Terjerat Gairah Istri Tetangga

Terjerat Gairah Istri Tetangga
Bab 58


__ADS_3

"Wih nikah juga lo, gue berikan selamat buat kalian berdua, tapi gue tidak bisa memberikan kado malah buat kalian. Cuman gue mau ngasih kado ini dan nanti kalian buka pas kalian berdua berada di dalam kamar," ucap Jayden sembari memberikan kado kepada Bastian.


"Lo ngado apan? Jangan yang aneh-aneh deh, gue tidak yakin jiga lo ngirimin kado yang bagus? Atau jangan-jangan isinya bo m lagi?" Bastian memicingkan mata menatap curiga pada rekannya ini.


"Idihh, otak lo pikirannya jelek banget dah. Sumpah gue tidak membelikan kalian yang aneh-aneh, tapi gue tahu jika ini adalah benda yang bakalan kalian butuhkan di malam hari. Ah pokoknya nanti kalian buka pas sudah di dalam kamar. Kalau gitu gue permisi dulu, gue mau ngambil makanan." Jay pun beranjak pergi dari panggung pelaminan. Dia mengantri ke tempat makan.


"Aku jadi penasaran isinya apa? Aku tidak yakin si Jay itu memberikan kado indah, dia suka usil soalnya." Bastian tidak percaya pada pilihan Jay.


"Hus, jangan soudzon dulu. Siapa tahu jayden memang mau memberikan hadiah yang bagus, pasti nanti bakalan di butuhkan oleh kita." Kyara mengusap punggung suaminya, dia menenangkan Bastian agar pria itu tidak memiliki pikiran negatif.


"Ya kali aja keisengannya jadi kembali."


"Udah, mending kita fokus saja pada acara kita, tuh tamu undangan masih banyak." Kyara menunjuk para tamu yang hadir di hari pernikahan mereka.


Dan diantara mereka adalah para warga serta kepala desa yang menjadi tamu undangan. Banyak kata-kata yang terdengar panas di telinganya Pak Cahyo.


"Eh, ternyata Bastian benar ya memberikan kita emas satu gram. Pernikahan mereka tidak kaleng-kaleng, baru ini yang namanya sultan. Udah makanan enak-enak, tempatnya mewah, di kasih souvenir lagi, kan sungguh luar biasa."

__ADS_1


"Betul jeng, gak kayak di nikahnya Ningsih anak kepala desa itu. Masa daging sapinya habis, sayur supnya tidak ada isinya, cuman air doang, di tambah tidak dikasih apa-apa. Katanya kaya, bikin makanan aja cuman orek kentang kering, sayur sup, daging ayam, sate ayam, jeruk sama minuman. Banyak disini lah."


"Maksud kalian apa membandingkan acara nikahan anak saya dengan berandalan itu? Kalian pikir saya tidak dengar?" ujar pak Cahyo sewot.


"Kenapa bapa tersinggung? Emangnya merasa?"


"Kalian ya, sama-sama miskin saja blagu."


"Dih, pak kades malah sewot. Dah ah, mendingan kita lanjutkan ngantri saja." Ibu-ibu itu meninggalkan pak kades.


"Udah pak, jangan emosi. Emang bener kan kalau pernikahan Bastian dan janda itu jauh lebih mewah daripada pernikahan anak perawan kita?" ucap Bu kades ikutan membandingkan.


"Diam kamu, kamu sama ibu-ibu lain sama saja."


"Tapi benar juga, darimana berandalan itu dapat uang banyak? Apa dia mencuri? Kerja apa dia sebenarnya? Ini tidak masuk akal, jangan-jangan dia sudah merampok bank?" dalam hati pak Cahyo bertanya-tanya mengenai darimana asal uang yang Bastian gunakan. Setahunya pria itu adalah pria pengangguran yang tidak mungkin bisa menyewa gedung mewah ini, tapi rupanya ia kalah kaya.


"Ya, saya yakin dia sudah merampok sampai bisa mengadakan acara besar begini."

__ADS_1


******


Nurma juga datang ke pesta pernikahan Bastian dan Kyara, ia datang seorang diri tanpa pasangan ataupun pacar. Apalagi sekarang statusnya sudah menjadi janda setelah suaminya memberi ia talak.


Meskipun mendapatkan amukan ayahnya karena melepaskan mantan suaminya, tapi Nurma tidak ambil hati. Dia senang bisa terbebas dari pria yang tidak menghargai dirinya.


Kedatangan Nurma menjadi perhatian beberapa pasang mata termasuk Jayden yang tengah minum melototkan matanya kala melihat penampilan Nurma. Bagaimana tidak, wanita yang seringkali di sapa karung beras itu terlihat cantik dengan make-up dan baju yang di kenakannya.


Ukhuk .. ukhuk ...


"Karung beras! Dia berubah cantik? Apa gue tidak salah lihat?" Jayden mengucek matanya memperhatikan Nurma dari atas hingga bawah. "Gila, cantik bener kalau dia dandan."


Rasa penasaran yang hinggap di dalam diri Jayden membuatnya ingin mendekati Nurma. Lalu, Jay berdiri kemudian mendekati Nurma.


"Hei karung beras! Ngapain lo dimari?"


Nurma mendelik jengah. "Menurut ente gue lagi ngapain?"

__ADS_1


__ADS_2