
Di tempat lain Killer Hand yang tak lain adalah Mona tengah menunggu di dalam mobil memantau seorang pria paruh baya yang tengah tertawa terbahak-bahak.
Ia yang menyaksikan kebahagiaanya merasa sangat kesal dan emosi kemudian mengepal tangannya.
Hei pak tua sepertinya hidup mu terlihat sangat sempurna bisa merasa senang tanpa rasa bersalah dan kau telah membuat ku tak punya kesempatan untuk menata kebahagiaan ku.
Gumam Mona.
Pria tersebut adalah DIRGA BRAMANTYO paman Rama sekaligus orang yang turun tangan dalam menghabis kedua orang tuan Mona dengan kejam.
Tidak begitu lama Dirga menaiki mobilnya dan melaju pergi,
sedang kan Mona yang sedari tadi memantaunya memutuskan untuk mengikutinya.
_____________________________________
DI RUMAH RAMA
Rama yang tengah termenung mengingat kekecewaan ibunya dan kepergian Mona
merasa sangat menyesal namun ia tidak dapat melakukan apa pun karena perasaannya yang begitu lemah mengenai Reina.
Drrrttttt
Ponselnya bergetar.
Kemudian ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya melihat siapa yang menghubunginya.
Ken ada apa dia menghubungi ku malam-malam begini.
Gumam Rama.
Huffffttt
Hallo Ken.
ucap Rama.
Tuan maaf saya mengganggu waktu tuan,
saya mendapat laporan dari agen intelegen kita bahwa tuan Dirga selama ini berkerja sama dengan keluarga ADIYAKSA untuk membunuh tuan besar dan orang tua nona dan bukan hanya itu,
tuan Dirga juga telah membocorkan desain proyek terbaru kita kepada mereka itu lah alasannya mereka berhasil memenangkan tender kemarin .
ucap Ken.
Apa jadi selama ini paman Dirga yang menghianati ku,
sekarang kau siapkan beberapa orang dan kita akan mendatanginya.
ucap Rama mengepalkan tangannya.
Baik tuan.
ucap Ken.
Kemudian mengakhiri panggilannya.
Paman kau benar-benar tega menghianati keponakan mu sendiri.
Gumam Rama geram.
____________________________________
Sekitar 30 menit menempuh perjalanan akhirnya Dirga sampai di suatu tempat berupagedung kosong yang di jaga
ketat oleh pria bertubuh kekar dan
berwajah seram,
Dirga pun tak menyadari bahwa ia sedari tadi tengah di ikuti oleh Killer Hand.
Kemudian Mona melakukan aksinya, mengendap-endap lalu membereskan beberapa anak buahnya terlebih dahulu yang tengah berjaga menggunakan suntik
bius setelah semuanya terkapar baru lah ia masuk kedalam gedung tersebut.
BRAAAAAKKKKK
suara pintu di buka dengan keras.
KILLER HAND!!!
ucap Dirga.
WAH,
ternyata tuan sudah mengenalku ya.
ucap Killer Hand.
Joe,Doni
(memanggil anak buah nya yang terkuat) mengapa kalian biarkan penyusup ini masuk?ucap Dirga.
Hei percuma tuan mereka sedang tertidur pulas,
__ADS_1
dan sebelum mereka terbangun aku harus menghabisi mu dulu.
ucap Killer Hand.
Haha tidak semudah itu nona buka lah penutup kepala dan wajah mu jangan jadi pecundang.
ucap Dirga tersenyum licik kemudian melepas jas dan kemejanya hingga telanjang dada yang menampakan tubuh kekarnya.
Baiklah akan ku kabulkan agar tuan tidak mati penasaran.
ucap Killer Hand kemudian melepaskan jaket dan penutup wajah hingga terlihat tubuh seksinya yang hanya mengenakan tangtop.
Wah kau sangat menggoda nona,
dan sepertinya aku pernah melihat wajah cantik mu,
(sejenak ia mengingat)
akh iya kau MONA PRADITHA istri dari keponakan ku!
WAH WAH cukup besar juga nyali mu ya,
tapi mengapa kau terlihat sangat demdam pada ku?
ucap Dirga.
Karna aku anak Radithama dan Melisa aku yakin tuan pasti masih mengingatnya.
ucap Mona tersenyum licik.
Jadi kau anaknya hahaha,
pantas saja kau begitu dendam pada ku,
HAH!
hei nona Mona lebih baik kita selesaikan dengan cara damai dengan kau bersedia melayani ku,
karena kau sangat menggoda nona dan aku akan menyerahkan diri ke kantor polisi secara suka rela bagaimana?
ucap Dirga.
