
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam akhirnya mereka berdua sampai di tempat tujuan,ia sangat terkejut melihat rumah Rama yang begitu besar dan mewah merasa dirinya tengah bermimpi.
Ia yang sedang asik dengan lamunannya tiba-tiba di kejutkan dengan suara Rama.
Hei
ucap Rama.
Haa
ya ampun kak kaget rasanya jantung ku mau lompat.
ucap Mona.
Hahaha
ayo turun mamah sudah menunggu di dalam.
ucap Rama terkekeh.
A-iya iya baiklah.
ucap Mona.
kemudian mereka turun melangkah beriringan lalu kemudian di sambut dengan para penjaga.
Selamat datang tuan dan nona.
ucap salah satu penjaga.
Mereka pun menjawab dengan anggukan dan tersenyum.
Sesampainya di dalam rumah Mona di kejutkan dengan isi rumah yang tidak terlalu mewah namun terkesan elegan.
Kemudian para pelayan menyambutnya,
dengan membungkukan badan.
Ya tuhan mengapa mereka menyambut dengan seperti itu membuat ku serasa menjadi seorang Ratu hihi.
Gumam Mona.
ia yang terlihat canggung di sambut seperti itu,
tiba-tiba terkejut ketika pinggangnya yang ramping di raih oleh Rama dan melanjutkan langkahnya.
Hei ayolah.
ucap Rama.
__ADS_1
A-iya.
ucap Mona gugup.
Pinggang mu bagus dan tidak perlu gugup mulai sekarang kau harus terbiasa dengan perlakuan ku.
ucap Rama berbisik menggodanya.
Kak tapi aku malu.
ucap Mona lirih dengan pipinya merona.
Salahkan tubuh mu yang selalu menggoda ku.
ucap Rama terkekeh.
Para pelayan yang menyaksikan perlakuan mesra Rama kepada istrinya tersebut tertunduk dan terkekeh.
Wah ternyata istri tuan sangat cantik ya.
ucap seorang pelayan yang terpesona melihatnya.
Ia yang baru mendengar pujian seperti itu hanya tersenyum ke arah pelayan tersebut.
Kemudian melanjutkanlangkah kakinya menuju sebuah ruangan.
Wulan yang melihat kedatangan mereka tersenyum dan medekati mereka.
Mah.
ucap Rama memberikan salam dan mencium punggung tangan ibunya kemudian di ikuti dengan Mona.
Hai nak
ternyata anak mamah tidak salah pilih dia cantik,
hai sayang berapa usia mu?
ucap Wulan.
D-delapan belas tahun tante.
ucap Mona tersenyum canggung.
Delapan belas tahun,
wah anak mamah suka dengan yang muda ya.
ucap Wulan terkekeh.
__ADS_1
Mamah jangan menggodanya lihat dia pipinya memerah.
ucap Rama menggodanya kemudian mereka pun tertawa bersama.
Oia sayang jangan panggil tante ya,
panggil mamah karna sekarang kamu adalah menantuku dan juga anak ku.
ucap Wulan yang kemudian memeluk menantunya.
Iya M-mamah.
ucap Mona gugup.
Ia pun terharu karna dapat di terima dengan baik di keluarga ini,meskipun perasaan dan cinta yang belum dapat di pastikan ia tetap bersyukur dan berjanji bahwa apapun yang terjadi ia tak akan meninggalkan suaminya kecuali ia di minta untuk pergi.
ya tuhan terimakasih kau telah berikan aku kebahagiaan saat ini dan aku berjanji akan berusaha menjalankan kewajiban ku dengan baik sebagai seorang istri.
Gumamnya Mona.
Setelah berbincang cukup lama untuk mengenal pribadi masing-masing,kemudian mereka pamit kekamar untuk beristirahat dan meminta pelayan untuk mengantarkan barang istrinya.
Pak budi tolong ambilkan barang nona Mona dan bawakan kek kamar ya!
ucap Rama.
Baik tuan.
ucap Budi kemudian bergegas pergi mengambil barang istri tuanya.
Ayo kita kekamar.
ucap Rama kemudian memeluk pinggang ramping istrinya lagi.
Kak malu di liahat mamah.
ucap Mona lirih.
Sayang tidak perlu malu dia kan suamimu.
ucap Wulan yang tiba-tiba berbicara.
Kemudian mereka tersenyum ke arah Wulan dan melanjutkan langkahnya tanpa melepaskan pelukannya.
Wulan yang menyaksikan anak satu-satunya seperti itu tersenyum sangat bahagia.
Tuhan terimakasih karna telah menghadirkan Mona di dalam hidup putraku,semoga kebahagiaan ini akan berlangsung selamanya.
Gumam Wulan.
__ADS_1