
**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**
"Arghh," Zoalva merintih kesakitan sambil memegang dadanya. Bekas tancapan pedang lima tahun yang lalu masih meninggalkan luka didalam sana.
"Kak," Zion langsung menghampiri calon suaminya. "Sakit sekali ya Kak?" tanya wanita itu
"Daddy," Riley ikut berhambur kearah ranjang Zoalva.
Zoalva tersenyum simpul melihat kedua orang yang begitu berarti dalam hidupnya. Rasa sakit di bagian dadanya tidak akan seimbang dengan rasa sakit yang telah di lewati oleh Zion dan Riley selama dia tidak ada.
"Tidak apa-apa Son. Daddy baik-baik saja," sahut Zoalva wajahnya pucat sekali.
Pedang yang di tusukkan Vincent dibagian dada nya mengandung racun yang cara kerjanya lambat. Butuh waktu bertahun-tahun agar racun itu bereaksi dalam tubuh. Meski cara kerja nya terbilang lambat dan memerlukan waktu, namun racun ini bisa bertahan hingga puluhan tahun meski di obati dengan penasaran.
"Kak biar aku lihat yaaa," Zion hendak membuka kancing baju lelaki itu.
"Jangan Sayang. Kau bisa ketakutan jika melihat nya," cegah Zoalva menahan tangan Zion.
"Kak, aku tidak akan takut," sahut Zion tersenyum.
Riley naik keatas ranjang dan duduk sambil memijit-mijit tangan Zoalva. Ia belum bisa bermain dengan Ayah kandungnya itu karena kondisi Zoalva yang belum pulih.
Zoalva meringgis kesakitan. Memang luka di bagian dadanya belum benar-benar sembuh dan bahkan masih sangat sakit dan basah.
"Ya ampun Kak, sedikit berdarah," ucap Zion panik. "Kakak tunggu disini, aku ambil obat luka dulu," wanita itu bangkit dari ranjang dan mencari obat-obatan untuk mengobati luka Zoalva.
Zoalva tersenyum hangat. Sudah lama tidak ada yang peduli padanya seperti ini. Rasanya ia sangat bahagia bagai menemukan terang ditengah gelap. Semoga saja ini awal yang baik untuk kehidupan mereka.
"Di mana yang sakit Dad?" tanya Riley masih memijit-mijit tangan Ayah nya.
"Disini Son," Zoalva menunjukkan bagian tubuhnya yang sakit.
Tak ada yang lebih berharga didalam hidup Zoalva selain Zion dan Riley. Baginya kedua orang ini lebih berarti dari apapun yang dia miliki.
"Kak, biar aku obati," Zion mengeluarkan semua obat-obat didalam kotak P3K tersebut.
Zoalva menatap calon istri nya dengan senyum. Semua masih terasa seperti bermimpi ia bisa melihat senyum wanita ini lagi. Padahal dia sudah pesimis mencari keberadaan Zion dan anak nya. Namun, siapa sangka jika takdir mempertemukan mereka kembali.
"Maaf ya Kak," Zion menuangkan obat luka pada kapas yang ada ditangannya.
__ADS_1
Zoalva tak merasakan kesakitan sama sekali. Melihat wajah Zion yang begitu dekat dengannya mengingatkan nya pada masa-masa di mana pertemuan pertama mereka. Pertemuan yang tak pernah Zoalva duga akan menghadirkan seorang pangeran kecil yang merubah segala kehidupan nya.
"Sayang, maafkan aku yaa. Belum menikah saja. Aku sudah membuatmu repot seperti ini," ucap Zoalva penuh rasa sesal. Harusnya ia yang merawat wanita ini. Tapi malah sebaliknya.
"Kakak seperti ini juga gara-gara aku," jawab Zion. "Jadi tidak perlu merasa bersalah Kak," sambungnya.
Riley tersenyum bahagia. Ini lah yang dia rindukan memiliki kedua orang tua yang lengkap dan saling menyayangi.
"Sakit yaaa Kak?" Zion saja meringgis melihat wajah Zoalva yang tampak kesakitan.
"Tidak Sayang," kilah Zoalva yang tak mau membuat calon istrinya khawatir. "Sayang, bolehkah kalian berdua menemani ku malam ini? Tidur bersama ku?" pinta Zoalva. Ia ingin sekali tidur dalam satu ranjang bertiga dan saling memeluk erat dan menguatkan cinta.
"Boleh Daddy," sahut Riley dengan senang hati. Tentu saja ia mau, itu adalah impiannya sejak dulu.
