
Ada yang bilang pasangan orang memang memiliki daya tarik tersendiri sehingga mampu menarik perhatian orang di sekitar. Baik perempuan yang kadang mampu membuat pria menyukainya meski ia sudah bersuami, kadang juga pria yang terlihat menarik dimata para perempuan di luaran sana.
Pepatah itu memang kadang kala ada benarnya. Di saat sang istri sudah tidak lagi menarik di mata suami, tapi di mata pria lain terlihat menarik dan mempesona. Pun dengan pria yang terkadang suka membuat sang istri bosan pada suaminya, kadang di luaran sana banyak yang menunggu antrian, menunggu suami memberikan peluang bagi para wanita yang ingin mendekati.
Mungkin, ini juga terjadi kepada Kyara. Di saat sang suami sudah tidak memperdulikannya, ada pria lain yang memperdulikan serta memperhatikannya. Di saat suami tidak bisa membahagiakannya, ada pria lain yang mampu membuatnya tertawa.
Kadang kala, kita perlu berhati-hati dalam sekitar karena bahwasanya diluaran sana banyak yang mengincar orang yang saat ini bersama kita.
Pun dengan Kyara, meskipun dia memiliki suami, nyatanya ada Bastian yang sedang mengincar dan menunggu Kyara menjadi janda. Di tambah tetangga pula, tetangga lima langkah langsung sampai.
"Makan yang banyak ya sayang, biar kamu dan anakmu sehat," kata Bastian sambil menyuapi Kyara. Bastian memutuskan untuk mengubah panggilan dia menjadi aku kamu.
"*Ra, mulai saat ini panggilan kita jadi aku dan kamu. Kata lu di ganti jadi kamu dan gue ganti jadi aku."
"Terserah saja*." Begitulah pembicaraan Bastian saat mereka berada di perjalanan dan masih berada di dalam.
Bastian merasa bahwa Kyara belum makan apapun. Ia berinisiatif membawa Kyara ke salah satu restoran mewah di salah satu tempat wisata yang ada di kota B.
"Aku sudah kenyang, Bastian. Sudah cukup!" tolaknya mengangkat tangan merasa mual ingin muntah.
__ADS_1
Bastian mengerutkan keningnya, "kamu tidak apa-apa? Apa pusing? Mual?" tanya dia begitu khawatir sambil mengambil tissue dan memberikannya pada Kyara.
"Aku mual," lirih Kyara tidak tahan ingin muntah.
"Kita ke toilet saja, ok. Ayo." Bastian berdiri dan tanpa di duga ia mengangkat Kyara ala bridal style menuju toilet.
"Bastian! Kau apa-apaan? Aku malu, turunin aku!" pinta Kyara menutup mulutnya menahan mual yang ia rasakan.
"Biar lebih cepat." Bastian tergesa masuk ke toilet wanita.
"Maaf tuan, ini toilet wanita Anda dilarang masuk!" ucap seorang wanita mencegah Bastian masuk ke dalam.
"Maaf, istri saya mau muntah, jadi saya panik." Lalu, Bastian menurunkan Kyara. Di saat itu pula Kyara berlari ke wastafel dan memuntahkan segala isi yang ada di dalam perutnya.
Bastian mondar-mandir tidak tenang, "hmmm boleh saya masuk tidak? Saya khawatir sama istri saya. Dia sedang hamil, dia butuh pelukan saya." Bastian sampai memohon kepada penjaga yang ada di sana meminta izin masuk.
"Maaf pak, demi kenyamanan para pengunjung, dilarang masuk."
Bastian mengusap wajahnya secara kasar. Sungguh ia di buat kesal atas larangan itu dan di buat khawatir oleh Kyara.
__ADS_1
Namun, kemudian Kyara keluar. Wajahnya terlihat pucat dan berjalannya pun lemah. Bastian langsung menghampiri kemudian merangkul pundak Kyara.
"Are you ok? Wajahmu terlihat pucat."
"Aku baik-baik saja, hanya mual saja. Mungkin ini bawaan hamil," jelas Kyara memang lemas karena sudah mengeluarkan segala macam isi yang ada di dalam perutnya. Makanan yang di makan pun ia keluarkan kembali.
"Kita makan lagi, ya. Kasihan bayinya."
"Aku gak mau, udah kenyang."
"Lalu mau makan apa? Semua yang kamu makan dikeluarkan lagi." Bastian tidak pernah merasakan kekhawatiran seperti ini terhadap pasangannya. Dia yang biasanya cuek dan membiarkan mereka, tidak pernah mau membujuk wanitanya. Kalau jalan pun semuanya di tentukan oleh pasangannya dan bebas mau makan apapun, Tapi dengan Kyara, dia khawatir sampai menawarkan segala macam makanan dan juga sampai memperhatikan Kyara.
"Boleh aku minta sesuatu?" tanya Kyara berharap Bastian mau mengabulkan permintaan dia. Hal kecil yang ingin ia lakukan, tapi belum kesampaian.
"Apa? Kamu mau minta apa? Aku akan berusaha membantumu dan mengabulkan setiap permintaan yang kamu mau. Bilang saja mau belanja apa? Mau beli apa? Mau jalan-jalan ke mana?" cerca Bastian dengan segala macam pertanyaan yang selalu sering ia ucapkan kepada mantan-mantan pacarnya.
Kyara menggelengkan kepalanya. "Bukan itu yang ku mau."
"Kalau bukan itu semua lalu apa?" nampak Bastian mengernyit heran karena biasanya wanita suka sesuatu yang ia tawarkan barusan. Namun, Kyara malah menggelengkan kepalanya menolak tawaran yang ia sebutkan.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bermain di panti asuhan," kata Kyara membuat Bastian terkejut.
"Panti asuhan!"