Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia

Terjerat Cinta Balas Dendam Sang Mafia
Pernikahan


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Zion menatap pantulan dirinya didepan cermin. Ia tersenyum ketika gaun mewah yang di pesan khusus untuk calon suami nya itu membungkus dengan pas tubuh rampingnya.


"Aku masih tak menyangka, lelaki yang dulu menjadikan aku sebagai alat balas dendam. Kini akan menjadi suamiku," Zion terkekeh.


Pernikahan yang cukup unik, karena mereka sudah memiliki anak berusia lima tahun baru melangsungkan pernikahan. Banyak lika-liku kejadian yang membuat Zion tumbuh menjadi wanita tegar. Tak mudah bagi dia berada di titik ini.


"Wahh kau benar-benar seperti bidadari yang turun dari khayangan Zion," puji Chole terkagum-kagum melihat kecantikan Zion.


Zion tersenyum mendengar pujian sahabat nya. Hari bahagia ini, ia berharap semua orang juga bahagia akan kehidupan baru nya bersama Zoalva dan putra kecil mereka, Riley.


"Zion, semoga kali ini kau bahagia ya," ucap Lina mengusap punggung sahabat nya itu.


"Terima kasih Lin. Chole. Aku juga berharap kalian segera menemukan kebahagiaan kalian," sahut Zion


Kedua gadis itu mengangguk. Keduanya sama-sama dilema. Lelaki yang mereka sukai justru tidak menyukai mereka. Antara maju dan mundur. Tapi perasaan tidak bisa ditarik ulur.


"Mommy," Riley masuk dengan stelan jas lengkap ditubuhnya. Tak lupa dasi kupu-kupu ikut menempel dibagian leher.


"Hai Son!" sapa Zion.


"Mommy cantik sekali," puji pria kecil itu terkagum-kagum melihat wajah cantik sang Ibu.


Zion, Lina dan Chole terkekeh. Riley ini memang lucu dan menggemaskan. Tidak hanya itu, dia juga cerdas dan cepat tanggap. Padahal diusia belia seperti nya masih harus di manja. Tapi Riley sudah bisa melakukan banyak hal seorang diri.


"Ayo Mom, Daddy sudah menunggu," lelaki kecil itu menggandeng tangan Zion


"Iya Son,"


Mereka berempat keluar dari ruang rias. Tangan Riley dan Zion menyatu saling bergandengan satu sama lain. Sementara Chole dan Lina mengekor dari belakang dengan senyuman lebar dan menggembang.


Diatas karpet merah. Zion di iringi oleh putra kecil nya menjemput kebahagiaan. Disana sudah ada Zoalva yang menanti dengan mata berkaca-kaca. Masih terasa seperti bermimpi ia di pertemukan kembali dalam ruang takdir yang unik dan istimewa. Hatinya berharap. Segala yang terjadi bisa menjadi sebuah pelajaran yang kelak akan mengingatkan nya pada perjuangan-perjuangan panjang yang menyita banyak waktu dan tenaga.


Bidikkan kamera slajng bersahutan satu sama lain. Beberapa orang berlomba-lomba memotret wanita cantik yang mirip seorang Dewi di negeri dongeng. Untuk mengabdikan moment wanita yang akan menjadi ratu dalam sehari.


Mata Zoalva berkaca-kaca menatap wajah cantik Zion. Gadis kecil yang dulu ia jadikan sebagai alat balas dendam. Kini benar-benar tumbuh menjadi wanita luar biasa dan yang lebih penting telah menjadi ibu dari anaknya.

__ADS_1


"Daddy, ini Mommy," Riley menyerahkan tangan Zion pada Zoalva.


"Terima kasih Son." Zoalva menyambut tangan calon istrinya. Ia menatap wanita itu penuh cinta.


Acara pemberkatan dimulai. Para tamu undangan berdatangan memenuhi tempat. Keluarga besar Ranlet Flint juga turut hadir meramaikan acara pernikahan tersebut.


Ada Fillipo bersama ketiga anak kembarnya Zehemia, Zehekiel dan Zevanya beserta para cucu-cucu nya.


Mars dan Merry juga ada disana bersama Myron dan Myra serta anak-anak dari kedua putra putrinya.


Ada Sean, Zean dan Zaen sekeluarga beserta para anak, menantu dan cucu mereka.


Tak ketinggalan Dhanny dan Pearce serta anak tunggal nya Dean bersama sang istri dan cucu tercinta juga turut menghadiri pesta pernikahan tersebut.


