
Tanpa mendengar jawaban apapun kemudian ia bergegas pergi meninggalkan rumah menggunakan Taxi.
Sepanjang perjalanan ia merenung dan tak menyadari bahwa ada yang mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di tempat tujuan kemudian ia turun dan menduduki kursi,
tiba-tiba ia merasa ada yang membekapnya dan seketika tidak sadarkan diri.
DI MARKAS ADIYAKSA
Perlahan-lahan ia membuka matanya dan menatap sekeliling ruangan lalu tersadar bahwa ia sedang berada di dalam ruangan yang di sebut markas,
kemudian mendapati dirinya yang tengah di sekap dengan posisi tangan terikat ke atas dan tepat dihadapannya ada dua pria yang sangat ia benci yaitu Hendra dan Rio.
Hai cantik kau sudah sadar?
ucap Rio.
apa kau bodoh?
jika saya belum sadar maka saya tidak akan membuka mata dan menatap mu seperti ini sekarang.
ucap Mona.
Hah kau benar cantik,
kau tau apa alasan kami menculik mu?
ucap Rio.
"Karna saya istri Rama musuh besar kalian,
lalu kalian akan melakukan penukaran saham jika mas Rama tidak ingin saya celaka,begitu bukan?"..ucap Mona.
Hendra dan Rio terkejut dengan ucapan Mona.
Hei nona kau tau dari mana rencana kami? dan siapa kau sebenarnya?
ucap Hendra.
Hahahaha
kalian semua bodoh sekali,
saya hanyalah umpan untuk memancing kalian keluar,
dan sekarang kalian sudah masuk ke dalam perangkap kami.
ucap Mona.
padahal aku tadi hanya menebaknya tapi mengapa jadi benar.
Gumam Mona.
Hei nona apa yang kau rencanakan dengan suami mu hah?
ucap Hendra dengan mencengkram rahangnya.
Tiba-tiba Rangga datang lalu terkejut dan panik melihat adanya Mona di markas mereka,
sedangkan Mona yang melihat kepanikan Rangga hanya tersenyum licik.
KAKAK!!
mengapa dia ada di sini?
ucap Rangga sedikit berteriak.
Dia istri Rama target yang kita culik!
ucap Hendra.
Kenapa Kakak tidak katakan bahwa dia istrinya Rama?
Kakak telah salah menjadikan dia target penculikan.
ucap Rangga.
Apa maksud mu.
ucap Hendra.
Maksud adik mu saya adalah pembunuh ayah kalian,
bodoh sekali kalian ini begitu saja tidak mengerti.
ucap Mona yang tiba-tiba sudah mengikat tubuh Rio menggantikan posisinya.
Hendra dan Rangga yang mendengar suara Mona langsung membalikkan badan dan terkejut melihat adiknya yang sudah terikat di sana.
BRAAAKKK
__ADS_1
suara dobrakan pintu.
KEN!!
ucap Mona terkejut melihat kehadiran Ken yang tiba-tiba.
___________________________________
Ketika Mona pergi Melani meminta Ken untuk mengikuti Mona.
___________________________________
WAH nona bantuan mu telah datang.
ucap Rangga mengeprok tangan.
Ken apa kah kau bersedia di repotkan.
ucap Mona melirik ke arah Ken.
Tentu nona dengan senang hati.
ucap Ken.
Akhirnya perseteruan pun terjadi,
Ken dan Mona saling melindungi satu sama lain,
sampai pada akhirnya anak buah ADIYAKSA tumbang.
Hendra dan Rangga yang melihat anak buahnya tak tersisa akhirnya melarikan diri tanpa memperdulikan adiknya Rio yang masih dengan posisi tangan terikat.
Rio pun meronta-ronta dan memohon untuk di lepaskan,
namun Mona dan Ken tak menghiraukan permohonannya.
Hei wanita iblis cepat lepaskan aku.
ucap Rio berteriak.
Ahaha
kalau saja waktu itu kamu melepaskan kak Maya mungkin hal seperti ini tidak pernah terjadi,dan sudah sangat terlambat untuk menyesali semuanya.
ucap Mona tersenyum licik.
Kemudian Mona mengeluarkan sebuah alat peledak yang ia dapatkan dari saku celana anak buahnya,
lalu memasangnya tepat di dada Rio.
ucap Rio.
Ken yang menyaksi kan aksinya kini telah mengetahui siapa Mona sebenarnya.
wah tuan istri mu ternyata adalah Killer Hand.
Gumam Ken.
Ken ayo kita pergi!
ucap Mona kemudian pergi melangkah beriringan bersama Ken.
MONA DASAR KAU WANITA IBLIS AKU MENYESAL TELAH MENCINTAI MUUU.
ucap Rio berteriak.
Mona yang mendengar suaranya hanya melirik tersenyum licik lalu melambaikan tangannya.
DUUUUUUUUAAAAAAARRRRR
suara ledakan terjadi.
Hah syukurlah sekarang musuh ku berkurang.
Gumam Mona.
Kemudian mereka melanjutkan langkahnya,
memasuki mobil dan bergegas pergi.
_____________________________________
DI DALAM MOBIL
Ken apa yang sekarang kau ketahui tentang ku?
ucap Mona.
Kau adalah Killer Hand nona.
ucap Ken.
__ADS_1
Apakah kau akan memberi tau hal ini kepada tuan mu?
ucap Mona.
Selama nona tidak meminta ku untuk memberi tau tuan.
ucap Ken.
Terimaksih Ken kau sudah menolong ku.
ucap Mona.
Aku tidak menolong mu nona,
kau sendiri yang menolong diri mu aku hanya membantu sedikit masalah mu.
ucap Ken.
Ken berhenti lah memuji ku.
ucap Mona.
Aku tidak memuji mu nona sungguh,
ini fakta di usia nona yang masih terbilang sangat muda nona telah menguasai berbagai keahlian yang berujung dengan pertumpahan darah,kau sangat menarik nona.
ucap Ken.
Baiklah terserah apa katamu,
Ken aku minta kau tidak memberi tau tuan tentang hal ini.
ucap Mona.
Baik nona pasti aman,
lalu nona mau saya antar pulang?ucap Ken.
Tidak usah Ken aku pulang saja,
kau pulanglah sahabat ku pasti menunggu mu.
ucap Mona.
Sahabat?
maksud nona?
ucap Ken.
Baiklah jadi aku dan istrimu sudah bersahabat cukup lama satu-satunya sahabat yang aku punya di dunia ini hanyalah istri mu,
dan yang memberi tawaran pekerjaan berdarah ini adalah istri mu berkat dia aku dapat membalaskan dendam keluarga ku.
ucap Mona.
Jadi dugaan ku selama ini benar.
ucap Ken
Hei Ken aku tau kau tidak sebodoh itu bukan?
ucap Mona.
Haha
nona karna mu aku jadi punya rival.
ucap Ken.
Baiklah turunkan aku di depan sana.
ucap Mona.
Tidak perlu nona,
kau bawa saja mobil ku.
ucap Ken.
Bagaimana jika tuan mu curiga?
ucap Mona.
Tenang saja nona mobil ini privasi kami dan tuan tidak akan mengenali mobil ini.
ucap Ken.
Baiklah!
ucap Mona.
__ADS_1
Kemudian Ken turun menaiki Taxi,
setelah Ken pergi Mona melanjutkan perjalanannya.