
Sang surya telah datang,
memancarkan sinar yang menembus jendela mengusik pejamannya untuk memberi tau bahwa pagi telah datang.
Ia pun perlahan membuka matanya,
melihat kesamping tidurnya dan sekeliling ruangan namun tak menjumpai keberadaan suaminya.
Setelah apa yang dia lakukan pada ku semalam dengan seenaknya ia pergi meninggalkan ku tanpa berpamitan,
aduh badan ku rasanya remuk dia benar-benar buas seperti singa yang kelaparan lalu melahap ku habis-habisan,
ya tuhan sakit sekali privasiku rasanya aku tidak sanggup melangkah.
Gumam Mona.
CKREEEEKKKKK
suara pintu di buka ia pun terkejut dan langsung menarik selimutnya menutupi leher.
Sayang sudah bangun kenapa belum mandi?ucap Rama kemudian menutup pintu.
ya ampun dia memanggilku sayang sungguh sebuah keajaiban.
Gumam Mona.
A-Ah iya belum aku anu kak.
ucap Mona gugup.
Kenapa apakah masih terasa sakit?
ucap Rama tersenyum lalu mendekatinya.
Iya kak sakit sekali.
ucap Mona tertunduk.
Maaf kan aku semalam aku terlalu bersemangat.ucap Rama tersenyum.
Iya tidak apa,
bisa kah kakak bantu aku ke kamar mandi? kaki ku masih terasa lemas kak.
ucap Mona lirih.
Baiklah sayang akan ku bantu.
ucap Rama
Kemudian menggendongnya memasuki kamar mandi.
Terimakasih kak.
__ADS_1
ucap Mona.
Tidak apa tidak perlu sungkan,
apa perlu aku membantu mu mandi?
ucap Rama.
Akh tidak perlu.
ucap Mona kemudian menutup pintunya dengan cepat.
Baiklah itu tandanya kau siap melakukannya lagi ya.
ucap Rama.
KAKAK!!
apa kau tega membuat ku tidak bisa berjalan hari ini?
ucap Mona membentak.
Baiklah sayang ku kalau begitu cepat lah mandi aku akan menunggu mu di ruang makan dan sarapan bersama.
ucap Rama terkekeh.
IYA,
SUDAH SANA PERGILAH!!!".
Rama hanya terkekeh kemudian melirik seprei yang terdapat noda darah hasil perlakuannya semalam kepada Mona,
meskipun ia sudah menikah ke dua kalinya
namun ini hal yang pertama baginya mendapatkan kesucian seorang wanita.
Setelah suaminya pergi tak begitu lama ia telah menyelesaikan ritual mandinya,
kemudian ia mengenakan pakaian lalu pergi menuju ruang makan.
Ketika ia turun menuju ruang makan,
tiba-tiba langkahnya terhenti dan terduduk lemas,
Rama yang melihatnya seketika bangkit dari tempat duduk dan mendekatinya.
Sayang apa kau sakit?
ucap Rama.
Aku tidak apa-apa kak,
hanya kaki ku masih terasa gemetar karna ulah kakak semalam.
__ADS_1
pucap Mona.
Tuan ternyata kau telah berhasil menjebol gawang ya.
ucap Ken terkekeh.
Mona yang mendengar suara Ken seketika terkejut dengan membulatkan matanya kemudian menunduk menahan malu,
namun berbeda dengan Rama justru ia merasa bahagia dan tersenyum penuh kemenangan mendengar pernyataan polos istrinya tersebut.
Kak kenapa tidak bilang ada Ken?
ucap Mona sedikit berbisik.
Tidak apa sayang ayo aku bantu
danakan ku kenalkan dengan beberapa orang terdekat ku.
ucap Rama.
Kemudian Rama bangkit dan menggendong tubuh mungil istrinya tersebut dan mendudukinya di meja makan.
Sayang kenalkan ini Melani istri Ken dan ini Reyhan adik Melani?
ucap Rama.
Kemudian mereka saling berjabat tangan namun tiba-tiba Mona dan Melani terkejut ketika mereka berhadapan.
K-kau?
ucap Melani gugup.
astaga jadi dia istri tuan Rama.
Gumam Melani.
Mona yang mendapati Melani gugup langsung memberi tatapan tajam ke arahnya,
Melani yang mengerti maksudnya mengalihkan kecurigaan mereka dengan menanyakan kabarnya Mona.
Hai nona Mona apa kabar?
saya Melani istri Ken jika nona tidak keberatan bolehkah saya menjadi teman nona?
ucap Melani tersenyum canggung.
Oh Melani tentu aku senang jika kau ingin menjadi teman ku.
ucap Mona tersenyum sinis.
Cukup lama berbincang akhirnya Rama mengajak mereka semua untuk makan bersama.
Setelah selesai makan mereka pun menuju ruang tamu untuk melanjutkan perbincangan mereka,
__ADS_1
kemudian Rama mengajak Ken dan Rey untuk keruang kerjanya dengan alasan untuk membahas soal pekerjaan,
setelah mereka pergi tinggal lah hanya Mona dan Melani di ruangan tersebut.