Lukas dan Dea turut hadir disana. Pasangan yang tak muda lagi di usia senja nya, tetap menyempatkan diri untuk menghadiri pesta pernikahan Zoalva dan Zion.


Semua memberikan ucapan selamat berbahagia ada Zoalva dan Zion. Harapan di hati selalu sama. Semoga kelak kebahagiaan menjadi salah satu pelengkap kehidupan rumah tangga mereka.


.


.


.


Zoalva mengeluarkan jurus andalan nya untuk merayu Riley agar tidak menganggu malam pertama mereka. Anak nya itu ada-ada saja, masa meminta tidur bertiga padahal kamar ada.


"Lelah?" tanya Zoalva sambil melepaskan alas kaki istrinya.


"Iya Kak. Capek banget," keluh Zion sambil memijit-mijit pelipisnya


Zion bukan lagi wanita perawan yang takut malam pertama. Malam pertama mereka telah di habiskan lima tahun yang lalu didalam jet pribadi Zoalva yang saat itu justru meninggalkan benih didalam rahim Zion.


"Biar aku saja yang memijit nya Sayang," Zoalva duduk dibibir ranjang lalu memijit leher Zion yang memunggungi nya.


"Kak," panggil Zion.


"Iya Sayang, kenapa?" tanya Zoalva tersenyum halus.

__ADS_1


"Aku masih tak menyangka jika sekarang kita dipertemukan kembali. Padahal aku dan Ray selalu bertengkar setiap hari jika membahas mu," jelas Zion. Dulu dia dan Riley memang sering berdebat hanya karena masalah ayah kandung Riley.


Zoalva terkekeh. Dia membalikkan tubuh wanita itu lalu mengangkat nya keatas pangkuan.


"Kakak," Zion terkejut namun segera memeluk leher lelaki itu.


"Maafkan aku," tangannya melepaskan jepit rambut yang menghiasi kepala sang istri. "Sekarang aku berjanji akan menjaga kalian berdua. Tidak akan ada lagi pertengkaran di antara kita dan kalian," jelas Zoalva mengusap bibir ranum Zion dengan ibu jarinya.


"Iya Kak. Terima kasih," balas Zion menatap Zoalva dengan penuh cinta.


Zion tidak tahu kapan tepatnya ia jatuh cinta pada Zoalva. Perasaan nya tumbuh saat sering nya ia bersama lelaki itu setiap hari.


"Sejak kejadian itu, aku tidak pernah lagi menyentuh wanita selain dirimu. Kau adalah wanita terakhir dalam hidupku Sayang,"


Cuppp


Zoalva mengecup bibir ranum Zion lalu ********** dengan lembut. Tangannya ia gunakan untuk menahan tengkuk wanita itu.


Zion membalas ciuman suaminya. Jujur saja sebagai wanita normal ia sangat merindukan sentuhan. Apalagi ia pernah melewati malam indah bersama Zoalva yang sampai meninggalkan benih di rahim nya.


Zoalva membaringkan tubuh Zion dengan pelan tanpa melepaskan panggutan mereka. Bibir mereka masih saling menempel dan bertukar Saliva. Saling menyesap rasa manis yang ada disana.


Zoalva menarik resleting gaun yang Zion kenakan. Tangannya masuk dengan nakal kedalam gaun istrinya itu.


Kini keduanya sama-sama tanpa sehelai benang pun. Ini memang bukan malam pertama mereka. Tapi malam ini akan menjadi saksi penyatuan mereka setelah sekian lama perpisahan yang terjadi.


"Sayang aku akan memasukkannya." Zoalva mengecup kening wanita itu.


Zion mengangguk tak sabar. Apalagi bagian bawahnya sudah basah dan meminta untuk di masukki.


Lalu terjadilah malam panjang mereka berdua. Malam hangat yang penuh gairah. Setelah sekian lama berpisah akhirnya mereka bisa saling memuaskan satu sama lain.


Zoalva ambruk di samping Zion, tubuhnya penuh dengan keringat. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


"Terima kasih Sayang, aku mencintaimu," kecupan hangat menempel di dahi Zion.


"Aku juga mencintaimu Kak," Zion memeluk tubuh Zoalva

__ADS_1


Keduanya terlelap dan saling memeluk dalam kehangatan tubuh masing-masing.


T-A-M-A-T.......


__ADS_2