
"Kamu habis darimana Nurma?" sentak Bagas baru melihat Nurma pulang rumah. Pria berstatus suami sirinya Nurma marah mengetahui Nurma menolong Jay. Ya, dia tahu hal itu dari anak buahnya.
"Dari luar," Nurma membalasnya asal. Ia tidak mungkin bilang yang sejujurnya pada Bagas mengenai yang terjadi.
"Bohong! Kau pasti bertemu Jayden kan? Saya tahu itu dan kau sudah berani bermain di belakang ku. Ingatkah jika kau itu numpang di rumah ku?"
"Aku ingat dan aku tahu kamu menikahimu hanya untuk bayar utang saja. Kalau kamu tidak suka lepaskan aku dari pernikahan ini!" sudah cukup selama satu tahun ia menikah dengan Bagas hanya di jadikan babu rumahnya, di suruh-suruh saja.
"Jadi kau mau lepas dariku? Ok, saya akan melepaskan mu setelah kau melayaniku." Bagas menarik tangan Nurma secara kasar dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Bagas, kau mau ngapain? Ningsih ada di kamar kamu malah ngurus babu ini. Biarkan dia mama yang urus!" ujar ibunya Bagas.
"Baiklah, Mah. Karena ini hari pernikahan ku dan Ningsih aku serahkan wanita gendut ini pada Mama." Lalu Bagas menghempaskan tubuhnya Nurma. Tadinya ia ingin membuat Nurma melayaninya dulu di atas ranjang sebelum menceraikannya. Namun ibunya mencegah dan Bagas kembali berpikir jika ada Ningsih yang memang ia inginkan dari dulu. Malahan, dia sampai tidak menyentuh Nurma karena jijik.
"Saya talak kamu!" ujar Bagas secara tiba-tiba.
Deg.
Tiba-tiba Nurma tertegun sejenak. "Talak?"
"Ya, saya sudah tidak butuh kamu lagi karena saya sudah mendapatkan wanita yang saya inginkan. Jadi pergi dari sini sekarang juga!"
__ADS_1
"Bagas, katanya kamu mau mama yang urus, malah kamu yang berkata begitu?" kata ibunya Bagas tidak rela Nurma pergi begitu saja. Ia berpikir tanpa Nurma bakalan kerepotan harus ngurus rumah, dan pekerjaan yang lainnya.
"Biarkan dia pergi, aku tidak butuh dia lagi. Aku malu punya istri gendut dan jelek kayak dia." Lalu Bagas beranjak pergi ke kamarnya.
"Ck, dasar benalu. Hutang ayah mu sudah lunas saat kau sudah tidak lagi di butuhkan di sini. Itu artinya kau bebas pergi dari sini!" ujar ibunya Bagas.
Nurma diam dengan segala kemelut yang ia rasa. Kata Talak seakan menjadi cambuk baginya jika ia tidak di inginkan oleh keluarganya Bagas dan hanya di jadikan pembantu saja. Dia tersenyum getir, kini ia menyandang status janda. Bahkan pernikahannya pun hanya siri dan tidak perlu susah payah mengajukan surat perceraian ke negara karena pernikahan mereka tidak tercatat di negara.
"Ngapain kau masih di sini? Buruan pergi!" sentak ibunya Bagas.
"Hmm baik, Bu." Nurma pun beranjak pergi dari sana tanpa membawa baju-bajunya. Rasanya Nurma malah masuk kamar yang sedang di tempati oleh Bagas dan Ningsih.
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Jenni telah tiba. Perhelatan akbar pernikahan antara Jennifer dan James telah di depan mata. Grand ballroom hotel telah di hias sedemikian rupa untuk menjadi saksi tempat di adakannya akad nikah dua insan yang saling mencintai.
Di sebuah kamar presidential suite hotel, nampak calon pengantin perempuan yang sudah selesai di rias oleh MUA sedang duduk di depan meja rias. Senyuman nya tak pernah pudar, dan wajahnya nampak memperlihatkan raut bahagia. Ya, dia adalah Kyara.
Dengan tubuh di balut kebaya putih rancangan salah satu desainer kondang menambah kesan elegan. Serta rambut di sanggul modern tersemat mahkota kecil di atas kepalanya membuat Kyara semakin menawan.
Begitupun di kamar lainnya, Bastian telah siap menggunakan baju akad yang juga rancangan desainer. Pria berusia 26 tahun itu juga tersenyum menatap pantulan dirinya di depan cermin. Hal yang selama ini ia impikan untuk bisa bersanding dengan wanita yang ia cintai kini akan terwujud.
Dirinya berjanji pada diri sendiri untuk menjadikan pernikahannya pernikahan pertama dan terakhir bersama cinta pertamanya sampai waktu di lekang usia.
__ADS_1
Di sisi lain grand ballroom hotel nampak luas dan sudah di dekorasi sedemikian rupa bernuansa putih. Tak lupa di letakan meja dengan beberapa kursi untuk acara akadnya dan beberapa kursi lainnya untuk para tamu undangan sebagai saksi bisu akadnya.
Tak lama kemudian, satu persatu tamu undangan mulai berdatangan memasuki area tersebut dan duduk di kursi yang telah di sediakan.
Kyara yang di dampingi Oma Mia telah memasuki tempat di adakannya akad nikah. Dari jauh nampak Bastian sudah duduk bersama penghulu dan yang lainnya.
Bastian mengundang semua rekan-rekan bisnis dan para kolega di acara akad. Dan hanya orang-orang inti saja yang hadir saat akad. Sedangkan di acara resepsi, semua tamu undangan bercampur berbaur. Tapi, ada sebagian karyawan yang akan hadir di acara resepsi.
Kyara telah duduk di samping Bastian. Bastian yang sejak dari tadi menunduk berdoa untuk ketenangan hatinya karena khawatir dan gugup yang melanda. Dia menoleh, ia sontak tertegun melihat wajah cantiknya Bastian sampai tak bisa mengontrol debaran jantungnya.
"Cantik sekali bidadari ku ini mah."
Tak lama kemudian, pak penghulu memberikan beberapa wejangan mengenai rumah tangga dan setelahnya ijab qobul pun di mulai.
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA KYARA ...." Bastian dengan lantang dan tegas dalam satu tarikan nafas mengucap kata
"Bagaimana semuanya, sah?" seru pak penghulu kepada semua orang.
"SAH"
"SAH"
__ADS_1