
Pagi telah tiba mereka pun bersiap-siap untuk berangkat bekerja,
seperti biasa mereka berangkat menggunakan motor hasil kerja keras mereka dan Raka yang mengendarai.
Tidak seperti biasanya jalan yang mereka lewati terlihat sepi dan mereka tak menghiraukan hal tersebut lalu tetap melajukan kendaraan mereka.
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghentikan perjalanan mereka lalu keluar lah 6 orang pria betubuh kekar dan berwajah seram mengenakan pakaian serba hitam dan salah satunya adalah Joe pria yang pernah menjadi asisten sekaligus kaki tangan Dirga yang ia bunuh dulu.
Hei nona apa kau masih mengingat ku?ucap Joe.
Hmmb ternyata nyawa mu banyak juga ya.
ucap Mona kemudian turun dari motornya dengan di ikuti oleh Raka.
Haha nona RAMA ATHMAJAYA ternyata kau masih terlihat cantik dan awet muda ya pantas saja pria itu sangat mencintai mu,
dan kau pasti Raka Wah ternyata kau sangat tampan seperti ayah mu dan jika saja nona ingin berdamai dengan ku,
aku pasti rela menjadi ayah sambung untuk anak mu nona agar kau tidak perlu hidup susah seperti ini.
ucap Joe tersenyum licik.
Cihh aku lebih baik menjadi musuh mu dari pada harus berdamai dan menjadikan mu ayah untuk anak ku itu sangat menjijikan.
ucap Mona melempar senyum licik.
Wah besar juga nyali mu nona,
aku memberika tawaran terbaik tapi kau berani menolak mentah-mentah oke! baik lah
tidak ada cara lain selain membunuh kalian dan mengantarkan jenazah kalian kerumah ATHMAJAYA.
ucap Joe penuh amarah.
Ku rasa kau lah yang akan lebih dulu mati.
ucap Mona.
__ADS_1
Kau benar-benar sangat menyebalkan nona Killer Hand,
Hei kalian semua habis mereka.
ucap Joe.
Hai Raka apa kau bersedia membantu ibu?
ucap Mona.
Dengan senang hati bu.
ucap Raka tersenyum licik kearah mereka.
Kemudian pertarungan di mulai Raka melawan 2 orang pria dan Mona melawan 3 orang pria sekaligus,
Sedangkan Joe hanya meyaksika pertarungan tersebut dengan bersandar di mobil dan meyalakan sebatang rokok.
Tidak ingin membuang waktu lagi akhirnya Mona memutuskan untuk mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku roknya,
Mona selalu membawanya untuk jaga-jaga agar tetap siap jika terjadi situasi seperti sekarang ini.
Raka masih sibuk dengan urusannya sedangkan Joe yang menyaksikan aksi Mona tersebut sangat terkejut dan kesal kemudian ia membuang rokoknya lalu menginjaknya dengan penuh amarah.
Hei nona cantik sekarang kau adalah tandingan ku.
ucap Joe berwajah kesal.
Baiklah bersiap-siaplah untuk menemui ajal mu.
ucap Mona tersenyum licik.
Kemudian Mona dan Joe memulai pertarungannya.
Tidak begitu lama Raka pun selesai dengan urusannya dan terkejut ketika ia melihat 3 pria tersebut sudah terkapar tak bernyawa dengan tubuh bersimbah darah.
apa ibu membawa senjata tajam mengapa aku tidak melihat mengeluarkannya wah ibu kau sangat keren.
__ADS_1
Gumam Raka.
Tiba-tiba terdengar suara triakan seorang pria yang tak lain adalah Joe kemudian Raka menoleh ke arah mereka,
dan terlihat ibunya tengah mengatur nafas yang terengah-engah sedangkan Joe berteriak menahan sakit akibat tusukan di bagian dada atasnya.
Aaaaakkkkhhh dasar wanita iblis kau sangat licik.
ucap Joe menahan sakit.
Sudah ku katakan bukan kau lah yang lebih dulu akan mati.
ucap Mona tersenyum licik.
Kau pantas tidak memiliki cinta karna wanita seperti mu tidak pantas di cintai.
ucap Joe.
DOR DOR DOR suara tembakan terdengar membuat Mona terkejut dan menoleh ke arah seseorang yang melakukan hal tersebut ternyata adalah Raka anaknya.
Ibu ku pantas untuk di cintai dan kau pantas untuk mati.
ucap Raka kemudian membuang pistol tersebut.
Raka kau sangat hebat.
ucap Mona menggelengkan kepalanya.
Dan ibu sangat hebat dengan keahlian pisau itu,
aku rasa aku butuh belajar hal itu dengan ibu.
ucap Raka tersenyum.
Baiklah anak ibu nanti ibu akan mengajari mu dan ayo kita pergi sebelum yang lainya datang lagi dan kita bisa terlambat untuk bekerja.
ucap Mona.
__ADS_1
Baik bu ayo!!
ucap Raka mengajak ibunya kemudian menyalakan motornya lalu bergegas pergi.