CIIIIIHHHHH,
tapi sayang tuan aku tidak sudi,
karena aku hanya menginginkan kematian mu dengan cara itu kau bisa berdamai dengan ku.
ucap Mona menatap tajam kearahnya dan tersenyum licik.
Hei nona ternyata kau sangat keras kepala.
ucap Dirga.
Tak begitu lama Rama dan Ken pun datang dengan beberapa anak buah terkuatnya,
sesampainya di dalam gedung tersebut mereka semua terheran-heran melihat beberapa anak buah Dirga yang tidak sadarkan diri lalu Rama meminta Ken untuk memeriksanya.
Tuan mereka hanya pingsan,
menurut saya ada yang sengaja menyuntikkanya.
ucap Ken.
Ternyata ada yang mendahului kita.
ucap Rama.
BRAAAAAKKK
PRRAAAAAANNNNGGG
Suara bantingan dan kaca pecah.
Tuan suaranya dari lantai atas.
ucap Ken.
Ketika mereka akan menaiki tangga semua anak buah Dirga tersadar.
Hei kau penyusup.
ucap Joe.
Bagaimana tidur mu cukup nyenyak?ucap Ken.
BERESKAN MEREKA!!!
ucap Joe.
Tuan pergilah biar kami yang menanganinya
ucap Ken.
Baiklah berhati-hatilah Ken.
__ADS_1
ucap Rama yang bergegas pergi.
____________________________________
DI RUANG ATAS
BRAAAAAKKKK
PRAAAAANNNNG
Mona terlempar ke meja kaca hingga pecah.
AKKHHHH,
wanita sialan ternyata kau sangat licik.
ucap Dirga yang kesakitan karena bahunya di tusuk pisau oleh Mona.
HSSSSSHHH AWWW,
(rintihan menahan sakit karena terlempar kemudian bangun dengan perlahan)
apa itu sakit?
tapi sakit yang kau rasakan tidak sebanding dengan penderitaan ku tuan.
ucap Mona.
Tuan maaf aku terlambat.
ucap Doni.
Mona pun terkejut dengan kehadiran Doni sebab bagaimana pun ia tak akan sanggup melawan dua orang pria sekaligus,
dengan keadaan tubuh yang sudah di penuhi luka akibat terlempar apa lagi Dirga dan Doni adalah yang terkuat.
Mona,
ucap Rama terkejut melihatnya dengan penuh luka di tubuh dan wajah.
Mereka yang mendengar suara Rama seketika melirik ke arah Rama.
WAH WAH,
ternyata kau suami yang hebat telah mengajarkan istri mu menjadi wanita iblis.
ucap Dirga.
Apa maksud mu?
ucap Rama.
Keponakan ku apa kau Bodoh atau pura-pura tidak tau,
kau sengaja mengirim dia untuk menghabisi ku kan?
dan lihat lah apa yang di perbuat istri mu.
ucap Dirga menunjukan lukanya.
Apa maksud mu aku benar-benar tidak mengerti dan jangan sebut aku keponakan mu karna aku tidak sudi mempunyai paman seperti mu.
ucap Rama.
Apa kau benar-benar tidak tau bahwa istri mu ini adalah Killer Hand?
ucap Dirga yang membuat Rama terkejut.
Mona katakan dengan jujur apa benar yang di katakan pria brengsek ini?
ucap Rama melirik tajam ke arah Mona.
Apa yang di katakan pria tua itu benar.
ucap Mona.
Lalu Rama mengingat kata-katanyan kepada Reina waktu itu.
Berhati-hatilah karena aku bisa membunuh mu dengan cara apa pun dalam waktu 1 hari.
Tiba-tiba Rama di serang oleh Doni karena posisi Rama yang paling dekat dengannya,
sedangkan Mona melanjutkan aksinya dengan mencabut paksa sebuah kabel dan melitkan ke leher Dirga.
Setelah 30 menit Doni pun akhirnya tewas karena telah di habisi oleh Rama,lalu ia bergegas pergi untuk menemui Mona dan Dirga.
Setelah sampai Rama terkejut melihat Mona yang mengikat Dirga dengan tubuh yang bersimbah darah dan di penuhi luka dan memasang sebuah peledak di dada Dirga.
MONA!!!
ucap Rama berteriak yang membuat Mona terkejut dan melirik ke arah Rama.
Mengapa kau tidak pernah katakan pada ku bahwa kau adalah Killer Hand?
ucap Rama menatap Tajam.
__ADS_1
Apa itu penting bagimu tuan?
ucap Mona.