
MARKAS
Sebuah gedung usang namun terlihat masih kokoh dengan sengaja tidak di rawat,
ia gunakan untuk menjadi markas.
Di dalam gedung tersebut terdapat pria yang berjumlah 50 orang dengan bertubuh kekar dan berwajah seram,tengah berkumpul dan asik dengan kegiatan masing-masing,
mereka semua adalah anggota sekaligus anak buah Rama yang setia.
Kemudian salah satu anggota memecahkan suasana dengan teriakkannya.
Woooooiiii,
bubar ada ketua datang.
ucap Baron ia adalah salah satu anggota yang di percaya Rama untuk mengurus markas.
Kemudian Rama melangkah masuk di ikuti dengan Ken.
Dan semua anggota memberi hormat dan menundukkan kepala.
SELAMAT DATANG KETUA.
ucap seluruh anggota.
Hmmmb.
ucap rama menganggukkan kepala.
Kemudian ia duduk di kursi yang sudah di siapkan untuknya.
Oke kita langsung pada pembahasan,
menurut agen informasi kita musuh akan memberi kejutan besar waktunya kapan agen kita tidak bisa pastikan karna mungkin mereka akan memberikan kejutan tersebut secara tiba-tiba,
dan sebelum waktu itu tiba saya minta kalian untuk mempersiapkan diri jadi ketika kejutan itu datang kalian sudah siap,kalian semua paham?
ucap Rama.
PAHAM KETUA.
ucap serempak dengan tegas.
Bagus!
dan dimana anggota baru kita yang bernama killer hand?
ucap Rama.
Dia ada di sana tuan.
ucap Baron menujukkan kearah pintu.
Lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah pintu,
terlihat seorang wanita menggunakan pakain serba hitam dengan penutup kepala dan wajah.
Killer hand kemarilah,
ketua ingin berbicara padamu.
ucap Baron.
Kemudian Killer Hand melangkah medekati Rama yang sudah mentapnya dari kejauhan.
Apa kau seorang wanita.
ucap Rama menatapnya tajam.
Iya ketua.
__ADS_1
ucap Killer Hand.
Mata indah itu aku seperti pernah melihatnya.
Gumam Rama.
Berapa usia mu?.
ucap Rama.
Delapan belas tahun.
ucap Killer Hand.
HAAAAAHH
semua anggota terkejut mendengarnya.
Apakah usia ku bermasalah dengan kalian?ucap Killer hand menatap tajam ke arah mereka.
Menarik,
lalu siapa yang mengajari mu dengan keahlian seperti ini?
ucap Rama.
Ayah saya ketua,
ucap Killer hand menundukan kepalanya.
Baiklah,
jadi alasan mu bergabung bersama kami karna apa?...ucap Rama.
Karna mereka telah membuat saya tak memilili siapa pun di dunia ini.
ucap Killer Hand.
kemudian memanggil Ken untuk membisikkan sesuatu ketelinganya tak lama kemudian Ken menjawab dengan anggukkan.
Hei kalian semua keluar dan kau Killer Hand tetap di sini ini perintah ketua.
ucap Ken.
Seluruh anggota keluar dengan di ikuti Ken lalu menutup pintu,
setelah di rasa cukup aman mereka melanjutkan pembicaraan.
Baiklah jika itu alasan mu lalu Informasi apa yang kau dapatkan?
ucap Rama.
Handoko Adiyaksa mempunyai tiga orang putra yang bernama Hendra,
Rangga dan Rio mereka bertiga terlibat dengan pembunuhan Ayah ketua dan seorang wanita bernama Maya,
dan yang lebih buruknya lagi salah satu anggota keluarga ketua ikut berkerja sama dengan mereka.
ucap Killer Hand.
Darimana wanita ini tau sebanyak itu,
usianya masih belia namun akal pemikirannya tidak sesuai dengan usianya bahkan bisa dikatakan setara dengan Ken.
Gumam Rama.
Apa kau yakin salah satu anggota keluarga ku ada yang berhianat?
ucap Rama melirik tajam.
Saya yakin dan saya akan memberi bukti secepatnya.
__ADS_1
ucap Killer Hand.
Baiklah,
dan siapa kau sebenarnya?
ucap Rama.
Kenapa Ketua bertanya seperti itu?
ucap Killer Hand.
Mata indah mu saya merasa pernah melihatnya.
ucap Rama.
shit!!!
jangan bilang kau tau siapa aku.
Gumam Killer hand.
M-mungkin hanya k-kebetulan ketua.
ucap Killer hand.
mengapa mata mu itu membuat ku merindukan seseorang.
Gumam Rama.
Mengapa kau tampak gugup
nona Killer Hand?
ucap Rama tersenyum licik.
Jika tidak ada yang perlu kita
bicarakan lagi saya permisi ketua.
ucap Killer Hand.
Baiklah,
dan berhati-hatilah tetap gunakan penutup kepala itu agar saya tidak mengetahui kamu lebih cepat.
ucap Rama tersenyum licik.
Kemudian Killer hand melirik tajam ke arah Rama dan bergegas pergi meninggalkannya.
Sesampainya di luar ruangan.
Hei nona Killer Hand,
mata mu memang indah tapi lebih indah lagi jika kau buka penutup wajah mu.
ucap Ken membisikan ketelinga Killer Hand.
Sebelum misi ku selesai tak akan kubiarkan kalian semua mengetahui siapa aku termaksud kau tuan Ken yang terhormat,
aku masih banyak urusan dan kurasa kau sama seperti ku lebih baik urus saja urusan mu.
ucap Killer Hand menatap tajam dan menepuk pundak Ken.
Ken yang mendengarnya hanya tersenyum licik lalu menganggukan kepalanya,
sedangkan Killer Hand pergi meninggalkan markas.
wanita misterius kau sungguh menarik.
Gumam Ken.
__ADS_1
Tak begitu lama Rama pun keluar dari ruangan tersebut dan meminta Ken untuk segera mengantarnya pulang lalu mereka bergegas pergi dengan melangkah beriringan.