Terjerat Gairah Istri Tetangga

Terjerat Gairah Istri Tetangga
BAB 27. Jangan salahkan aku selingkuh. ( Terjerat Cinta Tetangga )


__ADS_3

Kyara sampai menoleh ke samping dengan pipi terasa panas dan sakit. Kyara memejamkan mata. Lisa tersenyum sinis penuh kepuasan.


"Lu dengar, ya. Sekalipun kau istri pertama dan derajat mu sebagai istri jauh lebih tinggi kedudukannya daripada Lisa, tapi Abang cinta sama Lisa. Jadi jangan coba-coba untuk menyakiti Lisa!"


"Aku tidak menyakiti, tapi kau yang menyakitiku!" sentak Kyara membabi buta mengeluarkan segala amarahnya. Sorot matanya memerah dengan rahang mengeras penuh kekecewaan dan terluka.


Beni sampai tertegun mendengar Kyara membentak semarah itu.


"Apa Abang lihat aku memukul dia? Apa Abang lihat aku melakukan kekerasan terhadap dia? Apa Abang lihat aku penyakit dia di depan mata Abang sendiri?" tanya Kyara mendorong tubuh suaminya.


"Sekarang yang menyakiti bukan aku, tapi Abang! Abang yang memukul ku, Abang yang sering memarahiku, Abang yang melakukan kekerasan terhadapku! Selama ini aku berusaha bersabar menghadapi sikap Abang yang arogan, aku bersabar membiayai Abang yang pengangguran, aku bersabar kala Abang bilang mencintai orang lain, aku bersabar ketika Abang memadu ku, tapi apa yang Abang lakukan? kekerasan dalam rumah tangga! Kau tidak adil padaku!" pekik Kyara berderai air mata.


Dia mengusap kasar air mata yang terus menetes membasahi wajahnya. Matanya masih menyorot tajam. "Kalau Abang bersikap seperti ini terus, JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH! Jangan salahkan aku mencari ketenangan lahir batin di luaran sana! Dan jangan salahkan aku mencari kebahagiaan bersama orang lain!" sambung Kyara mengeluarkan kekesalannya sambil mengambil gelas dan melemparkannya ke dekat Lisa.


Beni tertegun .


Prang!


Kyara pergi dari sana.


"Kyara! Kau tidak bisa seenaknya begini!" Beni ingin mengejarnya, tapi Lisa menahan.


"Ngapain Abang mengejar istri durhaka seperti itu? Biarkan dia tenang dulu, pasti nanti akan kembali lagi ke rumah ini. Sekarang kita makan saja dulu, ayo." Lisa menarik tangan Beni dan membawanya duduk lagi.

__ADS_1


"Ini yang aku inginkan, menghancurkan pernikahannya Beni dan Kyara," batin Lisa menyeringai.


*****


Kyara keluar rumah, tapi tiba-tiba tangannya di tarik seseorang.


"Bastian!" Kyara terbelalak kala menyadari siapa pria itu. "Lepasin! Lo mau bawa gue kemana? Gue gak mau ikut lo!"


Bastian tidak banyak bicara, dia malah terus menarik Kyara membawanya ke suatu tempat.


"Masuk!" pinta Bastian menyuruh Kyara masuk ke dalam mobilnya.


Kyara mengerutkan keningnya, "ini mobil siapa?" dia tidak tahu siapa pemilik mobil yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, sebab Bastian tidak pernah memakai mobil dan tidak ada mobil di rumahnya.


Bastian juga masuk dan meninggalkan tempat itu. Dia mengendarai mobilnya cukup kencang dan berhenti di suatu tempat.


Bastian menunduk menghela nafas, "gue denger pertengkaran kalian."


Deg.


Kyara menoleh, "sekeras itu suara kita sampai lo yang ada di luar mendengarkan pertengkaran kita?"


"Iya, kalian begitu keras sampai mengundang beberapa orang untuk mendengarkan termasuk gue."

__ADS_1


Kyara memejamkan mata, semua orang sudah tahu permasalahan rumah tangganya, dan hampir setiap hari mereka bertengkar. Sesak yang di rasakan Kyara begitu terasa. Air matanya pun kembali mengalir deras seakan menunjukan jika dia tidak sekuat itu untuk tidak menangis.


"Rasanya sakit, sakit sekali. Entah apa yang harus gue lakukan di saat bertahan sakit, berpisah tidak bisa." Kyara bingung harus melakukan apa. Perasaannya mencintai sang suami, tapi ia juga sakit bertahan dalam keadaan begini.


"Lo bertahan dalam keadaan batin tertekan? Gila, itu sama saja lo menyakiti diri lo sendiri, Kyara. Buat apa mempertahankan suami yang sudah tidak bisa membuat lo bahagia, tidak bisa membuatmu nyaman, selalu kasar? Sampai kapan?"


"Gue tidak tahu, Hiks hiks hiks." Kyara menunduk menyembunyikan wajahnya di telapak tangan dengan tangis tersedu-sedu.


Bastian membuang nafas, dia membawa Kyara dalam pelukannya dan mengusap punggung wanita itu. "Daripada lo nangis begini, mending kita pacaran saja. Gue mau ajak lo ke suatu tempat."


"Terserah lo saja," balas Kyara masih menangis. Bastian melepaskan pelukannya dan ia menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah Kyara. Ibu jarinya mengusap lembut air mata yang membasahi di wajah cantiknya Kyara.


"Jangan menangis saat berada di dekat ku. Tersenyumlah jika saat bersama ku dan jangan pikirkan dia. Kita pergi ke suatu tempat dimana lo akan menyukainya."


Mata mereka saling bertatapan tanpa mau memutuskan pandangan.


"Bastian, kenapa lo ada di saat gue dalam keadaan begini? Kenapa lo selalu peduli sama gue?"


"Lo mau tahu alasannya?" Kyara mengangguk ingin tahu alasan pasti pria dihadapannya selalu ada dan peduli padanya.


"Karena gue mencintai lo, Kyara. Gue cinta sama lo," ucap Bastian jujur dari lubuk hatinya.


"Gue cinta lo sejak terjerat Gairah satu malam bersama lo di club malam. Sejak saat itu gue mulai merenungi segalanya dan tidak bisa melupakan Lo. Gue cinta lo, gue Terjerat Gairah Istri Tetangga, dan gue terjerat cinta istri tetangga," batin Bastian.

__ADS_1


__ADS_2