Remnick tak takut sama sekali. Lelaki itu malah tenang-tenang saja dengan ancaman Darwin.
John, Norton dan Darwin segera menuju pelabuhan. Akibat mereka yang ingin berhura-hura di malam Minggu, mereka sampai tidak tahu jika pengiriman senjata itu digagalkan oleh orang dalam. Entah siapa dalang dibalik semuanya ini.
"Ck, kenapa baru di kasih tahu kalau senjata itu gagal pengiriman?" protes Darwin.
"Makanya cek ponsel mu Win. Dari tadi Tuan Kenzie menghubungi mu. Kalau sampai kita tidak berhasil mengirim senjata itu, bersiap-siap lah kita jadi bubur," ucap John sengaja menakut-nakuti kedua sahabat nya. "Untung San sudah meninggal. Kalau tidak, mungkin kita akan jadi santapan berikut nya," ucap John.
Darwin dan Norton mendelik mendengar ancaman John. San adalah hewan buas yang paling mereka takuti. Ular sanca dengan ukuran besar itu benar-benar membuat seluruh tubuh melemas dan mati rasa.
"Baiklah, aku akan cari dalang di balik gagalnya pengiriman senjata ini," ucap Darwin dengan cepat mengambil ponselnya.
Sedangkan Norton menghela nafas panjang. Pastilah mereka akan dihukum oleh Zoalva jika sampai pengiriman itu gagal. Sudah tahu, konsekuensi nya bekerja dengan Zoalva. Salah sedikit satu tembakan. Salah banyak gantung mati.
"Sial, aksesnya sengaja ditutup lagi," Darwin mengumpat kasar. Lelaki itu beberapa kali mendengus kesal.
.
.
.
Lina menatap Remnick penuh selidik. Ia curiga pada lelaki ini. Apalagi tadi mereka membahas senjata, sebenarnya siapa mereka ini kenapa terlihat sangat mencurigakan sekali.
"Saya bukan orang jahat Nona. Saya takkan menyakiti Nona Chole lagi. Dia sudah menyelamatkan nyawa saya," ucap Remnick menatap Chole, seolah ia tahu apa yang dipikirkan Lina tentang nya.
Lina tampak ragu. Ia menatap Remnick dengan penuh selidik. Wajah lelaki itu memang tidak terlihat buruk. Malah ia terkesan cuek. Tapi siapa yang tahu sedalamnya hati manusia.
"Percaya pada saya Nona," sambung Remnick lagi. .
Lina menghela nafas panjang dan mengangguk. Ia juga memang tidak bisa menginap disini malam ini. Ia harus memberitahu kedua orang tua Chole dengan apa yang terjadi pada sahabat nya itu.
"Baiklah," ucap Lina mengalah. "Jika ada apa-apa dengannya cepat hubungi aku," sambung Lina. "Mana ponsel mu?" ketusnya
Remnick memberikan ponselnya pada Lina.
__ADS_1
"Ini nomor ponsel ku," ia mengembalikan ponsel Remnick. "Aku titip dia,"
Remnick mengangguk dan menatap punggung Lina yang menghilang di balik pintu. Lelaki itu duduk di bangku samping ranjang Chole.
Remnick menatap Chole tajam. Lelaki itu tersenyum ketika melihat bulu-bulu halus tumbuh dibagian wajah Chole. Tangannya terulur mengusapa wajah cantik Chole. Ya Remnick akui, jika Chole sangat cantik. Parasnya membuat para lelaki tergila-gila padanya.
"Aku tidak tahu kenapa kau menyelamatkan ku. Terima kasih yaaa," ucap nya sambil tersenyum mengusap kepala Chole.
Remnick rela menyedot darahnya untuk Chole, agar menyelamatkan gadis itu dari kematian. Remnick merasa berhutang nyawa. Jika saja Chole tak menyelamatkan nya, ia tak bisa bayangkan seperti apa dirinya. Mungkin saja ia sudah menjadi bagian dari penghuni bawah tanah.
Remnick mengenggam tangan Chole. "Kau tahu betapa aku panik saat kau memelukku erat. Apakah kau juga tahu, bahwa pelukan mu adalah pelukkan ternyaman yang pernah aku rasakan. Cepat sembuh gadis kecil," Remnick menoel-noel hidung Chole lalu ia terkekeh sendiri.
Remnick tak menyadari apapun tentang perasaan nya. Yang jelas gadis ini berhasil menggetarkan hatinya. Namun, Remnick tak mau egois untuk menaruh rasa pada Chole. Sebab ia tahu Darwin menyukai gadis ini.
"Bangunlah gadis kecil. Ayo bangun," ucapnya menepuk-nepuk pipi Chole. Sebenarnya ia gemes melihat pipi chubby gadis ini.
Remnick adalah pria dingin setelah Zoalva. Sejak kecil ia tak mengetahui dimana keberadaan orang tua nya. Bahkan ia sendiri hampir lupa jika ia dilahirkan dari rahim wanita saking ia tak percaya jika ia memiliki Ibu.
Ia mengikuti Zoalva sudah belasan tahun sejak menginjak usia remaja hingga sekarang. Perjalanan hidup yang tak mudah telah Remnick lewati bersama waktu yang mengajari nya kedewasaan.
Darwin dan Norton, adalah saksi bisu ia bertumbuh. Mereka bertiga sama-sama tidak tahu dari mana mereka berasal. Mereka dipertemukan saat remaja lalu di adopsi oleh Zoalva untuk mengikuti dia.
Bersambung...
Hai hai hai selamat malam semua..
Apa kabar kalian hari ini???
Semoga kalian selalu sehat didalam lindungan yang mahakuasa...
Terima kasih untuk dukungan dan support nya terhadap karya-karya author.. jika ada saran dan masukkan kalian boleh coret-coret dibawah yaaa Guyss...
Yuk follow akun author...
FB : Fitriani Yuri Kwon
__ADS_1
IG :_fitrianiyurikwon_
TikTok; @fitrianiyuri.