Terjerat Gairah Istri Tetangga

Terjerat Gairah Istri Tetangga
BAB 29. Keinginan Jayden


__ADS_3

Bastian tidak menyangka kalau permintaan Kyara hanya ingin bermain di panti asuhan. Sungguh permintaan yang sederhana, tapi begitu luar biasa maknanya. Namun, ia kembali di buat terperangah atas apa yang Kyara ucapkan lagi. Tercengang karena keinginan Kyara sungguh mulia, ingin berbagi dengan anak-anak panti.


"Tapi aku ingin belanja makanan, baju, buku, tas, dan berbagai macam keperluan untuk anak-anak panti. Aku hanya punya uang satu juta, tapi kayaknya itu gak akan cukup buat mereka yang banyak," sambung Kyara tertunduk sedih.


Bastian mengembangkan senyumnya. Dia pun menggandeng tangan Kyara. "Kamu tidak perlu khawatir, kita belanja sesuai yang kamu inginkan dan kita akan ke panti asuhan sesuai yang kamu inginkan juga."


"Tapi Bastian, uangku tidak akan cukup sedangkan keperluannya banyak." Kyara tidak tahu saja kalau Bastian salah satu pengusaha supermarket yang usahanya sudah ada di beberapa kota.


"Tidak perlu khawatir, aku akan membayarnya dan kamu yang pilih semuanya." Bastian lebih dulu membayar makanan yang ia pesan, lalu beranjak pergi dari sini.


Kyara terus memperhatikan Bastian dari belakang. Dia tidak tahu siapa pria yang sudah menggandengnya dan tidak tahu pekerjaan apa yang Bastian lakukan. Karena setahunya, pria itu terlihat pengangguran dan tidak menunjukkan kalau dia seorang pria yang mampu.


"Sebenarnya kau itu siapa, Bastian? Kamu misterius? Aku dan tetangga yang lainnya tidak pernah tahu siapa kamu dan tidak tahu berasal dari mana harta kamu? Sungguh membuatku bertanya-tanya," batin Kyara.


*****

__ADS_1


Di saat Bastian tengah bersama Kyara, justru Jayden sedang berusaha untuk memberanikan diri melamar wanita yang di sukainya.


Seorang pria tengah duduk dihadapan orang tua wanita yang ia cintai. Tubuhnya mulai gugup, keringat dingin mulai bermunculan, jantungnya berdebar kencang, dan pikirannya gelisah.


"Apa tujuanmu datang kesini?" tanya seorang pria yang duduk di hadapannya. Orang itu terlihat sekali berwibawa dengan tubuh tegap, kumis baplang, dan juga suaranya begitu tegas.


"Ma-maksud kedatangan aku kesini untuk melamar putri Bapak. Jika berkenan izinkan aku untuk menjadikan Ningsih istriku, Pak," ucap Jayden.


"Hahahaha kamu serius ingin melamar anakku Ningsih? Dia itu cantik, pintar, kaya, tentunya juga anak kepala desa sini. Sedangkan kamu hanya anak tulang kuli macul saja beraninya melamar putriku. Kamu sudah kerja, Jayden? Kau saja pengangguran."


"Belum, pak."


"Punya apa dirimu Sampai berani melamar anak seorang kepala desa kampung Babakan Soka?" tanya wanita yang juga ada di samping pak kades. Dia adalah istrinya pak kades.


"Aku tidak memiliki apapun selain cinta tulus untuk Ningsih. Aku juga yakin kalau aku mampu membahagiakan Ningsih. Cintaku padanya begitu murni dan dengan cinta suci ini insyaallah aku bisa membahagiakan anak pak kades," balas Jayden yakin jika dia mampu membahagiakan Ningsih, wanita pujaannya. Meskipun dirinya Casanova, tapi cintanya untuk Ningsih.

__ADS_1


"Jayden, jayden, modal cinta saja tidak cukup untuk membahagiakan anakku. Kamu harus memiliki uang, pekerjaan yang tetap, ya minimal memiliki toko guna bisa menghidupi kehidupan Ningsih," kata pak kades.


"Kamu itu miskin tidak punya apa-apa kau saja pengangguran terkadang pekerjaanmu tidak jelas, masa bertekad melamar anak seorang kepala desa yang kaya raya di kampung sini? Saya sebagai ibu tidak akan memberikan putriku kepada pria miskin sepertimu. Mending kamu lupakan Ningsih dan Jangan coba-coba mendekati anakku!" kata ibu kades.


"Tidak pak, Bu, Ningsih mau menerima lamaran A Jayden," ucap Ningsih yang terlihat baru saja datang sambil membawa beberapa barang belanjaan. Ningsih pun berjalan mendekati mereka dan menyimpan barang belanjaannya dulu di dekat kursi.


Jayden mendongak dan ia tersenyum melihat wanita pujaannya datang dan juga bahagia mendengar Kalau Ningsih juga mau menerima lamaran dia. Namun, kebahagiaan itu kembali sirna ketika kedua orang tua Ningsih menolak lamarannya.


"Ningsih, Apa yang kamu katakan? Kamu mau menerima lamaran pria miskin ini? Kamu jangan mau hidup hanya bermodalkan cinta saja. Semua kehidupan itu butuh materi, semua kehidupan itu memerlukan uang, kalau kamu menerima dia hanya karena cinta hidupmu akan menderita dan melarat. Kamu mau tinggal di rumah gubuk reod? Kamu mau memiliki suami yang pengangguran dan hanya anak dari tukang beli saja? Bapaknya Hanya bekerja sebagai tukang kulit pacul tanah dan itu pun di saat musim sawah saja," kata Pak kades tidak terima anaknya malah membela Angga.


"Pak, A jayden itu seorang pria, dia baik, dia bertanggung jawab, dia sopan, dan juga ramah kepada setiap orang. Ningsih yakin kalau Ningsih akan hidup bahagia dengan A Jayden. Soal materi kita bisa cari bersama dan bisa mengelolanya secara bersama pula."


"Iya, pak, Bu. Ningsih benar. Insyaallah masalah materi akan saya usahakan untuk menghidupi kehidupan Ningsih," kata Jayden.


"Tapi saya tidak setuju karena kau seorang Casanova!"

__ADS_1


Deg.


"Pak."


__ADS_2