Terjerat Gairah Istri Tetangga

Terjerat Gairah Istri Tetangga
Bab 46. Aku mau


__ADS_3

Bastian mengulum senyum, ia berhasil mengerjai Kyara dan membuat wanita itu akhirnya mau menerima dia sebagai calon suaminya. Hanya dengan cara ini Bastian bisa mendengar keinginan Kyara mau menikah dengannya. Jika tidak melakukan ini, pasti Kyara terus saja mengelak dengan alasan yang tidak jelas. Namun, demi menghargai keinginan Kyara, Bastian sampai rela menunggu dan tidak mengganggu dalam waktu satu bulan ini.


Setelah masa Iddah Kyara selesai, barulah Bastian kembali muncul dan meminta jawaban Kyara atas lamarannya kala itu. Sekarang ia yakin kalau Kyara sudah merasakan sesuatu di hatinya.


"Jadi kami beneran mau nikah sama aku? Kamu yakin mau menerimaku? Kami tidak sedang berbelit kan? Kamu tidak sedang merasa kasihan padaku kan? Kalau kamu kasihan gak usah saja, mending kita pisah saja, aku tidak mau membuatmu tidak bahagia dan tidak mau kamu terpaksa menerima tawaran ku." Bastian berdiri ingin pergi. Namun, tangannya di cekal oleh Kyara.


"Jangan pergi, aku mau menikah denganmu. Aku mau menjadi istrimu dan hidup bersamamu sampai kita tua. Aku tidak bisa membohongi aku sendiri kalau ternyata aku sudah menyukaimu. Selama ini aku hanya sedang butuh ketenangan saja dan maaf kalau keputusanku menyendiri membuatmu menunggu terlalu lama. Masa Iddah ku sudah selesai, dan kini aku siap menyandang status baru. Meskipun aku tahu akan ada pro dan kontra antar tetangga, tapi aku tidak peduli karena aku tidak ingin kehilangan pria yang begitu peduli padaku dan kehilangan keluarga yang menyayangiku." Kyara sadar itu, ia tidak ingin kehilangan dua orang yang menyayanginya dengan tulus yaitu, Oma Mia dan juga Bastian.


Lalu, Bastian berbalik sehingga kini mereka saling berhadapan. "Kamu yakin?" tanya Bastian memastikan kembali keyakinan Kyara menerima lamarannya.


Kyara menganggukkan kepalanya dan berkata. "Aku yakin dengan pilihanku kali ini karena aku sudah melihat ketulusan mu dalam memperlakukan ku. Aku tidak peduli dengan masa lalumu karena terpenting bagiku masa depanmu bersamaku."


Senyum di bibir Bastian merekah sempurna menunjukkan kebahagiaan yang tiada tara. "Emaaakkk, Bastian di terima, Mak. Aku mau kawiiiin!!!" pekik Bastian tanpa tahu malu berteriak di dalam kedai menunjukan rasa bahagianya.


"Berisik onta! Oma dengar dan tidak perlu kau berteriak seperti itu!" Oma Mia menegurnya karena Dia sedang ada di sana menyaksikan drama yang terjadi antara dua orang.


Kyara melirik, ia terbelalak menyadari kalau kini mereka berdua sedang menjadi pusat perhatian. Banyak orang kampung dan juga ada Oma Mia.


"Bastian ..."


"Cie yang tidak akan jadi janda lagi," celetuk bu Kokom.

__ADS_1


"Ahay deuh mau jadi manten."


"Ahh senangnya Kyara bisa bangkit lagi dan tidak menyangka kalau ternyata sang Tetangga menjadi calon pendampingnya."


"Kami ikut bahagia ya Neng Kyara. semoga kali ini pernikahan kalian langgeng sampai tua."


Doa tulus para warga di sana ucapkan atas kebahagiaan yang Kyara dan Bastian rasakan. Mereka yang juga tahu kehidupan Kyara kemarin-kemarin tidak di permasalahkan karena memang Beni yang salah.


"Mak, cincin lamarannya mana?" celetuk Bastian pada omanya.


"Lah, Oma gak ada. Emangnya kau tidak beli?"


"Eh, Oma lupa. Tunggu sebentar..." Oma Mia berlari ke sebrang jalan masuk rumahnya lalu mengambil cincin turun temurun dari keluarganya. Lalu, Oma Mia kembali menghampiri Bastian.


"Ini cincinnya." Dia memberikan sebuah kotak berwarna merah marun ke Bastian.


Bastian mengambilnya. Lalu ia berjongkok membuka kotak perhiasan itu.


"Kyara, tidak ada wanita yang mampu aku cinta selain dirimu. Aku tidak pandai merangkai kata, aku tidak pandai berperilaku romantis, aku tidak bisa melakukan apapun selain langsung pada intinya. Maukah kamu menikah denganku, menjadi ibu dari anak-anakku dan menemaniku hingga tua nanti?" ungkap Bastian mendongak seraya menatap lelap bola mata Kyara.


"Terima."

__ADS_1


"Terima."


"Terima." Sorak ramai baru warga yang ada di sana mendukung Kyara menerima pinangan Bastian.


Kyara menatap bola mata Bastian yang terlihat tulus. Lalu, ia mengangguk dengan bola mata berkaca-kaca. "Aku mau menerimamu, Bastian."


"Yees!" Lalu Bastian memasangkan cincin itu ke jari manisnya Kyara. Dia melirik omanya. "Mak, jadinya Tian kawin juga." Dan tanpa di duka Bastian mengecup bibir Kyara di hadapan mereka.


"Aakhhh."


"Ontaaaa! Main sosor saja kayak soang. Dasar gak tahu malu." Omel Oma Mia.


"Gak tahan, Mak. Besok kita ke KUA, ya." Ujar Bastian sudah tidak sabar menunggu hari itu tidak.


"Buru-buru amat, ta. Gue aja belum dapat pasangan." Celetuk Seseorang yang sedari tadi duduk di pojokan memperkarakan sua sejoli yang amat bahagia.


"Dih, ngapain gue nungguin lo punya pasangan, ogah."


"Onta ... gue Gegana, gelisah galau merana!" pekik Jayden membuat kegaduhan di sana.


"Berisiiik!!"

__ADS_1


__ADS_2