Berbeda dengan Zion yang terdiam. Wanita itu tampak bimbang. Bagaimana bisa ia tidur seranjang dengan lelaki yang belum menjadi suaminya? Meski mereka sudah memiliki satu anak akibat kesalahan satu malam
"Bagaimana Sayang?" Zoalva menatap Zion menyelidik.
"Kak, aku_"
"Ayolah Mom. Kita tidur bersama Daddy. Ray mau peluk Daddy dan Mommy," seru Ray. Tak lupa senyum mengembang di wajah lelaki kecil itu.
"Kau tenang saja Sayang. Aku tidak akan melakukan hal yang tidak baik padaku. Percaya padaku," potong Zoalva yang seolah tahu apa yang dipikirkan oleh wanita itu.
Zion menghela nafas panjang. Ia pun tak tega menolak permintaan anak dan calon suami nya itu. Bagaimanapun ia tak bisa mengubur keinginan dan impian Riley. Dan Zion juga yakin jika Zoalva tak akan melakukan hal-hal tak baik padanya.
"Iya Son," sahut Zion sambil mengusap kepala anaknya.
Riley berbaring di samping kiri Zoalva sambil memeluk Ayah nya itu dengan sayang dan penuh kerinduan. Ini lah moment yang ia rindukan selama ini.
Zion berbaring disamping kanan Zoalva dengan menyamping dan menghadap kearah lelaki itu.
"Tidurlah Son," tangan Zoalva menepuk-nepuk punggung anak nya.
"Daddy," panggil Riley.
"Iya Son, kenapa?" Zoalva tersenyum hangat.
"Ray bahagia ada Daddy. Ray sayang Daddy dan Mommy," serunya
__ADS_1
Zoalva mengangguk sambil tersenyum bahagia. Begitu juga dengan Zion. Bagaimana bisa ia tega menolak Zoalva hanya karena dirinya yang egois. Sedangkan Riley begitu menyanyangi ayah kandungnya.
Lama Zoalva menepuk-nepuk punggung putranya itu hingga Riley terlelap dan terdengar dengkuran halus dari mulut lelaki kecil itu.
"Dia sudah tidur Kak?"
"Iya Sayang. Seperti nya Ray kelelahan," Zoalva menaikkan selimut anaknya dan tak lupa kecupan singkat di kening putra semata wayangnya itu.
"Dia menggemaskan sekali Kak saat tertidur seperti ini," Zion terkekeh. Ia gemes sendiri melihat wajah Riley yang lucu.
Zoalva ikut terkekeh ia menarik wanita itu kedalam pelukannya.
"Kau jauh lebih menggemaskan," seru Zoalva menarik hidung calon istri nya itu.
"Kakak," renggek Zion memukul pelan tangan Zoalva yang menarik hidungnya.
Zoalva tersenyum simpul. Lalu tangannya mengusap kepala Zion yang menempel di bagian dada bawahnya. Ia tak menyangka jika cinta nya akan berlabuh pada wanita cantik ini. Semoga saja kebahagiaan menyatukan mereka yang sudah lama terpisah sejak dulu kala.
"Kak," jari Zion berlari-lari di dada bidang Zoalva.
"Iya Sayang kenapa?" tanya Zoalva tangannya pun ia gunakan mengusap kepala Zion.
"Aku tidak tahu jika Kakak mencariku," ujar Zion.
"Aku tidak pernah berhenti mencarimu Sayang. Bahkan aku sudah menelusuri seluruh dunia agar bisa menemukan mu. Dan takdir Tuhan sangat lucu, awalnya aku ingin perjalanan bisnis ke Indonesia, tapi ini lah menjadi takdir pertemuan kita," jelas Zoalva sambil terkekeh pelan.
"Terima kasih Kak," Zion melingkarkan tangannya diperut Zoalva. "Aku dan Ray sering bertengkar jika membahas Kakak. Jujur saja aku tidak mau bertemu Kakak karena aku takut di lemparkan lagi dalam kandang San," sahut Zion terkekeh pelan. "Ehh Kak bagaimana kabar San? Aku ingin bertemu dengan nya!" sambung Zion.
Zoalva bergidik ngeri. Yang benar saja wanita ini ingin bertemu dengan ular sanca peliharaan nya.
"San sudah meninggal Sayang," sahut Zoalva.
"Kakak serius?" Zion mengangkat kepalanya menatap wajah Zoalva.
Zoalva mengangguk, "Iya Sayang,"
"Ya" wajah Zion sendu.
**Bersambung.... **
__ADS_1