Terjerat Gairah Istri Tetangga

Terjerat Gairah Istri Tetangga
BAB 44


__ADS_3

Beni tersenyum melihat Kyara menjenguknya. Ia meyakini istrinya itu pasti akan memaafkan dia dan akan membebaskannya. Namun, senyum yang terukir di bibirnya seketika sirna kala netra matanya melihat pria yang sudah menghajar dia.


"Ck, ngapain di onta pengangguran itu di mari? Bikin gedeg aja tuh orang," gumam Beni mencebik kesal seraya berjalan ke dekat meja dan kursi yang terhalang oleh kaca.


"Kyara," panggilnya terdengar lembut.


Namun, reaksi Kyara justru gemetar dengan tangan terus mencengkram kuat tangannya Bastian. Bastian yang sedang berdiri di samping Kyara mengerti kalau wanita itu sedang ketakutan. Bastian membawa dia dalam pelukannya meski ia harus berjongkok.


"Tidak apa-apa, ada aku, semuanya akan baik-baik saja. Kamu kuat, kamu bisa, kamu hebat, dan kamu pasti mampu melewati ini semua. Aku di sampingmu akan menemanimu." Bastian berbisik menenangkan Kyara. Kyara mengangguk meyakini bahwa ia mampu.


Namun, beda dengan Beni yang mengepalkan tangannya tapi tidak bisa berbuat apa-apa sebab terhalang kaca. "Kyara, Abang tahu kedatangan mu pasti mau membebaskan Abang ya." Dengan percaya diri tingkat dewa, Beni bicara seperti itu.


Barulah Bastian perlahan melepaskan pelukannya dan ia sengaja mengusap pipi Kyara. Ia tersenyum tulus.


Kyara melihat Beni, lalu menunduk menghindari tatapan yang menakutkan baginya. "Saya kesini bukan untuk membebaskan Anda, tapi saya kesini ingin meminta Anda menceraikan saya!" ucap Kyara mencoba berani menyeruakan isi hatinya setelah kejadian tempo hari.

__ADS_1


"Cerai? Kenapa harus cerai kalau kita masih bisa memperbaiki hubungan kita? Abang janji akan menjadi suami yang baik dan Abang janji akan menafkahi mu. Lagipula Abang yakin kamu masih cinta sama Abang dan Abang pun cinta sama kamu, Kya." Beni berusaha meyakinkan hati Kyara untuk terus membuat wanita yang ada di hadapannya bertahan dengan ikatan pernikahan yang mereka jalani. Namun, Beni tidak pernah tahu kalau hati Kyara sudah rapuh dan tidak pernah bisa kembali utuh.


Saat begini saja mulut Beni sudah manis semanis gula demi bisa membujuk Kyara kembali. Bahasanya pun tidak lu gue lagi seperti yang sering di lontarkan pada Kyara.


"Tapi sayangnya cinta, kepercayaan, kesetiaan, dan pengorbanan yang saya lakukan sudah Anda hancurkan hingga tak terbentuk apapun lagi. Bertambah Anda sudah melakukan hal di luar batas sehingga saya berpikir untuk apa mempertahankan pernikahan jika selalu ada yang tersakiti. Saya meminta Anda untuk memberi saya talak sekarang juga!" meskipun gemetar dan tidak menatap Beni, Kyara berusaha bicara tenang dengan pikiran dan hati yang sudah pasti memilih berpisah daripada bertahan. Baginya, jika sudah melakukan kekerasan seperti kemarin, tidak ada lagi toleransi bagi orang itu.


"Kyara, Abang minta maaf, abang khilaf, tapi abang janji tidak akan mengulanginya lagi. Abang sadar kalau ternyata Abang cinta kamu dan Abang tidak bisa melepaskanmu."


"Tapi kenapa Anda baru sadar sekarang setelah sekian lama saya menunggu kesadaran diri Anda?" bahkan Kyara tidak lagi lembut dan bicaranya pun begitu formal.


"Bukan begitu tapi ..."


"Ceraikan saya!" pinta Kyara tanpa ingin berlama-lama lagi.


"Kyara ..." Beni tidak pernah menyangka kalau Kyara akan meminta cerai padanya.

__ADS_1


"Ceraikan Saya Beni!" pinta Kyara lagi penuh penekanan dengan mata terus menunduk.


"Ck, dasar sombong. Seharusnya gue yang menceraikan lu, bukan lu yang minta cerai. Sudah bersyukur gue masih mau sama lu, tapi malah lu tolak."


"Beni ... apa lu mau gue hajar lagi?" Bastian menggeram marah.


"Kyara, gue ceraikan lu dengan talak satu. Mulai saat ini lu bukan bini gue lagi. Gue udah ogah punya bini pedit kayak lu, perhitungan jadi bini!" lalu Beni berlalu dari sana.


Kyara mematung mendengar kata keramat yang ke luar dari mulut suaminya. Resmi sudah ia terbebas dari pria itu dan sekarang ia harus mengurus surat perceraian lainnya.


Kyara mendongakkan kepalanya sehingga air mata yang ia tahan dari tadi meluncur bebas. Namun, bagi Bastian ini berita bagus dan tak di pungkiri kalau ia senang akan hal ini.


"Kyara."


"Di talak, jadi janda."

__ADS_1


"Gue menunggu janda mu ini," ucap Bastian membuat Kyara mendongak.


__ADS_2