Terlambat Menyadari

Terlambat Menyadari
MASA LALU IBU


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan tubuh dan mengganti pakaian Raka pun bergegas keluar untuk makan sebab iya sudah sangat lapar karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan sendiri.


Lalu ia duduk di depan meja makan yang sudah tersedia nasi goreng cumi kesukaanya,


kemudian menyantapnya dengan lahap tanpa tersisa.


Mona yang menyaksikan Raka memakan masakan buatanya dengan lahap hanya melempar senyum kearahnya dan bergumam.


Anak ini sama seperti ayahnya yang sangat suka dengan nasi goreng cumi,


mas Rama apa kau tau terkadang aku sangat membenci bukan karna perlakuan mu,


namun karna dia sangat mirip dengan mu dari wajah sampai kesukaan warna atau pun makan padahal aku yang susah payah mengandung dan melahirkannya dengan taruhan nyawa tapi tidak ada satu pun kesamaanya dengan ku...Gumam Mona.


Setelah selesai makan Raka pun membereskan piring kemudian mencucinya,


meskipun Raka anak laki-laki tapi ia sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri,


Sebab Mona mendidiknya agar terbiasa tidak bergantung pada orang lain.


Raka ibu ingin berbicara padamu!


ucap Mona memanggilnya.


Iya bu hal apa yang ingin ibu bicarakan pasa ku.


ucap Raka bertanya kemudian menduduki kursi tepat di samping ibunya.


Ibu ingin bertanya pada mu dan ibu harap sekecil apa pun kau tidak berbohong pada ibu.


ucap Mona tegas.


Baik bu.


ucap Raka tertunduk.


Hal apa yang menyebab bibir mu terluka?ucap Mona.


A-anu bu tadi aku berkelahi.


ucap Raka.


Apa kau berkelahi dengan teman kerja mu?


ucap Mona bertanya.


Tidak bu aku tidak berkelahi dengan teman ku,


baiklah ibu tenang dulu dan akan ku jelaskan.


ucap Raka kemudian bercerita

__ADS_1


flashback on,


Sepulang aku kerja ada 4 orang pria mengikuti lalu ia mengatakan bahwa aku harus mengikuti perintahnya,


Karena aku tidak mau akhirnya mereka menyerang ku,


dan mereka bilang ibu punya masalah dengannya.


flashback off


Apakah ibu punya masalah dengan orang tersebut,


aku mohon bu katakan semua masalalu tentang ibu dengan ayah dan aku berjanji mengikuti semua keinginan ibu.


ucap Raka.


Apa kau yakin ingin mengetahuinya?


ucap Mona bertanya.


Iya bu aku yakin ingin mengetahuinya.


ucap Raka


Baiklah ibu akan katakan dan ibu harap kau jangan pernah melakukan apa yang pernah ibu lakukan,


Raka ibu mu ini adalah pembunuh dan alasan membunuh karena ibu sangat dendam dengan mereka yang sudah membuat ibu tidak punya keluarga selain itu juga mereka membunuh bapak dari ayah mu.


Jadi ibu pembunuh lalu julukan Killer hand itu adalah ibu?


ucap Raka yang membuat Mona terkejut.


Dari mana kau tau?


ucap Mona.


Ibu tenang lah jangan terkejut begitu,


aku tau dari mereka dan sebenarnya ini bukan yang pertama kali aku di hadang oleh orang-orang seperi mereka,


dan aku tidak takut justru aku bangga memiliki ibu yang tanggu sepertu ibu.


ucap Raka tersenyum.


Jadi mereka sudah memberi tau mu?


ucap Mona.


Iya ibu,


dan apakah ayah seorang ketua kelompok mafia?

__ADS_1


ucap Raka.


Iya ayah mu salah satu ketua kelompok mafia.


ucap Mona.


Dan mengapa ayah dan ibu berpisah? apakah ibu tidak mencintai ayah?


ucap Raka.


Raka ayah mu masih mencintai wanita lain dan ibu tidak bisa memaksakan perasaan ayah mu untuk mencintai ibu,


dan jika ibu memaksakannya itu egois dan pastinya ayah mu tidak akan bahagia bersama ibu,


lagi pula ibu menikah dengan ayah mu karena sebuah permintaan kakak ibu sebelum meninggal bukan karena atas dasar cinta,


jika kau tanya soal perasaan ibu terhadap ayah mu jawabannya tetap sama sampai kapan pun ibu akan tetap mencintai ayah mu meski pun ayah tidak mencintai ibu,


dan di hati ibu sudah tidak ada tempat lagi untuk pria lain.


ucap Mona.


Aku sangat salut pada ibu meskipun hati ibu sakit tapi ibu masih bisa setia dan karna wanita itu aku tidak bisa bersama ayah ku.


ucap Raka yang tiba-tiba menangis.


Raka jangan menangis


(tak terasa air matanya menetes),


maaf kan ibu karena ibu hidup mu jadi menderita tanpa seorang ayah,


jika saja waktu itu ibu memberi tau ayah mu bahwa ibu mengandung mu mungkin hidup mu tidak akan di penuhi dengan bahaya dan ancaman maafkan ibu Raka yang sudah membuat mu dalam bahaya seperti ini.


ucap Mona kemudian menangis.


Tidak ibu jangan minta maaf,


ibu tidak bersalah apa pun yang terjadi sekarang semua itu sudah kehendak yang kuasa bu kita sebagai umatnya hanya bisa menerima dan menjadikannya sebuah pelajaran berharga dalam hidup kita,


dan aku mohon maafkan aku yang sudah membuat ibu bersedih dan ibu adalah wanita yang sangat tangguh tanpa perjuangan dan didikan ibu mungkin aku tidak akan sekuat ini menjalani hidup ku tanpa seorang ayah,


aku sangat sayang ibu.


ucap Raka kemudian memeluk ibunya.


ya tuhan maafkan aku yang telah membuat hidup anak ku dalam bahaya tapi aku berjanji akan terus menjaganya meskipun nyawa yang akan jadi taruhannya.


Gumam Mona.


Ibu maaf kan aku seharusnya aku tadi tidak mengatakan hal itu pada ibu.

__ADS_1


Gumam Raka.


__ADS_2