Terlambat Menyadari

Terlambat Menyadari
KETEMU MELANI


__ADS_3

Waktu sudah sore jam pulang pun telah tiba,


Mona bersiap-siap pulang untuk menjemput anaknya Raka yang mungkin sudah menunggunya.


Ketika sampai di parkiran kendaraan ia terkejut dengan kehadiran wanita yang sudah berdiri di hadapanya dengan derai air mata yang mengalir di pipi,


wanita itu adalah Melani yang sangat merindukannya selama ini Melani terlihat tengah menangis sangat bahagia bisa melihat kembali sahabat satu-satunya yang ia miliki.


Melani!!


k-kau ada di s-sini?


ucap Mona terbata-bata.


Tanpa menjawab Melani pun berlari mendekati Mona kemudian memeluknya dengan menangis.


Beph kau kemana saja?


kau sangat jahat meninggalkan ku selama 15 tahun ini tanpa menemui ku sama sekali,


apa kau sudah punya sahabat baru sehingga kau lupa pada ku?


ucap Melani tanpa melepaskan pelukkannya.


Tidak seperti itu sayang,


aku tidak pernah punya sahabat selain diri mu maaf kan aku yang sudah melupakan mu tapi sungguh hanya kau sahabat yang aku punya sampai detik ini.


ucap Mona melepaskan pelukkan Melani.


15 tahun kau tidak pernah menemui ku kau bilang tidak lupa pada ku?


kau tau aku sangat membenci mu.

__ADS_1


ucap Melani.


Mel,


aku mohon jangan membenci ku baiklah aku akan menceritakan pada mu ayo kita duduk di sana.


ucap Mona menunjuk sebuah kursi yang terletak di sebrang jalan.


Melani menganggukan kepala dan menghapus air matanya,kemudian mereka berdua berjalan ke arah tempat duduk tersebut.


Beph ayo kemana saja kau selama 15 tahun ini dan di mana anak mu?


ucap Melani membuat Mona terkejut.


K-kau tau aku sudah memiliki anak?


ucap Mona.


Sudah ceritakan dulu kepada ku kemana saja kau selama ini,


ucap Melani.


Selama 15 tahun ini..


flashback on


Semenjak pergi dari rumah dan meninggalkan mas Rama aku sangat putus asa,


hidup dan hatiku sangat hancur saat itu sampai pada suatu hari aku ingin mengakhiri hidup ku dengan meledakkan diri ku di sana namun aku sadar bahwa aku tengah mengandung anak mas Rama,


dan berfikir bahwa anak yang aku kandung tidak bersalah jika aku mengakhiri hidup ku maka aku tidak memberikan kesempatan pada seorang anak untuk hidup.


Aku memang wanita berhati iblis namun aku tak ingin menjadi ibu berhati iblis pada suatu hari aku melahirkan seorang anak laki-laki sendiri tanpa di dampingi siapa pun.

__ADS_1


Setelah aku melahirkan aku pergi dari kota ini untuk memulai hidup baru namun sial aku malah bertemu dengan Hendra dan Rangga mereka tak pernah menyerah untuk mencelakai anak ku,


aku ingin sekali melupakan dendam ku dan hidup dengan tenang namun mereka memancing kemarahan ku dan dengan sengaja aku membuat wajah Rangga menjadi cacat,


Setelah kejadian itu aku memutuskan untuk kembali ke kota ini dan bekerja serabutan untuk menghidupi anak ku.


flashback off


dan aku memutuskan bertahan di kota ini karena anak ku sudah nyaman di sini.


ucap Mona.


Dan apakah anak mu tau siapa ayahnya?ucap Melani.


Ia dia tau hanya saja ia tidak ingin mengatakan pada ayahnya.


ucap Mona mulai menitikkan air mata.


Beph kau adalah ibu yang sangat egois,


apa kau tak bertanya bagaimana perasaan anak mu bagaimana pun ia pasti sangat sedih dan ingin sesekali memeluk ayahnya.


ucap Melani.


Tapi ia tak pernah mengatakan pada ku tentang perasaanya,


jadi kau jangan sok tau!


ucap Mona.


Ya jelas tidak berani mengatakannya pada mu karna ia menjaga perasaan mu,


aku tau bagaimana perasaan anak mu karna aku memiliki seorang anak beph dan kau pasti sangat keras padanya sampai dia tidak berani untuk mengungkapkan perasaanya.

__ADS_1


ucap Melani.


__ADS_2