
Menjadi janda bercerai bukanlah sebuah keinginan, tapi sebuah pilihan ketika orang yang kita cintai telah melakukan kesalahan fatal. Di saat menjadi seorang istri, Kyara tertekan dengan segala keinginan suaminya. Namun tidak setelah menyandang status janda, kini ia lebih leluasa melakukan hal apapun tanpa ada kekangan dari pria yang di sebut suami.
Sendiri lebih nyaman daripada bersama suami tapi hidup tertekan dan tersiksa. Sejak menyandang status janda, Kyara mulai beraktivitas lagi seperti semula. Membuka warung soto lagi seperti keinginan dia yang sejak dulu ingin membuka kedai soto. Beraktivitas layaknya manusia normal dan tidak lagi terpuruk dalam keadaan.
Tiga bulan sudah Kyara sendiri dan juga sudah tiga bulan ia resmi bercerai secara agama dan negara. Surat janda pun udah ia terima dan sudah bisa kembali menerima pria yang mungkin terus mendekatinya.
Sejak berpisah, Kyara kembali ke kedai soto miliknya yang ada di depan rumah Beni ataupun rumah Bastian. Namun, ia tidak tinggal di rumah Beni lagi karena rumah itu sudah tidak lagi berpenghuni dan dibiarkan kosong.
Namun, Bastian sudah kembali ke rumahnya dan Kyara tinggal di kedai soto yang sudah di renovasi menjadi dua lantai. Di lantai atas tempat Kyara istirahat. Meskipun Bastian sudah meminta Kyara tinggal di rumahnya, tapi Kyara enggan menerima dan tidak mau merepotkan dengan alasan takut warga memikirkan yang aneh-aneh.
"Bengong aja, lagi mikirin apa? Pasti lagi mikirin aku ya?" ujar Bastian mengagetkan Kyara yang sedang duduk melamun di salah satu bangku yang ada di pojok.
__ADS_1
Bastian pun duduk di hadapan Kyara.
"Kau, aku tidak lagi mikirin apapun apalagi kamu. Enggak tuh."
"Lalu mikirin apa kalau bukan tawaran ku menjadikanmu istriku?"
"Aku hanya merasa heran pada diriku sendiri yang ternyata lebih mudah menjalani hidupku setelah kejadian beberapa bulan yang lalu. Aku sekarang merasa jauh lebih tenang meskipun ada kekosongan hati yang menghampiri."
"Sudah berapa kali kamu bilang begitu padaku, tapi aku belum siap untuk menikah lagi. Aku masih butuh waktu."
"Kenapa? Apa kamu masih cinta sama dia? Apa kamu kurang yakin kalau aku mencintaimu dan ingin menikahimu? Sampai kapan kamu akan terus menggantung hubunganku? Mau di bawa kemana perasan ini kalau kau sendiri belum menentukan pilihan. Apa kurang kebersamaan kita membuat mu jatuh cinta padaku? Apa aku tidak bisa membuatmu berpaling darinya?"
__ADS_1
"Bukan begitu maksud ku ..."
"Lalu apa? Aku sudah menunggu hari masa iddah mu sendiri selesai, tapi sampai saat ini kamu masih saja meragukan ku dan enggan menerima pinanganku. Kalau kamu memang tidak yakin padaku dan tidak mau aku menyerah."
"Bastian ...!" Kyara tercengang Bastian mau menyerah begitu saja. Itu artinya pria itu tidak mau menunggunya lagi. Padahal, Kyara hanya takut kembali gagal dalam membina rumah tangga. Ia tidak ingin itu terjadi dan ia juga masih trauma pada pernikahannya.
"Jangan menggantung sebuah perasaan ini, Kyara. Kalau kamu memang tidak yakin padaku bilang saja, aku akan pergi dan tak akan kembali."
"Bastian kau akan meninggalkan ku?" lirih Kyara dengan mata yang berkaca-kaca. Hatinya mendadak sakit jika itu benar terjadi.
"Kalau kamu sendiri tidak mau hidup dengan ku, untuk apa? Sekalipun aku berjuang terus tapi perjuanganku tidak kamu lihat buat apa? Yang ada hanya akan ada rasa sakit buat sebelah pihak. Jadi kita ..."
__ADS_1
"Aku tidak mau mutus denganmu, aku mau menikah denganmu, jangan pergi dan jangan tinggalkan aku."